Tingkatkan Kapasitas, 150 Pelajar SMP Banda Aceh Ikuti Persami

Banda ACEH – Ratusan pelajar tingkat menengah pertama di Banda Aceh mengikuti Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) di lapangan escape building,  Desa Lambung Meuraxa,  Banda Aceh, yang diselenggarakan oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bersama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Banda Aceh, Sabtu, 18 (18/2) hingga Minggu (19/2). Kegiatan ini bertujuan untuk penguatan kapasitas Palang Merah Remaja (PMR) sekolah dalam rangka mengurangi risiko bencana.

Kepala Sekolah SMPN 5 Banda Aceh, Muhammad Ali Abdullah,  mengatakan, Persami ini diikuti oleh pelajar 150 pelajar dari SMPN 5, SMPN 11, SMPN 7, dan SMPN 15 Banda Aceh. Keterlibatan beberapa SMPN ini, kata Muhammad Ali, untuk saling berbagi pengalaman mengenai praktek terbaik upaya mitigasi bencana di masing-masing sekolah. Selain itu, juga untuk  penguatan dasar kepramukaan secara bersama.

“Ke-150 pelajar ini akan mengikuti berbagai kegiatan di Persami, seperti hasta karya, mengenal kompas, tanaman dan peta lokasi, pertolongan pertama, hingga diskusi pemanfaatan gedung escape buliding sebagai sarana mitigasi bencana,” ujar Muhammad Ali dalam siaran persnya kepada Atjeh Post.

Sementara Kepala Divisi Advokasi Pendidikan dan Pelatihan TDMRC Unsyiah, Muklis A. Hamid, dalam siaran pers yang sama menambahkan, pengetahuan pengurangan risiko bencana sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk mengubah pemahaman komunitas sekolah tentang paradigma bencana. Pengetahuan tersebut, kata Muklis, bisa diintegrasikan pada kegiatan kepramukaan. Selain itu, pengetahuan ini juga sebagai penguatan kapasitas PMR dalam hal ketrampilan pertolongan pertama pada kecelakaan, cara membuat tandu sederhana, sekaligus menjadi pelatih untuk sesama (peer educator) di sekolah mereka masing-masing nantinya.

Persami ini turut didukung oleh  Asian Community Trust ( Sebuah lembaga non pemerintah dari Jepang yang fokus pada pengembangan kapasitas kesiapsiagaan bencana bagi murid, red), Koramil, Gerakan Pramuka Kwartir Aceh, dan warga desa setempat. []

  • Uncategorized

Leave a Reply