Taqwwaddin Bicara Sejarah Pembentukan Ombudsman

Taqwwaddin Bicara Sejarah Pembentukan Ombudsman

BANDA ACEH – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin mengatakan telah menerima 299 laporan dari berbagai pihak sejak 2013 hingga 2014. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan perwakilan Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Al Muslim, di kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Banda Aceh, Selasa, 21 April 2015 kemarin.

“Lebih dari 60 persen telah mendapat penyelesaian,” ujarnya.

Selain itu, Ombudsman juga telah mendapat 67 laporan terkait pelayanan publik di tahun 2015 ini.

Kunjungan rombongan FISIP Universitas Al Muslim, Bireuen, tersebut guna mengadakan kerjasama dengan Ombudsman RI Perwakilan Aceh. Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unimus, Rahmad dalam pertemuan dengan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Aceh, Taqwaddin Husin.

“Kerja sama ini penting mengingat keberadaan dan peran Ombudsman RI dengan kewenangannya sebagai lembaga negara penegak hukum administrasi dan pengawas penyelenggaraan pelayanan publik selaras dengan tujuan dari keberadaan FISIP, khususnya prodi Administrari Negara,” ujar Rahmad.

Selain itu, pertemuan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan field trip/study tour mahasiswa FISIP Unimus ke Ombudsman RI. Ia juga mengatakan, kunjungannya untuk mengetahui dan mengenal langsung kantor dan mekanisme kerja Ombudsman.

“Sebagai lembaga Negara yang baru hadir di Aceh, para mahasiswa sangat antusias untuk mengetahui Ombudsman lebih jauh secara dekat. Insya Allah bulan depan akan hadir mahasiswa unit lain untuk kegiatan yang sama,” katanya.

Menyikapi hal ini, Taqwaddin mengatakan, sejarah pembentukan Ombudsman berasal dari masa Khalifah Umar bin Khattab, yang sangat peduli dan peka dengan keluhan dan kondisi rakyatnya.

“Kemudian berlanjut ke masa Turki Usmani, baru selanjutnya diadopsi oleh Swedia,” kata Taqwaddin.[](bna)

Leave a Reply