TDMRC Resmikan Rumah Riset Tahan Gempa

BANDA ACEH – Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala meresmikan Rumah Riset Tahan Gempa pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2012 di halaman kantor TDMRC di Jl. Tgk. Abdur Rahman Gampong Pie Meuraxa Ulee lheue Banda Aceh.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan lembaga pemerintah di tingkat Provinsi dan Kabupaten, perwakilan LSM, akademisi dan pemerhati penanggulangan bencana. Turut hadir juga Profesor Masyhur Irsyam sebagai Ketua Tim 9 Penyusun Revisi Peta Zonasi Gempa Indonesia. Rumah riset tahan gempa ini merupakan bagian dari kegiatan Disaster Risk Reduction for Aceh yang didanai oleh Multi Donor Fund/UNDP.

Dr. Ir. Abdullah, M.SC selaku pemimpin rumah riset tahan gempa ini mengatakan bahwa ide pembuatan rumah riset tahan gempa ini diinspirasi oleh keadaan yang beliau lihat pada saat pembuatan rumah bantuan masa rehab-rekon tsunami banyak sekali bahan bangunan yang mahal dan harus dikirim dari luar. Jadi inilah yang membuat tim Riset TDMRC  ingin menciptakan sendiri bahan bangunan.

Kalau biasanya beton yang digunakan untuk membuat rumah biasa memiliki berat 2,4 ton/meter kubik, namun beton yang ditemukan Dr. Abdullah ini memiliki berat jenis hanya 1,2 ton/meter kubik. Jadi material konstruksi ini hampir setengahnya lebih ringan dari beton biasa, katanya.

Rumah riset tahan gempa ini merupakan salah satu dari beberapa produk penelitian kebencanaan yang digagas oleh TDMRC melalui kegiatan Peer group  risetnya. Pada saat ini terdapat 12 Peer Group Peneliti kebencanaan yang meneliti tidak saja dari segi ancaman, namun juga meneliti bagaimana menurunkan kerentanan masyakarat dan wilayah terhadap bencana.

Rumah Riset tahangempa ini diresmikan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Dr. Darni M Daud, MA. Dalam sambutannya Darni mengatakan, ”Kita bisa bangkit dengan langkah-langkah yang interaktif dan inovatif. Hampir setiap minggu gempa terjadi di Aceh. Namun terkadang ada yang tidak terasa oleh kita. Nah, untuk itu kita butuh bangunan rumah yang harus kita persiapkan yang tahan gempa dan bisa menjaga penghuni rumahnya. Jadi kami keluarga besar Unsyiah menyambut baik dan memberikan apresiasi yang besar kepada lauching rumah riset tahan gempa ini.”

Dalam kesempatan yang sama Direktur TDMRC, Dr. Ir. M. Dirhamsyah mengungkapkan bahwa TDMRC bertekad memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah dalam bidang penanggulangan bencana berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi sembari berujar, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai riset”.

Yang tidak kalah menariknya adalah presentasi yang disampaikan oleh Prof Masyhur Irsyam yang menyatakan beberapa kekhawatiran terhadap potensi gempa darat yang ada di Indonesia termasuk di Aceh. Hal penting yang menurut beliau perlu diwaspadai adalah tidak bergeraknya patahan Aceh dan Seulimum dalam kurun waktu yang cukup lama. Ini mungkin saja indikasi bahwa patahan tersebut telah menyimpan energi yang cukup besar dan berpotensi memicu gempa daratan yang besar.

Oleh karena itu upaya mitigasi bencana termasuk rumah tahan gempa yang digagas oleh TDMRC adalah hal penting yang perlu ditindaklanjuti agar upaya melindungi masyarakat di kawasan rawan gempa ini akan semakin optimal.

  • Uncategorized

Leave a Reply