Ayam si Pengemis yang Super Lezat

    16
    0

    JAKARTA – Makanan ini selalu jadi sajian istimewa di restoran Cina. Proses pengerjaannya yang panjang membuat menu ini tak sembarangan bisa dibuat. Cita rasanya gurih dengan semerbak wangi rempah. Untuk membuatnya dibutuhkan waktu minimal 10 jam lamanya!

    Ayam pengemis atau Beggar's Chicken sudah lama menjadi primadona menu restoran Cina. Yang unik, racikan ayam ini dimasak dalam balutan tanah liat. Selain rasanya istimewa, cerita unik di baliknya juga membuat banyak yang penasaran.

    Ada beberapa versi agak berbeda mengenai latar belakang dibuatnya ayam pengemis ini. Konon ada seorang pengemis di gunung Yu di provinsi Jiangsu mencuri seekor ayam pada masa dinasti Qing. Karena terdesak, ia melempar ayam tersebut ke dalam lumpur dan meninggalkannya.

    Saat keadaan dirasa aman, iapun kembali ke tempat tersebut. Seluruh permukaan ayam sudah dilapisi oleh tanah liat yang mengeras. Karena tak punya peralatan memasak, sang pengemis memasukkan ayam bertanah itu ke dalam api.

    Saat ayam tersebut dibuka, tak disangka ayam tersebut mengeluarkan aroma yang luar biasa harum. Kebetulan, seorang pejabat istana sedang lewat dan mencium aroma ayam tersebut. Iapun meminta juru masaknya untuk memasak ayam yang sama di istana.

    Ayam pengemis dibuat dari bahan satu ekor ayam tanpa tulang yang direndam selama minimal 5 jam dalam bumbu kecap, arak masak, bunga lawang dan cengkeh. Kemudian diisi dengan tumisan jamur, udang, rebung, dan jahe, yang semuanya dimasukkan ke dalam perut ayam yang sudah direndam bumbu.

    Setelah siap, ayam tersebut dibungkus dengan daun teratai, kertas roti dan tanah liat. Seluruhnya dipanggang dalam oven selama minimal 4 jam. Saat disajikan, ayam pengemis harus dibuka dengan menggunakan palu karena lapisan tanah liat yang keras.

    Di beberapa tempat, ayam pengemis dibalut dengan tanah liat yang dibentuk menyerupai seekor ayam agar tampak menarik. Saat dibuka, aromanya wangi rempah bercampur dengan wangi tanah liat langsung menguar. Dengan teknik slow cooking ini tekstur ayam jadi lembut dan rasanya sangat gurih.

    Jika ingin mencicipi ayam ini beberapa restoran China di Jakarta punya menu spesial ini. Biasanya harus dipesan 1 hari sebelumnya mengingat lamanya proses memasak. Harganyapun berkisar Rp 100.000 per ekor. (fit/odi) | sumber: detik