Tingkatkan kesejahteraan masyarakat, PT MIFA bikin pelatihan kewirausahaan

PERUSAHAAN tambang batu bara, PT Mifa bersaudara bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM melaksanakan pelatihan dasar kewirausahaan kawasan tambang. Kegiatan itu dilakukan di dua desa dampingan yaitu Desa Reudeup dan Desa Pucok Reudep selama tiga hari yang dimulai sejak Senin, 2 September 2013.

"Dengan adanya pelatihan ini, nantinya kita harapkan mampu membangun ekonomi mereka dalam menopang kebutuhan rumah tangga," ujar Kepala Coorpotation Social Responsibility (CSR) Super Intendent  PT Mifa Bersaudara, Ahmad kepada ATJEHPOSTcom, Senin 2 September 2013.

Diharapkan dengan adanya pengetahuan tersebut taraf kesejahteraan masyarakat desa sekitar kawasan tambang mampu didongkrak secara finansial atau keuangan. Pelatihan yang dilaksanakan saat ini, kata dia, lebih difokuskan kepada kaum perempuan sebagai upaya mewujudkan kesetaraan gender.

"Namun kaum laki-laki yang memiliki keinginan kuat dalam berwirausaha boleh mengikutinya karena kita juga tidak mau adanya kesenjangan sosial," ujarnya.

Selama tahun 2013, kata dia, sudah 100 orang yang dilatih dan pelatihan ini merupakan angkatan kedua. Sementara untuk penerima manfaat dilakukan dengan hitung per kepala keluarga. Peserta nantinya juga akan dilatih secara tekhnis untuk mengarjakan praktik langsung.

"Setelah kedua pelatihan ini nantinya maka kita lanjutkan dengan membantu peralatan dan bahan baku," ujar Ahmad.

Menurutnya peserta juga akan terus didampingi dengan sistem penyuluhan yang dibantu oleh dinas atau instansi terkait sesuai dengan jenis usaha mereka. "Jika mereka beternak, maka dinas petenakan yang bantu, jika pertanian maka dinas pertanian yang bantu penyuluhannya," katanya.

PT MIFA juga akan mendirikan koperasi guna membantu masyarakat untuk menampung dan memasarkan usaha mereka. Namun, kata dia, koperasi itu baru akan dibentuk tahun 2014 setelah titik-titik pusat ekonomi masyarakat di desa dampingan berjalan dengan baik. Pelatihan yang dilaksanakan tersebut, menurutnya juga untuk sinkronisasi atau menyatukan program pemerintah, baik skala nasional maupun daerah.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini paling tidak beban anggaran negara atau daerah dapat berkurang dalam program kewirausahaan seperti yang dicita-citakan pemerintah, yang mengajak masyarakat mampu berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja bagi mereka sendiri," katanya.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply