Museum Buya Hamka Kokoh di Tepi Danau Maninjau

PADANG – Kondisi geografis Sumatra Barat yang berkelok-kelok menciptakan keindahan alam yang sangat indah. Begitu pula saat berkunjung ke danau maninjau, para pengguna jalan akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang menikung hingga 44 kali. Sehingga daerah ini sangat melegenda dengan istilah Kelok Ampek Puluh Ampek.

Selain wisata alam, para pengunjung akan dibawa untuk belajar sejarah Islam. Sebuah tokoh agama besar, Buya Hamka terlahir di sini. Kemudian untuk mengenang sejarah perjuangan Buya dibangunlah sebuah museum di tepian danau Maninjau.

Museum ini dibangun pada tahun 2000 silam, dan diresmikan setahun kemudian. Dibentuk menyerupai rumah bagonjong dengan atap runcing serupa tanduk kerbau. Menghadap barat dan berdiri di atas ketinggian lebih dari lima kilometer. [] Baca selengkapnya di Dream.co.id