Tidur dengan Lampu Menyala di Malam Hari Bisa Berefek Kanker Lho!

Tak semua orang terbiasa tidur dengan suasana kamar yang remang-remang, sehingga lampu pun dibiarkan menyala sampai pagi. Nah, efek buruk dari kebiasaan ini disebut-sebut turut memengaruhi sel kanker lho.

Hasil penelitian baru-baru ini dalam jurnal Cancer Resarch mengungkapkan bahwa paparan cahaya di malam hari, yang kemudian menurunkan produksi hormon melatonin, membuat sel kanker payudara semakin kuat dan mampu bertahan terhadap Tamoxifen, obat kanker payudara yang telah digunakan secara luas.

"Tingkat melatonin tinggi di malam hari membuat sel-sel kanker payudara 'tidur' dengan mematikan mekanisme pertumbuhan utama mereka. Namun ketika lampu menyala dan jumlah melatonin menurun, sel-sel kanker payudara 'bangun' dan tidak terpengaruh oleh Tamoxifen," ujar salah seorang peneliti dari Tulane University, AS, David Blask.

Untuk membuktikan teori ini, para peneliti mengamati pengaruh melatonin pada efektivitas Tamoxifen dalam melawan sel kanker payudara manusia yang ditanamkan pada tikus.

Menurut Blask, hasil temuan ini berpotensi besar membantu wanita yang tengah dalam pengobatan kanker untuk memerhatikan penggunaan lampu saat tidur. Bahkan tak cuma dari lampu tidur, paparan cahaya di malam hari ini juga bisa didapat dari laptop atau gadget lainnya.

Selain itu, studi lain juga menyebutkan bahwa lampu yang menyala sepanjang malam juga berhubungan dengan risiko obesitas dan kelebihan berat badan pada seseorang.

Sebuah penelitian yang dilakukan Institute of Cancer Research di London menunjukkan bahwa perempuan cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar jika tidur dengan lampu terang benderang. Kesimpulan itu ditarik setelah para ilmuwan meneliti 113.000 orang.

"Dalam kelompok besar ini, ada kaitan antara paparan cahaya di malam hari dengan kelebihan berat badan dan obesitas," kata salah seorang peneliti, Prof Anthony Swerdlow, seperti dikutip dari BBC News, Jumat (5/12/2014).| sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply