Tersangka Perampasan Emas Mengaku Sudah Lima Tahun Beraksi

NURHAFIFAH, 29 tahun, tersangka perampasan emas anak-anak di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara mengaku jika aksi itu sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Ia berdalih hal itu untuk membantu menyokong ekonomi keluarganya.

Ditemui di ruang penyidik Polsek Lhoksukon, kepada atjehpost.co, Nurhafifah mengaku aksi perampasan emas itu sudah lama dilakukan, tepatnya sejak lima tahun lalu. Namun demikian, ia mengakui suami tidak mengetahui pekerjaan yang ia lakoni selama ini.

“Ya, saya sering merampas emas anak-anak di sekolah-sekolah dan tempat lain. Sudah lama, sudah lima tahun saya lakukan. Suami tidak pernah tahu karena sibuk bertani, pergi pagi pulang malam. Selama ini saya selalu minta izin sama suami, saya katakan mau ke rumah mamak (orangtua-red),” ujarnya.

Dikatakan ibu anak empat itu, ia kerap melakukan aksinya dengan cara mengakrabkan diri dengan korbannya.

“Saya ajak anak-anak itu mengobrol dulu, baru saya ambil emasnya. Beberapa waktu lalu saya juga ada ambil emas anak-anak di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon. Emas itu saya bawa ke Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye dan saya jual seharga Rp 800ribu,” katanya.

Sebelumnya, Nurhafifah (29) warga Desa Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur ditahan di MIN Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa 16 Desember 2014 sekitar pukul 12.15 WIB. Ibu empat anak itu merupakan tersangka perampasan emas anak-anak di Kota Lhoksukon.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply