Home Travel Pulau Gosong, Setumpuk Mutiara Aceh Barat Daya

Pulau Gosong, Setumpuk Mutiara Aceh Barat Daya

162
0

Dermaga Ujong Serangga hanya berjarak 5 kilometer dari kota Blangpidie atau dengan waktu tempuh sekitar 15 menit jika mengendarai sepeda motor. Tepatnya berada di Kecamatan Susoh. Selain menjadi tempat bongkar muat hasil tangkapan nelayan, juga sebagai tempat penyeberangan ke Pulau Gosong.

Segaris kecil warna putih terlihat jauh dari depan Dermaga Ujong Serangga. Di atas garis itu sejumput dedaunan hijau mengerucut menunjuk langit. Semua tampak kecil seperti seolah sengaja diletakkan di sana sebagai ornamen Samudra Hindia agar tak melulu hamparan air berwarna biru saja.

Garis putih dan kerucut hijau itu adalah pulau yang disebut warga lokal dengan Gosong. Gosong tercipta akibat tumpukan pasir yang terbawa arus dan terus menerus tertimbun akibat tertahan oleh tumpukan karang di tengah laut.

Pulau Gosong tampak kontras dengan warna laut hijau tosca dan biru gelap. Pulau ini terlihat jauh karena ukurannya yang kecil. Tapi sebenarnya jaraknya dekat sekali dengan dermaga. Bahkan tak sampai setengah jam untuk menyeberang ke pulau yang dihuni oleh banyak belalang ini. Ya, belalang hidup makmur di sini. Beberapa pohon waru juga tumbuh subur di antara cemara laut di pulau ini menjadi makanan favorit ratusan ekor belalang yang akan segera kabur jika didekati.

DCIM100GOPROG0161034.

Pulau Gosong baru-baru ini menjadi populer di kalangan anak muda. Khususnya mereka yang berdomisili di Blangpidie dan Susoh. Pada musim liburan, pulau ini ramai dikunjungi. Umumnya mereka datang berpiknik dengan membawa perlengkapan memasak dan bahan makanan untuk dimasak sebelum waktu makan siang. Sebuah pondok dibangun untuk memfasilitasi para pengunjung. Sayangnya pondok yang dibangun pemerintah ini tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Lantai papannya bolong-bolong karena dicopot untuk dijadikan kayu bakar! Nyan buet awak Aceh!

Pulau kecil ini memiliki taman bawah laut yang menarik untuk diamati. Airnya yang bening memiliki visibilitas yang memungkinkan kita untuk snorkeling dan diving. Tutupan karang pada dasar lautnya juga terbilang luas dengan aneka ragam terumbu karang dan jenis ikan. Seorang penyelam yang tergabung dalam Pusong Dive Club (PDC)menyebutkan adanya populasi ikan Napoleon di perairan Pulau Gosong. Hal ini juga diamini oleh Rikar, delegasi Aceh untuk Kapal Pemuda Nusantara Sail Tomini 2015 ini sempat menemukan seekor Napoleon yang bermain-main di perairan dangkal ketika dia sedang snorkeling.

Pulau Gosong-2@citra rahman-hananan-com

Kekayaan hayati yang terkandung di perairan Pulau Gosong terus dijaga oleh para pencinta alam bawah laut seperti PDC ini. Mereka rutin setiap bulan melakukan pembersihan pada koral-koral dan penanaman kembali untuk menggantikan terumbu karang mati akibat arus panas yang disebabkan oleh global warming. Semoga ekosistem di Pulau Gosong tetap lestari dan bersih dari sampah-sampah.

Pantai pasir putih yang melingkari daratan, kilau riak ombak dari lautan yang bening bak kristal, dan keindahan ekosistem yang berjuang melawan pemanasan global adalah potensi wisata bahari yang selayaknya mendapat perhatian pihak-pihak terkait serta kepedulian bersama untuk terus menjaganya dari kerusakan dan eksploitasi yang berlebihan.

Mutiara Aceh Barat Daya ini akan bertahan selamanya. Atau bisa saja hancur dalam sekejap jika tak ada peraturan yang mengatur pemanfaatannya. Penangkapan ikan karang yang masif dan terus menerus, pemboman, buang jangkar sembarangan, meracun ikan, bahkan menginjak terumbu karang adalah kontribusi negatif pada kelangsungan ekosistem di Pulau Gosong.[]

Penulis adalah travel blogger. Pemangku blog www.hananan.com | Foto @Citra Rahman