Ulama Saudi sebut Twitter hanya untuk para badut

MUFTI Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz al-Syekh dua hari lalu mengkritisi situs jejaring sosial Twitter. Dia menyebut Twitter merupakan tempat bagi kumpulan para badut dan mereka yang ingin berkicau hal-hal yang tidak adil, salah, dan tidak benar.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (23/3), pernyataan itu diucapkan dia saat menjadi pembicara di depan para ilmuwan senior Saudi. Dia menyatakan saat ini banyak anak-anak muda telah membuang-buang waktu mereka hanya untuk melakukan percakapan di dunia maya dan menggunakan Internet, terutama Twitter.

Menurut sebuah konsultan media sosial yang bermarkas di Kota Jeddah, Social Clinic, saat ini pengguna Twitter di Arab Saudi memang lebih banyak dari negara-negara lain yang berada di kawasan Timur Tengah, yakni dengan jumlah pengguna sebanyak tiga juta akun.

Antara 2011 sampai 2012, jumlah pengguna Twitter di Arab Saudi meningkat hingga tiga ribu persen. Akun-akun asal saudi ini juga membuat sekitar 50 juta kicauan per bulannya dan kebanyakan kicauan itu menggunakan bahasa Arab.

"Akun asal Saudi ini tidak terlalu egois. Sebab kebanyakan kicauan yang dibuat menggunakan bahasa Arab. Sekitar 30 persen akun asal Saudi ini berkicau dengan bahasa Arab dan hal ini telah menempatkan bahasa Arab di posisi teratas dari piramida pertumbuhan bahasa yang digunakan di Twitter," tulis laporan itu.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Ibu Kota Riyadh saat ini menempati posisi kesepuluh dalam kategori kota paling banyak melakukan kicauan di dunia. Riyadh juga menjadi satu-satunya kota dari negara Arab yang berada di peringkat 20 besar.

Sementara itu, Social Clinicjuga menyatakan bahwa Arab Saudi saat ini memiliki angka tertinggi sebagai negara pengguna media sosial Facebook dari enam juta akun yang ada di seantero dunia. | sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply