BPK Perwakilan Aceh: Pemanfaatan Laporan Pemeriksaan BPK Belum Optimal

BANDA ACEH – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Aceh menilai pemanfaatan Laporan Hasil Pemeriksaan lembaga itu masih belum dimanfaatkan dengan maksimal.

"Selama ini pemanfaatan hasil pemeriksaan BPK oleh pemangku kepentingan masih berfokus pada opini laporan keuangan, dan ada tidaknya kerugian negara atau daerah," kata Syamsuddin, Kepala Sub Regional I BPK Perwakilan Aceh dalam diskusi dengan media massa, Selasa, 18 Desember 2012.

Padahal, menurut Syamsuddin, opini yang diberikan oleh BPK terhadap laporan keuangan daerah hanyalah semacam stempel bahwa laporan keuangan pemerintah dapat dipakai dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

Menurut Syamsuddin, dari laporan hasil pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan suatu daerah, dapat dijadikan bahan analisa lebih lanjut seperti mengkaji sistem pengendalian internal dan analisa trend item laporan keuangan dari tahun ke tahun.

"Misalnya, untuk mengevaluasi kinerja pencapaian visi misi pemerintah daerah serta target yang dijanjikan kepada masyarakat. Apakah itu sudah tercermin dalam anggaran atau tidak," kata Syamsuddin.

Selain itu, kata Syamsuddin, laporan hasil pemeriksaan BPK juga bisa untuk mengevaluasi kinerja tahunan dalam pengelolaan keuangan oleh eksekutif. "Apakah realiasi pengelolaan keuangan telah efektif? Apakah prestasi yang dicapai sepadan dengan penghargaan yang diterima atau tidak,"ujarnya.

Yang tak kalah pentingnya, kata Syamsuddin, untuk evaluasi sistem pengendalian internal yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penyimpangan keuangan.[]

Leave a Reply