Banda Aceh dan Jepang Jajaki Kerjasama Bidang Perikanan

    21
    0

    PEMERINTAH Jepang ingin menjalin kerjasama dengan Pemko Banda Aceh di bidang perikanan dan bidang pertanian. Hal ini disampaikan mantan Mensesneg Jepang, Yosito Sengoku, saat bertemu dengan Plh Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal di restoran Banda Seafood, Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu, 17 Mei 2014.

    “Melihat potensi yang ada di Banda Aceh, sudah saatnya mengembangkan ekonominya dengan lebih baik, terutama di bidang perikanan dan pertanian karena potensinya sangat bagus,” ujar Sengoku.

    Lanjutnya, Jepang sebagai sebuah negara yang sudah sangat berpengalaman di bidang perikanan dan pertanian akan sangat senang dapat membantu Banda Aceh.

    “Saya lihat semua bahan atau materi yang dibutuhkan ada di Banda Aceh. Jadi kita akan manfaatkan itu semua untuk terwujudnya kerjasama ini,” katanya.

    Sementara itu, Illiza mengatakan kehadiran Sengoku dan rombongan ke Banda Aceh adalah untuk melihat langsung kondisi perikanan dan pertanian di Banda Aceh, untuk kemudian membicarakan kerjasama di sektor tersebut. Selain itu, Illiza juga membicarakan program magang antar pemuda Jepang dan Banda Aceh.

    “Hasil pertemuan ini akan kita follow-up ke Dubes Jepang di Jakarta untuk kemudian ditindaklanjuti lebih lanjut,” kata Illiza.

    Dia mengatakan, sebelumnya Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Higashi-Matsushima, salah satu pemerintah daerah di Jepang. Kerjasama di sektor pengembangan sumber daya manusia tersebut sampai sekarang masih terjalin.

    “Sudah saatnya kerjasama kita perluas di sektor yang lain, karena banyak hal yang bisa kita pelajari dari Jepang seperti perikanan dan pertanian,” kata Illiza.

    Selain itu, Illiza juga berkeinginan untuk mendatangkan penulis buku “The True Power of Water”, Masamu Emoto dari Jepang. “Nanti kita seminarkan air sebagai sumber kesucian bisa diteliti sesuai dengan ajaran Islam, misalnya kenapa dalam berwudhuk dibutuhkan dua kulah. Hal ini tentu akan menarik,” kata Illiza.

    Turut hadir pada pertemuan ini, Asisten Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan Ir Bahagia, DIPL,SE, Asisten Asisten Administrasi Umum M. Nurdin SSos, Kepala Bappeda Ir T Buchari Budiman dan Osamu Matsumoto dari pihak Jepang.[]