Arafat Nur Isi Kelas Menulis di Sekolah Menulis dan Kajian Media Atjeh

    10
    0

    LHOKSEUMAWE – Siapa yang tak kenal, dengan pemuda berdarah Aceh kelahiran Lhokseumawe, Arafat Nur. Seorang Novelis, yang sangat fenomenal dengan novel Lampuki dan cerpennya. Dan merupakan "Pemenang Hadiah Sastra Khatulistiwa 2011 dan Pemenang Unggulan Sayembara Novel DKJ 2010".

    Karena melihat animo pemuda dan mahasiswa Aceh yang sangat menggemari cerpen, features serta sastra saat ini, para pengurus dan staf Sekolah Menulis & Kajian Media (SMKM-Atjeh) yang berdomisili di Jalan Keramat Jaya nomor 6b Kota Lhokseumawe, mengundangnya untuk membagi ilmu tentang “Teknis menulis Novel dan Sastra” di Sekolah Menulis dan Kajian Media (SMKM-Atjeh) pada hari Sabtu, 15 Desember 2012.

    Kamaruddin Hasan, seorang Akademisi di Kota Lhokseumawe dan merupakan penanggungjawab SMKM-Atjeh mengatakan, Arafat Nur merupakan Novelis yang dikenal Nasional, dengan Lampuki-nya.

    “Sehingga harapan kita, beliau mampu membagi ilmu serta mendidik siswa-siswa SMKM-Atjeh untuk berkarir di dunia sastra,” katanya.

    Arafat Nur juga sangat berperan dalam membantu berjalannya SMKM-Atjeh di setiap gelombang. Baik dalam memberikan materi hingga saat ini, sampai pada gelombang ke-3. Hal senada juga disampaikan oleh Muclis Ismail, S.Pdi, selaku Manager SMKM-Atjeh di sela-sela rapat Dewan Pengurus SMKM-Atjeh di Lhoksuemawe.

    Saat ini, SMKM-Atjeh sudah melahirkan penulis penulis muda dari kota Lhokseumawe, salah satunya adalah Asmaul Husna yang penah mendapatkan penganugrahan oleh Soegeng Sarjadi School of Governance (SSSG) di Four Season Hotel Jakarta, pada bulan September 2012 lalu. Ia memperoleh kedudukan nomor dua menulis essay tingkat nasional.[] (ihn)