Terkait Din Minimi, Pemerintah Aceh Diminta Introspeksi

PEMERINTAH Aceh diminta melakukan evaluasi dan introspeksi terkait kemunculan Din Minimi di media sambil memegang senjata api.

"Harus disadari bahwa munculnya Din Minimi dan kelompok bersejata lain tidak terlepas dari kondisi perekonomian Aceh yang semakin sulit," kata Fakhrulradhi, pengurus Himpunan  Mahasiswa Islam (HMI) Aceh kepada ATJEHPOSTco, Senin, 13 Oktober 2014.

Itu sebabnya, kata Fakhrul, Pemerintah Aceh harus menyikapinya dengan bijaksana.
 
Ia menambahkan, munculnya kelompok bersenjata di tengah situasi Aceh yang sedang damai tidak terlepas dari pola distribusi sumberdaya terbatas pada sekelompok orang, terutama mereka yang berasal dari lingkaran keluarga pucuk pimpinan di Pemerintah Aceh.

"Azas kekeluargaan sangat tinggi. Hanya keluarga dan kolega tertentu yang menikmati kesejahteraan dari pemerintah saat ini” kata Fakhrul.

Itu sebabnya, Fahrul berharap Pemerintah Aceh segera berbenah sebelum muncul kelompok lain yang mengekspresikan rasa tidak puas dengan caranya sendiri.

“Gerakan Abu Minimi ini tidak boleh dihadapi dengan senjata atau kekerasan, karena masyarakat Aceh sudah jenuh dan bosan dengan konflik. Karen itu, buka ruang komunikasi kepada kelompok Din Minimi sehingga menemukan kesepakatan bersama, mereka juga masyarakat Aceh” harap Fakhrul Radhi yang juga direktur Universitas Of Ideas.[]

Ikuti perkembangannya dalam topik:
#Perlawanan Din Minimi

  • Uncategorized

Leave a Reply