Tragedi Mina, Korban Meninggal Mencapai 769 Orang

Tragedi Mina, Korban Meninggal Mencapai 769 Orang

Mekkah – Menteri Kesehatan Arab Saudi Khalid Al Falih mengatakan jumlah korban meninggal akibat berdesak-desakan di Mina semakin bertambah mencapai 769 orang. Sementara korban terluka mencapai 934 jemaah.

“Beberapa jemaah meninggal setelah dirawat di rumah sakit pasca kejadian,” kata Al Falih seperti yang dilansir Arabnews.com, Ahad, 27 September 2015.

Pemerintah Arab Saudi mencatat korban meninggal terbanyak berasal dari Iran, yaitu 136 orang. Berikutnya, jemaah asal Maroko yang meninggal mencapai 87 orang.
Sementara itu, kantor berita Perancis, Agence France Presse mencatat korban meninggal lainnya yaitu 20 jemaah asal Kamerun, 19 orang asal Nigeria, 18 orang asal India, 14 orang asal Mesir. Selain itu, sebanyak 11 orang asal Chad, 9 orang asal Pakistan, 8 orang jemaah Somalia, 7 orang asal Algeria, 5 jemaah asal Senegal, 4 orang asal Tanzania.

Otoritas setempat juga menyatakan masing-masing 3 jemaah asal Indonesia dan Kenya meninggal dalam tragedi yang terjadi 24 September 2015. Tak hanya itu, masing-masing 1 jemaah asal Belanda, Burundi, dann Burkina Faso tak terselamatkan nyawanya. Sedangkan 5 warga negara Filipina dikabarkan meninggal di Mekkah, namun hanya 1 orang korban desak-desakkan. Sisanya meninggal karena sakit akibat cuaca ekstrim di sana.

Pemerintah Indonesia mengerahkan seluruh petugas haji di Mekkah untuk mencari 225 jemaah yang masih dinyatakan menghilang dari rombongannya. Hingga kemarin malam, Kementerian Agama mencatat 14 jemaah asal Indonesia meninggal dan berhasil diidentifikasi.

Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Jamil mengatakan proses identifikasi terhadap korban tragedi Mina asal Indonesia sulit dilakukan karena sebagian besar jemaah tak mengenakan gelang identitas. Dengan begitu, petugas haji harus meminta keterangan ketua kloter atau rombongan untuk mencocokkan penampilan fisik korban dengan identitas jemaah.

“Jadi, sekecil apapun tanda yang kami peroleh dan instrumen yang bisa kami jadikan pintu masuk penggalian lebih lanjut. Ini yang tidak bisa dilakukan sembarangan karena menyangkut data akurasi mengenai seseorang,” kata Djamil dalam siaran pers di situs Kemenag.go.id.

Tragedi Mina pada musim haji tahun ini merupakan musibah terbesar kedua yang mengakibatkan ratusan jemaah meninggal. Tragedi pertama terjadi pada 2 Juli 1990. Saat itu, 1.426 jemaah, mayoritas orang Asia meninggal karena berdesak-desakkan di lorong Mina.| sumber: tempo

Foto Tempo

Leave a Reply