Tenaga medis di Langsa dibantai perampok

SURYANI, 38 tahun, bidan di Rumah Sakit Umum Daerah Langsa, kritis akibat dibantai oleh dua pria yang diduga ingin merampok di rumah korban, Gampong Meurandeh Aceh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Minggu malam tadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolres Langsa AKBP Hariadi melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Firdaus kepada ATJEHPOSTcom, Senin, 25 Maret 2013, membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, perampokan itu berawal ketika datang Dewi Yuliana, 26 tahun, warga Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, ke rumah korban sekitar pukul 19.30 WIB.

“Karena antara korban dan Dewi sudah saling kenal maka korban tidak  merasa curiga. Layaknya teman maka keduanya pun saling berbincang-bincang, lalu sekitar pukul 20.00 WIB salah seorang anak korban pulang ke rumah, namun sesaat kemudian anak itu pergi lagi,” kata Firdaus.

Setelah anak korban keluar rumah, kata Firdaus, Dewi juga pergi dari rumah Suryani. Tak lama kemudian datang Supriadi, 24 tahun, pedagang sate yang merupakan suami Dewi. Supriadi datang bersama adik Dewi, Rizal, 25 tahun, juga warga Gampong Teungoh.

“Kedua tersangka ini (Supriadi dan Rizal) masuk ke rumah korban melalui pintu depan dan langsung masuk ke kamar korban. Lalu keduanya membantai korban dengan pisau dapur, sehingga korban bersimbah darah karena mengalami enam luka tusukan pada bagian kepala,” ujar Firdaus.

Kedua pelaku, kata Firdaus, kemudian bergegas pulang ke rumahnya untuk mengemas baju, lalu melarikan diri yang diperkirakan ke arah Sumatra Utara.

“Beberapa menit kemudian dua anak korban pulang, saat melihat ibunya bersimbah darah mereka berteriak minta tolong pada warga sekitar, lalu warga pun berdatangan ke rumah korban yang selanjutkan diberitahu kepada aparat Polres Langsa. Korban dalam kondisi kritis langsung dibawa ke Rumah Sakit Langsa,” katanya.

Firdaus menyebutkan saat kejadian suami korban tidak ada di rumah. Kata dia, tujuan Dewi datang ke rumah korban diduga untuk memastikan bahwa di rumah Suryani sedang tidak ada siapa pun selain korban.

“Makanya suami Dewi dan adiknya datang ke rumah korban setelah Dewi ke luar dari rumah korban, artinya keluarnya Dewi dari rumah korban memberikan kode bahwa di rumah korban tidak ada siapa-siapa,” katanya.

Polisi kemudian bergerak cepat menggali informasi tentang siapa yang datang ke rumah korban pada malam itu. Hasil penyelidikan, kata Firdaus, pihaknya mencurigai bahwa pelaku pembantaian itu adalah Dewi atau suaminya, Supriadi yang sehari-hari dikenal sebagai tukang sate.

“Pagi tadi sekitar pukul 10.00 (Senin 25 Maret 2013), petugas menyaru sebagai pembeli sate, kemudian petugas berhasil menangkap tersangka Dewi di sekitar rumahnya. Lalu kita geledah rumahnya dan ditemukan dua pisau dapur yang diduga dipergunakan untuk membantai korban,” ujar Firdaus.

Sejauh ini, kata Firdaus, pihaknya belum bisa memastikan harta benda jenis apa saja milik korban yang dirampok oleh tersangka. Sebab polisi belum dapat meminta keterangan Suryani yang masih dirawat intensif di rumah sakit. Namun berdasarkan pengakuan tersangka Dewi kepada penyidik, tersangka Supriadi dan Rizal mengambil emas milik korban.

Akibat perbuatanya turut serta dalam perampokan dan percobaan pembunuhan itu, tersangka Dewi dijerat pasal 365 ayat 2 jo 55, 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun penjara. Sedangkjan Supriadi dan Rizal masih buron.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply