Tanggapan Akademisi Unsyiah Soal Jabatan Rektor

BANDA ACEH – Pakar hukum dari Universitas Syiah Kuala Taqwaddin mengatakan jika ada kekosongan jabatan rektor maka secara struktural harus ada yang menggantikan.

"Secara strukural ketika ada kekosongan jabatan maka harus ada yang menggantikan. Apakah dalam bentuk SK (Surat Keputusan) atau sekedar nota kepada pemangku jabatan," ujar Taqwaddin saat dihubungi The Atjeh Post, Kamis 29 Maret 2012.

Menurut Taqwaddin, soal status hukumnya, jika pemangku jabatan kosong, rektor bisa memberi nota kepada pembantur rektor dalam hal ini Pembantu Rektor I Samsul Rizal.

"Contoh kalau Rektor sakit, keluar negeri, Rektor bisa memberi nota kepada Purek I (Pembantu Rektor) untuk menjalankan tugas fungsional tersebut. Tapi saya belum liat isi notanya," ujar Dosen Fakultas Hukum dan FISIP Unsyiah ini.

Sedangkan Kepala Hubungan Masyarakat Unsyiah, Abdul Wahab Abdi, ketika ditemui mengatakan ia tidak tahu persis proses pengalihan jabatan dari Rektor Darni ke Pembantu Rektor I Samsul Rizal.

"Kita tidak memegang SK (Surat Keputusan) apa-apa. Untuk yang lebih jelasnya Pak Darni Daud pernah bilang kalau posisinya sementara nonaktif selama kampanye dan bila selesai akan bertugas kembali," ujar Wahab saat dihubungi, Kamis 29 Maret 2012.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply