Tim WTN 2013: Transportasi Banda Aceh baik, tapi…

TIM Wahana Tata Nugraha 2013 dari Kementerian Perhubungan menilai perkembangan sarana dan prasarana transportasi Kota Banda Aceh, Jumat 31 Mei 2013. Tim turut mendengarkan presentasi yang disampaikan Muzakir Tulot selaku Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banda Aceh.

Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Wali Kota Banda Aceh, hari ini. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD Kota Banda Aceh.

Karlo Manik, salah satu Tim Penilai WTN 2013 mengatakan untuk sarana dan prasarana jalan serta jalur khusus bagi sepeda, pejalan kaki maupun penyandang cacat sudah cukup baik. Namun dari hasil pantauan di lapangan, kata dia, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki agar sarana dan prasarana tersebut dibenahi.

“Di sini kita menemukan adanya ruas jalan nasional dan provinsi yang masih dijadikan pelataran parkir. Harusnya secara aturan ini tidak boleh lagi dan kita berharap ini bisa dibenahi dengan memberikan solusinya,” kata dia.

Untuk marka, kata Karlo Manik, juga harus ditambah di beberapa kawasan seperti di Jalan Panglima Polim, sekitar Simpang Surabaya dan beberapa ruas jalan lainnya. Selain itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh yang selama ini telah mampu membenahi transportasi serta mensosialisasikan disiplin berlalulintas.

Selain itu, kata Karlo Manik, Tim Penilai WTN 2013 sangat tertarik dengan wacana penyediaan transportasi massal lantaran program tersebut dinilai efektif mencegah kemacetan.

“Diakui atau tidak, daya serap perekonomian negara saat ini sangat besar di bidang transportasi, dimana laju pertumbuhan kendaraan secara tidak langsung (akan) meningkatkan (mempengaruhi) penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak),” kata dia.

Pemerintah Pusat saat ini, kata dia, sudah berencana membangun sarana transportasi jalur evakuasi saat terjadinya bencana alam. Sarana itu turut dilengkapi peralatan pendukung terutama angkutan massal bagi masyarakat guna menghadapi bencana.

"Aceh sebagai daerah rawan bencana gempa dan tsunami akan menjadi prioritas pembangunan kawasan tranportasi untuk evakuasi bencana," katanya.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply