Terkait Perilaku Bea Cukai, Kadin: Pemda harus Lapor Presiden

Terkait Perilaku Bea Cukai, Kadin: Pemda harus Lapor Presiden

LHOKSEUMAWE – Perilaku diskrimasi  oknum aparat Bea Cukai Lhokseumawe di Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara harus dihentikan. “Kita minta Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe (Pemda) menyurati Presiden dengan tembusan ke Menko Perekonomian dan Gubernur Aceh,” kata Wakil Ketua Kadin Aceh Utara Terpiadi A. Majid kepada portalsatu.com, Rabu, 22 Juli 2015.

Terpiadi menilai perilaku diskriminasi ini mencederai program pemerintah Jokowi- JK dengan tol laut. Begitu juga fokus Presiden untuk memangkas birokrasi di pelabuhan.

“Upaya Presiden memangkas ekonomi biaya tinggi tidak digubris Bea Cukai Lhokseumawe. Mereka terkesan masih dengan perilaku lama dan ingin memeras pengusaha,” ujar Terpiadi.

Menurut Terpiadi, kasus ini harus segera ditindak lanjuti. Karena bea cukai intansi vertikal maka seharusnya secepat mungkin Bupati Aceh Utara dan Wali Kota Lhokseumawe melapor ke Presiden.

“Kita prihatin cara-cara begini, karena salah satu indikator suksesnya pemerintah adalah dengan lancarnya perdagangan. Tapi kalau dihambat bagaimana mungkin perbaikan kesejahteraan akan terjadi, makanya pemerintah pusat harus tahu,” kata Terpiadi.

Terpiadi minta pemerintah pusat menempatkan aparatur yang benar di Aceh. “Perilaku bea cukai di Pelabuhan Krueng Geukueh mencederai perdamaian Aceh, pelabuhan itu amat penting untuk pemberdayaan ekonomi, dan ini poin penting dalam perdamaian,” ujarnya.

Ia berharap ada langkah segera dari pemerintah untuk mengatasi
persoalan ini, sebelum pengusaha menghentikan aktivitas bisnis melalui
pelabuhan. Geliat Pelabuhan Krueng Geukueh harus menjadi perhatian
semua pihak demi perbaikan ekonomi Aceh.

“Pihak-pihak yang menghambat harus diluruskan, Pemerintah Aceh harus pro-aktif menyelesaikan persoalan ini dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tegas Terpiadi.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Kadin Aceh Utara Terpiadi A. Majid mengkritik perilaku aparat bea cukai di Pelabuhan Krueng Geukeuh. “Terjadi diskriminasi dengan membedakan tarif dan proses bongkar antar-pengusaha,” ungkapnya. (Baca: Kadin Nilai Bea Cukai Lhokseumawe Diskriminasi).[]

Foto ilustrasi pelabuhan.

Leave a Reply