Tujuh juta warga Mesir tanda tangani petisi tuntut Mursi mundur

RIBUAN sukarelawan turun ke jalan-jalan, stasiun kereta, bahkan ke rumah sakit di seantero Mesir untuk membagikan lembaran formulir hitam-putih guna mengumpulkan tanda tangan warga mendukung petisi menurunkan Presiden Muhammad Mursi.

Kelompok menamakan diri "Tamarod" atau berarti "Pemberontak" dalam bahasa Arab menjadi pengumpul tanda tangan warga sebagai tandingan kampanye "Tajarod" atau "Netral" yang diserukan Mursi sebelumnya, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (6/6).

Kelompok Tamarod mencerminkan ketidakpuasan warga selama kepemimpinan Mursi yang membuat perekonomian Mesir makin sulit, pembatasan bahan bakar meluas, dan berkurangnya rasa aman.

Gelombang unjuk rasa besar-besaran awal tahun ini yang digalang kelompok muda dan kelompok oposisi kini makin menyusut akibat sejumlah penangkapan oleh pihak keamanan.

Para pegiat kini berharap kampanye pengumpulan tanda tangan itu bisa menjadi sinyal yang menunjukkan kelompok anti-Mursi makin menguat. Kelompok itu juga berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran 30 Juni mendatang, sebagai peringatan setahun Mursi berkuasa.

Seorang sopir truk yang sedang mengemudi serta merta menghentikan kendaraannya dan bergegas mendekati para sukarelawan di Ibu Kota Kairo untuk membubuhkan nama dan tanda tangannya di lembar petisi itu.

"Kami tak bisa mencari makanan," kata dia kemarin.

Tamarod mengklaim sejauh ini telah mengumpulkan tujuh juta tanda tangan dan menargetkan bisa mencapai 15 juta atau sekitar dua juta lebih banyak dari sura diperoleh Mursi pada pemilihan presiden lalu. Mursi tahun lalu meraup 52 persen suara dari 90 juta populasi Mesir pada pemilu presiden. | sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply