Tokoh masyarakat dibekali ilmu hukum keluarga

SEJUMLAH tokoh masyarakat dari 10 gampong se-Kota Banda Aceh diberi pembekalan ilmu Ahwalusy Syakhsiyah atau dikenal dengan ilmu hukum keluarga. Bimbingan dan pembekalan tersebut dibuka langsung Wakil Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE di aula lama Kantor Balaikota Banda Aceh, Selasa 5 Maret 2013.

Acara ini sendiri digagas oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh. Pada kesempatan tersebut, Illiza mengatakan bimbingan ilmu hukum keluarga bagi para tokoh masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan maraknya kasus perceraian, dan KDRT, pada setiap keluarga di gampong masing-masing.

Illiza juga mengungkapkan sebaiknya ketika ada persoalan dalam sebuah rumah tangga dapat melaporkannya pada orang-orang yang amanah dan paham tentang ilmu hukum keluarga.

“Oleh karenanya kita percayakan dan memberi pembekalan kepada tokoh-tokoh masyarakat seperti tengku imum, tuha peut, dan tokoh pemuda gampong setempat untuk dapat menengahi segala persoalan hukum keluarga,” katanya.

Illiza juga meminta para “mediator” dapat menengahi persoalan dengan adil, baik dan bijak.

“Berilah arahan, masukan dan solusi kemaslahatan bagi pelapor, bahwa lebih baik melanjutkan perkawinan yang telah terjalin daripada bercerai, sehingga keutuhan rumah tangga menjadi lebih baik, “ katanya.

Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh Mairul Hazami SE, melaporkan bahwa acara bimbingan dan pembekalan ilmu hukum keluarga diperuntukkan untuk tokoh masyarakat seperti tuha peut, tengku imum gampong dan tokoh pemuda.

Dikatakannya, pelatihan ini berlangsung dalam tiga angkatan. Dimana, setiap angkatan diikuti 50 peserta dari 10 gampong, dengan keseluruhan peserta mencapai 150 orang dari 30 gampong se-Kota Banda Aceh.(mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply