Tarmizi Karim; Memimpin Aceh Tidak Bisa Single Fighter

Tarmizi Karim; Memimpin Aceh Tidak Bisa Single Fighter

BANDA ACEH – Mantan Pejabat Gubernur Aceh, Tarmizi A Karim, mengatakan jika dirinya masih punya kesempatan untuk membangun Aceh. Hal itu disampaikan Tarmizi, yang juga Irjen Kemendagri di acara silaturrahmi dengan pengurus DPD KNPI Provinsi Aceh di sekretariat KNPI Aceh di Banda Aceh, Sabtu, 25 Juli 2015.

Menurutnya, pembangunan Aceh bisa dibangun kalau generasi muda terlibat dalam proses pembangunan, kalau tidak jangan harap. “Saya hadir di sini punya sebuah perasaan kalau Aceh mau kita bangun sama-sama dalam middle management,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika ingin membangun Aceh ke depan, ia akan mengajak untuk mengatur barisan ke middle management atau manajemen tingkat menengah.

Tarmizi juga mengatakan, yang menggerakkan pembangunan adalah Satuan Kerja Pemerintah Daerah. “SKPD adalah orang yang akan menggerakkan pembangunan, bukan gubernur, bukan wakil gubenur, bukan asisten, bukan sekda. Itu tergantung dari pada kualifikasi SKPD,” ujarnya.

Middle managemen kita perbaiki, itu cita-cita saya,” ujarnya lagi.

Jika dirinya diberi kepercayaan oleh masyarakat, ia ingin menggerakkan teknokrasi yang berbasis kesejahteraan. “Agama, pendidikan dan budaya perlu kita dukung,” ujarnya.

Kedepan, ia mengatakan persoalan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) harus sudah selesai.

Tarmizi mengatakan dalam memimpin Aceh tidak bisa sendiri. “Tidak bisa lagi menjadi pemimpin itu single fighter, itu tidak bisa, tapi membangun Aceh yang diperlukan adalah sinergisitas, kolaborasi, itu yang dibutuhkan,” kata Tarmizi A Karim.

“Kalau kita menjadi pemimpin ke depan, pemimpin yang bisa mengayomi semua energi yang ada. Generasi muda, tokoh ulama, semua stakeholder yang ada harus kita rangkul,” ujarnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan untuk membangun Aceh adalah keseimbangan dalam pembangunan di seluruh Aceh. “Sekarang ini yang terjadi di Aceh adalah pergantian SKPA, rebut merebut kekuasaan,” ujarnya lagi.

Karena berbagai pertimbangan, ia merasa bisa berkontribusi untuk mambangun Ace ke arah yang lebih baik. “Saya berfikir, saya bisa memberikan share di sana untuk menuju perbaikan untuk masa yang akan datang dan itu adalah tekad saya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya sudah 33 tahun terlibat dalam pembangunan. “Saya diberikan kesempatan belajar tentang pembangunan, berkiprah dalam pembangunan, diberikan amanah dan bermacam-macam,” ujarnya lagi.[] (ihn)

Foto: Tarmizi A. Karim @antaranews

Leave a Reply