Home Travel Menikmati Keindahan Gua Tujoh

Menikmati Keindahan Gua Tujoh

81
0

SIGLI – Gua ini memiliki tujuh pintu. Letaknya berada di KM 100 Jalan Banda Aceh-Medan. Tepatnya di Desa Meunasah Cot, Laweung Kecamatan Muara Tiga, Pidie. Masyarakat sekitar menyebut tempat ini sebagai Gua Tujoh.

Jarak antara Gua Tujoh dengan Jalan Banda Aceh-Medan terbilang jauh. Butuh waktu 30 menit menuju lokasi jika menggunakan sepeda motor dengan kecepatan sedang. Jalan menuju ke lokasi juga sempit dan berbatu. Informasi yang dikumpulkan wartawan menyebutkan pengerjaan jalan ini sedang dalam proses.

Namun jarak tempuh tersebut tidak menjadi kendala bagi pengunjung. Pasalnya sebelum sampai ke lokasi, wisatawan akan disuguhi pemandangan yang indah. Mata para pelancong juga akan dimanjakan dengan langit biru jika cuaca cerah dan hamparan pantai laut selatan Selat Malaka. Pemandangan perbukitan karst juga turut menyuguhi perjalanan menujut Gua Tujoh.

Di lokasi, wisatawan akan disambut oleh tiga penjaja makanan. Mereka terlihat telaten mempromosikan dagangannya sembari menawarkan jasa pemandu. Guide lokal ini hanya meminta jasa mereka dibayar Rp 5 ribu per wisatawan.

+++

Gua ini sedikit menurun ke dalam. Mulutnya besar menganga ke daratan. Suasana di dalam gua juga terlihat gelap.

Saat memasuki gua kita harus menuruni sebuah tangga yang terbuat dari kayu. Senter sangat diperlukan untuk menerangi jalan menyusuri gua karst ini. Menurut cerita warga setempat, dulunya orang-orang yang masuk ke dalam gua ini memakai obor. Namun asap obor membuat dinding gua menjadi hitam. Mereka akhirnya beralih menggunakan senter.

Udara di dalam gua ini terasa sejuk. Tanahnya becek karena rembesan air mengucur dari langit-langit gua. Dinding sekitarnya dipenuhi bebatuan yang terasa sangat dingin.

“Dulu ramai orang dalam gua ini, rata-rata para ambia beribadah di dalam ini dan terdapat ruang-ruang bersemedi (kalut) khusus di sini. Bahkan tanpa lampu penerang maupun senter saat itu,” kata Anbia, 43 tahun, salah satu pemandu Gua Tujoh, sembari menunjukkan ruang bertapa yang tidak diperbolehkan masuk ke portalsatu.com, awal September 2015 lalu.

Anbia mengatakan di dalam gua ini juga terdapat batu berbentuk bedug. Masyarakat setempat menyebutnya tambo. Tambo ini dulunya bisa mengeluarkan bunyi saat ditabuh. Namun sekarang tidak ada yang pernah mencoba memukulnya lagi. Pasalnya letak tambo ini berada jauh di langit-langit gua. Di dalam gua ini juga terdapat batu mirip burung rajawali yang sebelah sayapnya patah.

Selain itu, Gua Tujoh juga dilengkapi dengan tiang-tiang penunjuk arah. Tiang ini berbentuk kristal padat mengkilat. Tiang-tiang ini sebenarnya adalah stalagmit yang terbentuk dari kumpulan kalsit yang berasal dari air yang menetes. Stalagmit ini kemudian dimanfaatkan oleh pengunjung Gua Tujoh sebagai penunjuk arah yang letaknya dekat dengan pintu utama gua.

Di dalam Gua Tujoh juga terdapat batu gantung yang sisi samping kanan kiri hanya sedikit menempel dengan dinding gua. Biasanya orang setempat menyebutnya batu melayang.

“Ini baru gua bawah tanah, belum lagi lantai atas yang juga sangat luas tetapi di atas sedikit terang karena ada cahaya dari atas,” ujarnya.[](bna)