Terdakwa Pidana Mati Kasus Ganja, Dihukum 18 Tahun Penjara di Sigli

SIGLI – Hakim Pengadilan Negeri Sigli menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara terhadap terdakwa kepemilikan ganja seberat 356 Kilogram, Kamis 1 November 2012. Kedua terdakwa tersebut yaitu, Wahyu Arifin, 25 tahun, warga Jakarta dan Agus Cahaya, 21 tahun, warga Palembang.

Hukuman yang diberikan hakim tersebut jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum atau JPU yang meminta terdakwa dihukum mati atas perbuatannya.

Keputusan ini dikeluarkan Sidang Majelis Hakim nomor 138/Pid.B/2012.PN SIGLI. Hukuman yang diberikan sidang hakim ini, dipotong masa tahanan dan diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar atau diganti dengan 6 bulan kurungan, serta membayar biaya persidangan sejumlah Rp 2.500.

Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua, Said Khadimsyah didampingi oleh Muhammad Kasim dan Maimunsyah sebagai Hakim Anggota tersebut, digelar sekira pukul 14.45 WIB.

Menurut Majelis Hakim, hal yang memberatkan terdawa akibat ulah terdakwa dapat merusak generasi penerus bangsa. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sebelumnya tidak pernah berurusan dengan hukum, bersikap sopan dalam persidangan dan kedua terdakwa masih berusia muda.

Melalui penasehat hukum terdakwa, Sanusi Ahmad menyatakan menerima putusan vonis Majelis Hakim. Sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir dulu.

Sementara terkait barang bukti berupa satu unit truk diesel warna kuning yang digunakan terdakwa, Penasehat Hukum terdakwa, Sanusi Ahmad yang ditemui ATJEHPOSTcom usai persidangan mengatakan akan mengajukan keberatan dalam waktu dekat.

"Karena truk tersebut bukan milik terdakwa akan tetapi milik orang lain," ujarnya.

Sesuai dengan Pasal 101 Undang-Undang Narkotika, kalau ada pihak ketiga punya itikad baik terhadap barang bukti, masih dimungkinkan mengajukan keberatan dalam waktu 14 hari setelah adanya putusan.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply