Home Travel Patut Dicontoh! Cara Belanda Menjaga Gedung Bersejarah

Patut Dicontoh! Cara Belanda Menjaga Gedung Bersejarah

67
0

Maastricht – Di Indonesia, banyak gedung bersejarah yang tidak terawat atau malah digusur menjadi mal. Kita perlu belajar dari Belanda. Gedung bersejarah dialihfungsikan tanpa dihancurkan. Wisatawan pun suka.

Siapa dari Anda pernah mengunjungi kawasan Kota Tua, di Jakarta atau Semarang misalnya? Banyak bangunan bersejarah, terutama peninggalan Belanda, yang tersebar di kawasan tersebut. Ada yang ‘disulap’ menjadi hotel dan restoran, ada pula yang dibiarkan terbengkalai dan hanya jadi latar berfoto.

Lain halnya dengan Belanda, yang juga punya banyak gedung bersejarah sampai reruntuhan Romawi peninggalan abad ke-13. Situs-situs sejarah ini tidak dibiarkan begitu saja, atau sekadar jadi atraksi wisata. Fakta inilah yang detikTravel temukan saat berkunjung ke Maastricht, kota paling selatan Belanda, minggu lalu.

“Maastricht memang jadi pionir dalam hal ini, menghidupkan gedung bersejarah sebagai tempat baru,” tutur Kitty, pemandu yang mengantar detikTravel walking tour di Maastricht.

Pemerintah setempat benar-benar ‘menyulap’ gedung bersejarah. Tempat detikTravel menginap misalnya, menempati bekas biara peninggalan abad ke-15. Namun, bangunan aslinya tidak dirombak. Pihak hotel, atas persetujuan Pemkot setempat, membuat bangunan baru di dalamnya.

“Kami membuat bangunan baru sehingga tak ada yang langsung menempel pada tembok asli. Tamu bisa menikmati keindahan asli biara ini tanpa menyentuhnya langsung,” tutur Guillaume Meewis, Sales Manager Kruisherenhotel Maastricht kepada detikTravel.

Contoh lain ada di Hotel Derlon, yang terletak dekat Market Square. Area basement hotel ini disulap menjadi restoran, dengan memamerkan reruntuhan Romawi peninggalan abad ke-13 di area tengahnya. Lengkap dengan penjelasan dan sketsa peta Maastricht di masa silam.

“Reruntuhan ini berusia 2.000 tahun. Pemerintah kota mengizinkan dijadikan bagian restoran demi dipamerkan untuk publik,” papar Kitty.

Konsep tersebut juga diterapkan di gedung-gedung tua lainnya. Gereja abad pertengahan menjelma jadi perpustakaan dan toko buku. Rumah-rumah tua direnovasi dan ditinggali. Semuanya dipugar tanpa menghilangkan identitas asli bangunan tersebut.

Kembali ke beberapa kawasan Kota Tua di Indonesia, masih banyak gedung bersejarah yang terbengkalai. Jika direnovasi dan dirawat dengan benar, tentu akan makin diminati wisatawan. Kenapa tidak dimulai sekarang?[] Sumber: detik.com

Foto: Kruisherenhotel Maastricht, hotel bekas biara abad ke-15 (detikTravel)