Topang Kesukesan Freeport Sabang, Sejumlah Tanah di Krueng Raya Dibebaskan

BANDA ACEH – Guna menopang kesuksesan Freeport Sabang, pihak Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Bandar Aceh Darussalam (KAPET BAD) telah membebaskan tanah seluas 55,2 hektar di kawasan Krueng Raya, Aceh Besar sebagai lokasi kawasan industri Aceh.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KAPET BAD, Mustafa Hasybullah di ruang kerja Wakil Gubernur Aceh, Rabu 12 September 2012.

Menurut Mustafa, di kawasan tersebut secara bertahap akan dibangun sebuah kawasan industri yang strategis. Mustafa juga mengaku DED Kawasan Industri Aceh (KIA) itu juga telah lama disiapkannya.

Dalam pertemuannya itu, Mustafa meminta dukungan Wakil Gubernur Aceh agar membantu koordinasi antar lintas sektoral dalam pelaksanaan tugas-tugas KAPET ke depan, utamanya dalam menyukseskan pembangunan KIA.

Kepada Wagub Muzakir Manaf, Mustafa menjelaskan bila nantinya KIA dapat diwujudkan maka sebagian besar persoalan Aceh terkait pengangguran akan dapat tertangani. Menurut Mustafa, pembangunan KIA tersebut juga akan berimbas pada meningkatnya ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri tersebut.

Kata Mustafa, pembangunan infrastuktur KIA tidak semata-mata dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Karena KAPET BAD yang wilayahnya meliputi Banda Aceh, Aceh Besar dan Pidie merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN) dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, maka sumber dana KAPET BAD tidak hanya dari APBA, tetapi juga dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Agar alokasi dari APBN lebih besar setiap tahun, kita sangat mengharapkan jaringan dan komunikasi yang baik dari Doto Zaini dan Mualem dengan DPR RI dapat dimanfaatkan dalam rangka percepatan pembangunan KIA,” kata Mustafa.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf sangat mendukung program KAPET BAD untuk membangun KIA, yang direncanakan akan dibangun di Ladong, Aceh Besar dan berjarak  sekitar 10 km dari pelabuhan Malahayati tersebut.

Untuk mendukung rencana itu, KAPET BAD juga mengusulkan kepada Pemerintah Aceh agar memfasilitasi beberapa program pembangunan jalan. Di antaranya pengembangan jalan lingkar Ulee Lheue – Malahayati, pembangunan jalan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) – Krueng Raya, pengembangan jalan Seulimum – Lamteuba – KIA, serta pembangunan jalan Seulimum – Sigli.

Pembangunan sejumlah jalan ini, disebut akan menghemat waktu hingga satu jam dibandingkan perjalanan melintasi Seulawah. Selain itu, Mualem juga menganjurkan adanya program penyediaan air bersih dan pembangunan pengamanan pantai sepanjang KIA.

Selain akan melobi Jakarta, untuk membiayai pembangunan KIA, Muallem mengatakan akan memanfaatkan hubungan baiknya selama ini dengan sejumlah negara luar di Asia Tenggara dan Timur Tengah untuk menyukseskan Proyek KIA.

“Saya akan berbicara dengan sejumlah negara luar terkait proyek ini, saya yakin dengan lokasi yang strategis seperti ini akan banyak  pihak yang tertarik,” katanya.

Muzakir Manaf mengatakan, fasilitas utama yang harus disediakan lebih dahulu terkait operasaional KIA adalah api (listrik) dan air.

“Selain kerjasama dengan Investor dan dukungan dana APBA dan APBN, kita perlu mempersiapkan diri dengan menyediakan "api dan air" atau listrik dan air bersih. Tanpa kedua hal tersebut mustahil program KIA akan berhasil,” ujar Muzakir Manaf.

Terkait dengan rencana besar tersebut, Wagub meminta  agar pihak KAPET BAD terus bekerja dengan memaksimalkan fungsinya dalam rangka fasilitasi, mediasi dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka memacu pembangunan ekonomi di Aceh.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply