Bioskop di Banda Aceh, bangunan tua tinggal nama

    17
    0

    Menghadap ke arah selatan, bangunan itu masih tampak kokoh dan sedikit terawat. Meski tak sama dengan konstruksinya dahulu, tapi namanya masih jelas terpasang pada bagian atas muka gedung itu. Bercat putih dan abu-abu, dihiasi jendela kaca, membuat gedung itu bisa dilihat dari jalan.  

    Di atas jendela gedung, mesin pendingin ruangan berjejeran di bagian kiri dan kanan. Maju sedikit ke arah muka, tiang tanpa bendera berdiri tegak. Di samping tiang ada sebuah prasasti batu yang bertuliskan sejarah gedung tua itu.  

    Bak 16 Juni 1948 Lam Geudong Garuda Theater nyoe Presiden Soekarno geu pidato pulitek lam saboh rapat ureung muda. Watee geu pidati dikeu rakyat Aceh nyang muribee nyan presiden geupeu-ek semangat aneuk muda”. Begitulah pesan yang tertulis pada prasasti itu. Diformat dalam tiga bahasa, mulai dari Bahasa Aceh, Indonesia dan Inggris.

    Terletak di Jalan Imam Bonjol Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, Garuda Theter tinggal kenangan. Pantauan ATJEHPOSTcom, meski sudah dijadikan gedung pusat teknologi informasi bagi pemuda, tetap saja suasananya sepi.

    “Tempat belajar itu sekarang. Kadang sore rame anak-anak muda yang duduk disitu,” kata seorang penjual di seberang jalan gedung itu.

    Tepat kata si bapak. Kini, di sebelah kiri gedung Garuda Theater berdiri sebuah bangunan yang menyatu dengannya. “Samsung IT Learning Centre”, begitulah tulisan yang jelas terlihat di tembok gedung itu.

    Beberapa sumber informasi mencatat, pada tahun 2009 Garuda Theather itu direnovasi total. Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin, meresmikan penggunaan gedung eks bioskop itu menjadi gedung IT (Information Technology).  

    Kondisi serupa juga terjadi di bioskop Gajah yang terletak di Jalan H. Dimurthala. Kini Gedung eks bioskop itu dijadikan tempat parkir kendaraan reo para tentara. Ditembok gedung berlapis cat hijau itu kini tertulis “DEN JASA ANG 00-44-13 BEKANGDAM IM”.

    Saat ATJEHPOSTcom berada dilokasi itu, tak banyak lalulang manusia disana, hanya ada belasan kendaraan truk angkutan perang tentara itu yang parkir di halaman depan. Kondisi gedung masih cukup terawat. Jauh lebih baik jika dibanding dengan kondisi terdahulunya sebelum tsunami.

    Bioskop lainnya yang meninggalkan nama di Kota Banda Aceh adalah Pas 21. Terletak di lantai tiga gedung Pasar Aceh Shoping Centre, bioskop tersebut tidak sedikitpun meninggalkan sisa kenangannya. Lantai tiga eks bioskop Pas 21 menjadi saat ini sudah jadi supermarket. []