TNI Periksa Prajurit Terkait Kasus Penembakan Pos Nasdem

TNI Angkatan Darat akan menindak tegas anggotanya yang terkait penyerangan posko pemenangan calon legislatif Partai Nasdem di Aceh Utara, beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, Polisi Militer Kodam Iskandar Muda berkoordinasi dengan Polda Aceh.

Perihal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Andika Perkasa.

Indikasi keterlibatan anggota TNI, kata Andika, bermula dari pengakuan salah satu tersangka penyerangan, Rasyidin alias Mario, kepada polisi. "Yang bersangkutan mengaku meminjam senjata milik Praka Heri, anggota Batalyon 111/Raider, Kodam Iskandar Muda yang sedang bertugas pengamanan obyek vital di Exxon, Aceh Utara," jelas Andika kepada VIVAnews, Rabu 19 Maret 2014.

Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, kata dia, sedang memeriksa Praka Heri. "Namun sampai saat ini Praka Heri tidak mengakui tuduhan Rasyidin. Ia mengaku senjata dan amunisi miliknya masih lengkap di tangannya," kata Andika.

Untuk mengungkap kasus ini, Polisi Militer Kodam Iskandar Muda  masih berkoordinasi dengan Polda Aceh untuk dapat meminta keterangan langsung dari tersangka terkait pengakuannya tersebut. Namun sampai saat ini Polisi Militer Kodam belum dapat akses untuk meminta keterangan Rasyidin.

"Tapi bila ternyata keterlibatan Praka Heri tidak berdasar, maka hak-hak prajurit akan dikembalikan," ujar Andika.

Kemarin, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengungkapkan senjata api yang digunakan dua tersangka penyerangan posko pemenangan calon legislatif Partai Nasdem di Aceh Utara beberapa waktu lalu, diperoleh dari anggota TNI. Insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan keterangan dari kedua tersangka, motif mereka menyerang posko caleg Nasdem itu bermula dari penurunan salah satu bendera partai politik. "Itulah pemicu terjadi penyerangan," katanya.[] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply