Terkait Pemilu, Ketua DKPP: Aceh Perlu Dapat Perhatian

BAWASLU dan KPU mencatat beberapa provinsi yang menjadi titik rawan baik kecurangan maupun kekerasan dalam Pemilu 2014. Ada 4 provinsi yang disebut rawan tersebut, yaitu Aceh, Papua, Maluku Utara dan Lampung.

"Kami catat titik rawan misal pada saat penghitungan suara maupun saat rekapitulasi suara. Baik KPU, Bawaslu sudah deteksi dan sudah melakukan upaya khusus supaya tak terjadi kecurangan," kata ketua DKPP Jimly Asshiddiqie.

Hal itu disampaikan saat jumpa pers bersama Bawaslu dan KPU di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakpus, Kamis (3/4/2014).

"Kami sudah ketahui daerah-daerah rawan itu di Aceh, Papua, Maluku Utara, Lampung dengan berbagai macam sebab. Jadi kami sudah siapkan dan antisipasi daerah-daerah yang mengandung masalah itu," imbuhnya.

Menurut Jimly, dengan adanya titik rawan itu maka sebetulnya pemilu tidak sepenuhnya sempurna, ada beberapa kekurangan seperti daerah-daerah rawan tadi.

"Secara umum Aceh yang perlu dapat perhatian. Tentu KPU tidak bertanggungjawab untuk keamanan, tapi koordinasi," ujarnya.

"Tapi kita berkeyakinan pemilu 2014 ini lebih baik dari pemilu lalu," tegas Jimly.

Jimly dalam kesempatan itu juga menegaskan TNI/Polri harus netral dan mendukung pemilu 2014. Justru peran mereka dibutuhkan dalam antisipasi kerawanan dalam pemilu.

Soal potensi kecurangan dalam rekapitulasi hasil suara, Jimly mengatakan paling rawan berada di tingkat di bawah kabupaten yaitu Kecamatan (PPK) dan Kelurahan (PPS).[] sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply