Terdakwa Kasus Dugaan Terorisme Dituntut Tiga Tahun Penjara

LHOKSUKON – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut M Jhoni (28 tahun) dengan tiga tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis 29 November 2012 sekitar pukul 10.35 WIB.

M Jhoni menjadi terdakwa dalam kasus dugaan terorisme yang melibatkan terdakwa lainnya, Vikram alias Ayah Banta, yang saat ini masih menjalani persidangan di Jakarta atas kasus serangkaian aksi penembakan di Aceh.

Kasus penembakan itu sendiri terjadi pada akhir 2011 dan awal 2012. Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Abdul Aziz SH, M. Hum, dengan hakim anggota T Almadyan SH, MH dan Wishnu SH.

Hadir sebagai panitera pengganti Safriadi SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dahnir, SH. Sedangkan terdakwa M Jhoni hadir didampingi kuasa hukumnya, Hendri Bangun SH. Dalam tututannya, JPU menyatakan, terdakwa M Jhoni dituntut dengan Pasal 13 huruf b dan huruf c UU No 15/2003 tentang tindak pidana terorisme, karena telah menyembunyikan terdakwa Vikram alias Ayah Banta (45), terdakwa lainnya dalam kasus yang sama namun disidangkan di Jakarta.

Menanggapi tuntutan dari JPU, Hendri Bangun SH selaku kuasa hukum M Jhoni mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu berkas tuntutan tersebut.

“Terkait keberatannya akan kita ajukan pada sidang mendatang,” ujarnya.

Sidang dilanjutkan Senin 10 Desember 2012 mendatang dengan agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply