Thaliban Aceh: Banyak Dayah Berbasis Teknologi Informasi

Ketua Rabithah Thaliban Aceh Tgk Hasbi Albayuni menjelaskan, saat ini banyak dayah (pondok pesantren) di provinsi itu sudah berbasis teknologi dan informasi (TI).

“Karenanya tidak benar jika masih ada anggapan yang menyebutkan lembaga pendidikan nonformal tersebut dengan sebutan misalnya orang sarungan, dan pemikiran masa lalu,” katanya di Banda Aceh, Jumat.

Dayah sekarang sudah berkembang sedemikian jauh dengan mengadopsi berbagai perubahan sosial dan modernitas. “Sudah banyak dayah berbasis IT, kewirausahaan, dan pengembangan lingkungan,” katanya menambahkan.

Dayah, Hasbi menjelaskan doktrin utamanya adalah melestarikan nilai lama yang baik dan mengembangkan nilai baru yang lebih baik.

Tgk Hasbi juga menjelaskan bahwa Rabithah Thaliban Aceh menjelaskan Pemerintah Aceh perlu untuk membuat program spesifikasi ilmu-ilmu dayah, sehingga lahirlah dayah khusus tafsir hadist, dayah “tauhid wat tashawuf, dayah da’wah wal lughah, dayah tajwid wat tahfizhil qur-an”.

Dayah juga menjadi penyangga bagi pendidikan karakter bangsa, sebab lembaga ini mendidik agar santri mencintai negara dan bangsanya.

“Itulah sebabnya kita tetap berharap di tengah isu tentang terorisme, radikalisme agama, penyebaran aliran sesat dan pemikiran sesat dan lainnya, maka dayah dengan watak dasarnya sebagai pengembang Islam, tetap bisa bertahan terhadap kesatuan dan persatuan bangsa dengan meletakkan Islam dalam bingkai keindonesiaan,” katanya menjelaskan.

Melalui peran itu, maka bangsa ini akan merasa tenang sebab pilar penting di dalam pendidikan untuk generasi yang akan datang ternyata diisi oleh orang yang tepat.

“Harus diketahui bahwa generasi emas Indonesia tidak akan kehilangan momentumnya melalui pendidikan dayah,” kata Tgk Hasbi Albayuni.| sumber: antaranews.com

  • Uncategorized

Leave a Reply