Tiga Tembakan di jidat yang menewaskan Osama

KISAH kematian Osama bin Ladin yang ditabalkan sebagai teroris nomor satu oleh Amerika Serikat kembali mencuat ke permukaan setelah salah satu anggota tentara pasukan khusus angkatan laut AS, SEAL, yang membunuh Osama berbicara ke media.

Sebelumnya, ragam kontroversi muncul soal kematian Osama, termasuk tentang jasadnya yang menurut Pemerintah Amerika telah dikubur secara islami di laut Pakistan. Bahkan, mencuat pula informasi yang menyebutkan Osama sebenarnya telah meninggal pada 2006.

Pada awal Mei 2011, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengumumkan tentaranya telah menembak mati Osama bin Ladin di sebuah rumah besar di Abottabad, tak jauh dari ibu kota Pakistan, Islamabad. Dua jasad lainnya yang tewas akibat pertempuran sengit itu adalah kurir.

Kedua kurir Osama itu sudah lama diintai pihak keamanan Amerika Serikat. Dua kurir ini merupakan orang kepercayaan dan bertugas dalam ring terdalam jaringan Osama. Hanya saja, selama ini belum pernah muncul cerita detail tentang penyerbuan yang menewaskan Osama.

Media Ingrgris Daily Mail para Senin 11 Februari 2013 memberitakan tentang keterangan salah satu tentara pasukan khusus angkatan laut AS, SEAL, yang ikut dalam penyerbuan itu.

Tentara yang menolak namanya ditulis itu membongkar kisah penyerbuan Osama dan akan dimuat di majalah Esquere Maret nanti. Ia hanya mengizinkan namanya disebut sebagai "Si Penembak."

Si Penembak mengatakan, penyerbuan ke persembunyian Osama di kota Abbottabad dilakukan oleh enam orang anggota SEAL dengan informasi dari seorang agen wanita CIA. Agen ini mengatakan "100 persen yakin Osama ada di lantai tiga rumah itu."

Saat menyerbu ke dalam, mereka kaget melihat Osama yang ternyata berbeda dari bayangan mereka selama ini. Perawakan Osama ternyata lebih tinggi dari mereka, kurus dengan jenggot pendek dan kepala botak.

Kata Si Penembak, Osama memegang istrinya, Amal, di depannya sebagai tameng. Saat itu keadaan gelap gulita. Osama hanya bisa mendengar suara, tidak bisa melihat.

Para penyerbu khawatir, Amal dilengkapi dengan bom yang siap meledak dan membunuh mereka semua. Osama membawa pistol. Pilihan satu-satunya adalah menembak kepalanya untuk membunuhnya dengan cepat.

Si Penembak langsung menarik pelatuk tiga kali. "Saya menembaknya dua kali tepat di jidat. Dor! Dor! Dia menggelepar di lantai di samping tempat tidurnya dan saya menembaknya lagi, Dor! di tempat yang sama," kata dia.

"Dia mati. Tidak bergerak. Lidahnya menjulur keluar. Saya menyaksikan nafas terakhirnya yang pelan. Jidatnya hancur, dengan luka terbuka yang lebar. Saya bisa melihat cairan otaknya keluar ke wajahnya," lanjutnya.

Drama pembunuhan ini hanya berlangsung selama 15 detik. Istri Osama langsung berteriak menuju ke suaminya. Para tentara AS harus mengikatnya ke tempat tidur agar bisa diam.

Si Penembak melihat anak Osama yang paling kecil, usianya sekitar dua atau tiga tahun, menyaksikan langsung pembunuhan ayahnya.

"Dia berdiri di samping tempat tidur. Saya tidak ingin menyakitinya, saya bukan orang barbar. Dia menangis karena kaget. Saya tidak ingin dia takut. Saya menggendongnya dan menaruhnya di samping ibunya," kata Si Penembak.

Setelah itu, jasad Osama disimpan rapat-rapat oleh AS dan dilarung ke laut. Foto-foto otopsi dan pelarungan Osama termasuk berkas yang sangat rahasia dan tidak diungkap ke publik. Pengadilan di AS juga memutuskan bahwa pemerintah AS berhak tidak mengungkapkan foto-foto tersebut dengan alasan kepentingan keamanan nasional.

Nama Osama bin Ladin sering disebut sebagai otak dari serangan mematikan di New York, Amerika Serikat pada 11 September 2001. Lahir di Arab Saudi pada 10 Maret 1957, Osama adalah pendiri organisasi Al-Qaidah, sebuah organisasi yang melakukan jihad dengan melancarkan teror.

Osama dituduh pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam beberapa kejadian, seperti 7 Agustus 1998, dia dituduh bertanggung jawab terhadap pengeboman Kedutaan Amerika di Kenya dan Tanzania pada 1998 yang menelan korban 224 orang tewas, 12 di antaranya warga AS.

Lalu, pada 13 Oktober 2000, kapal perusak AS USS Cole, salah satu dari kapal-kapal perang paling modern di dunia, hampir tenggelam setelah satu kapal kecil yang membawa bom menabraknya di Pelabuhan Aden, Yaman. Akibatnya, 17 awak kapal Amerika itu tewas. Usamah pun jadi tersangka utamanya. Terakhir, ia diyakini sebagai dalam penyerangan World Trade Centre di New York pada 11 September 2001

Kematian Osama disambut gembira masyarakat dan Pemerintah Amerika. Presiden Barrack Obama sendiri yang langsung mengumumkan kematian Osama tak lama setelah putra konglomerat Arab Saudi itu dipastikan tewas. "Keadilan telah dilakukan," kata Presiden Obama ketika itu. | YAS | DAILY MAIL | VIVA | TEMPO

  • Uncategorized

Leave a Reply