Tolak Tambang Besi, Warga Lampanah Datangi Bappedal Aceh

BANDA ACEH- Puluhan masyarakat dari lima kampung di Kemukiman Lampanah, Aceh Besar, mendatangi kantor Bappedal Provinsi Aceh di Banda Aceh, Selasa 08 Mei 2012. Mereka datang untuk menolak eksploitasi bijih besi di kampung mereka.

Amataan The Atjeh Post, puluhan masyarakat dan mahasiswa terlihat menunggu selesainya sidang Pra Amdal di ruang Bale Ozon. Sidang ini membahas izin tambang besi yang diajukan oleh PT. Bina Meukuta Alam.

Tiba pukul 10.28, meraka membawa atribut karton yang diantaranya bertuliskan "jangan rusak alam Lampanah Leungah."

Afdal mahasiswa yang ikut hadir mengatakan, "kegiatan bukan Demo, hanya menolak agar Amdal tersebut tidak di sahkan dalam sidang ini" katanya.

Afdal menjelaskan, perangkat desa yang hadir diantaranya mukim Lampanah Idham Ahmadi dan geusyik dari lima desa: Lampanah, Ujong Mesjid, Ujong Kupula, Beureunuet dan Geuchik Leungah. Hadir juga Panglima Laot Lhok Lampanah Darkasyi.

Sidang pra amdal yg berlangsung di kantor Bapedal propinsi Aceh di Banda Aceh membahas penambangan pasir besi di kawasan Lampanah, Krueng raya, yang dimulai pukul 08.30 WIB. Dalam sidang ini masyarakat setempat akan melakukan pembacaan penolakan tambang.

Samsuar, Geusyik Gampong Leungah mengatakan,"kami pada prinsipnya menolak pengerukan atau penyedotan pasir besi di desa kami. Ini adalah keinginan dari masyarakat. Kami menolak amdal yang sedang dibahas sekarang," katanya.

Menurut Samsuar, masyarakat menolak tambang biji besi karena dapat menyebabkan hancurnya terumbu karang, masyarakat terganggu saat mencari ikan dan dikuatirkan akan terjadi abrasi pantai.

"Harapan kami semua, jangan diambil pasir besi yang ada di laut, disedot menggunakan pipa, seperti yang dilakukan dahulu pada saat pengambilan sampel."

Samsuar juga mengaku kecewa karena pihak perusahaan mengundang masyarakat untuk bertemu dan memanfaatkan daftar hadir untuk mengajukan perizinan.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply