Tak Rela Rekannya Dipukul, Warga Sambangi Polsek Pante Ceureumen

MEULABOH – Puluhan warga Gampong Lawet Kabupaten Aceh Barat bertandang ke kantor Polsek Pantee Ceureumen sekira pukul 17.30 WIB pada Jumat 27 Juli 2012.

Menurut keterangan yang diperoleh di lapangan, kedatangan massa ini guna melampiaskan kekesalan mereka pada Syekh Muslim salah seorang warga Gampong Pantee Ceureumen.

Syekh yang berprofesi sebagai buruh harian lepas di perusahaan tambang emas PT Kharismatik Unggul Sentosa tersebut, disebut-sebut telah melakukan penganiayaan terhadap Hasan Basri, warga Gampong Lawet.

Kapolsek Pante Ceureumen, Ipda Lahmuddin Keunot kepada The Atjeh Post mengatakan kasus tersebut berawal saat Hasan dan Syekh yang sedang duduk di salah satu kedai di Gampong Pantee Ceureumen, terlibat cekcok mulut.

Konflik keduanya, dipicu oleh Hasan yang mengatakan Syekh yang bertingkah seperti preman. Mendengar kata-kata Hasan, kata Lahmuddin, Syekh berang dan memukul bagian wajah Hasan.

Setelah perkelahian itu, pihak Polsek membawa ke duanya ke kantor polisi guna meminta keterangan lebih lanjut dari kejadian tersebut.

Kedatangan warga ke Polsek Pantee Ceureumen sempat memanas karena massa mendesak agar pihak polisi mengizinkan mereka untuk membalas perlakuan Syekh Muslim.

"Kalau itu diizinkan sama dengan mengizinkan adanya hukum rimba," ujar Lahmuddin kepada warga.

Mendapat penjelasan tersebut, warga pun minta kasus tersebut di usut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku. Sampai saat ini, kata Lahmuddin, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan dan Hasan sendiri sudah di bawa ke Puskesmas Pante Ceureumen guna di visum.

Kata Lahmuddin, pihaknya masih mempertimbangkan untuk menjerat pelaku dengan pasal 351 tentang penganiayaan, sesuai dengan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) karena tidak terlihat memar di wajah korban.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply