Telkomsel Dipailitkan, Tifatul Berkaca dari Lepasnya Indosat

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring berharap agar Telkomsel lepas dari vonis pailit. Untuk itu, Tifatul mengaku dirinya telah menelepon Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Saya sudah telpon Pak Dahlan, bahwa masalah ini serius. Ya, Pak Dahlan koordinasi dengan Telkomsel secara intensif," ujar Tifatul.

Hal ini diungkapkan Tifatul usai menghadiri Sosialisasi Perpres No. 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) Jangka Panjang 2012-2015 dan Jangka Menengah 2012-2014 di Gedung Bappenas Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2012).

Tifatul menyayangkan jika Telkomsel sampai pailit. Menurutnya, kondisi Telkomsel saat ini tidak layak untuk pailit.

"Pelayanannya masih bagus, pelanggannya juga masih banyak. Kalau dari keuangan juga masih aman. Keputusan ini mengagetkan semua orang. Gak cuma saya kan?" lanjutnya.

Untuk itu, dia memberi alternatif vonis selain pailit. "Vonisnya, misalnya bayar paksa gitu, ya bayar saja. Kan keputusannya bukan satu-satunya pailit. Misalnya pengadilan atau MA vonis bayar paksa dengan denda. Ya bayar saja," ujar Tifatul.

Selain itu, Tifatul juga mengingatkan agar Telkomsel perlu dilindungi, mengingat pengalaman lepasnya Indosat dari genggaman milik nasional.

"Saya hanya ingin membela bahwa ini merah putih. Itu saja. Kepada MA, kita juga ingatkan. Indosat dulu juga kita sayangkan. Apakah ini (Telkomsel) akan dilepas lagi, kan tidak mungkin," tuturnya.

Meski telah mengingatkan Dahlan Iskan tentang betapa seriusnya masalah ini, Tifatul mengaku tak memberikan usul atau saran apapun. "Ya gak perlu, sudah pinter kok (Dahlan Iskan-red.)," pungkasnya.

Telkomsel sendiri merupakan operator yang memiliki jumlah pelanggan seluler terbesar di Indonesia, dengan komposisi kepemilikan saham 65% milik Telkom dan 35% SingTel, Singapore.

Sementara Indosat, menurut catatan Wikipedia, tercatat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 1980. Dimana saat itu seluruh sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia.

Hingga pada akhir tahun 2002, pemerintah Indonesia menjual 41,94% kepemilikan saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia. Dengan demikian, Indosat menjadi milik asing.

Pada bulan November 2003, Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator selular terbesar di Indonesia

Pada 1 Maret 2007, STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.

Berlanjut pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar Telecom secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara pemerintah Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.

Sampai akhirnya, pada tahun 2009, Qatar Telecom menguasai 65% saham Indosat melalui tender offer, dengan memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik. | sumber: detik

  • Uncategorized

Leave a Reply