Tak Miliki Dokumen, Petugas Imigrasi Tahan Warga Rohingya Saat Jenguk Istri di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Petugas Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) pada Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe menahan Mohamed Khan bin Roshid Ahmad, 38 tahun, warga Myanmar dari etnis Rohingya lantaran tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah.

Mulanya, Mohamed Khan ditangkap aparat Polsek Dewantara, Aceh Utara, saat menjenguk istri dan tiga anaknya yang tinggal di Krueng Geukuh, Dewantara, Aceh Utara pada Rabu 9 Januari 2013.

Polisi menangkap Mohamed Khan setelah menerima informasi dari warga bahwa di sana ada imigran gelap. Lalu, polisi menyerahkan warga Rohingya ini ke Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Staf Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, Suhartono, saat ditemui sejumlah wartawan, siang tadi, Senin 14 Januari 2013, membenarkan hal itu.

Kata Suhartono, Mohamed Khan ditahan lantaran tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah dari otoritas Republik Indonesia.

“Dia hanya mengantongi kartu UNHCR (Lembaga PBB untuk pengungsi) Malaysia yang hanya berlaku di Malaysia, tidak berlaku di Indonesia. Sekarang dia kita amankan untuk diproses sesuai peraturan keimigrasian,” kata Suhartono.

Imigrasi Lhokseumawe telah memberitahukan hal itu ke UNHCR Perwakilan Medan dan Jakarta. Tapi, kata Suhartono, sampai sekarang belum bisa dipastikan apakah Mohamed Khan akan dideportasi atau tetap ditahan di Lhokseumawe. Yang jelas, kata dia, pihaknya masih menunggu informasi dari UNHCR.

Menurut Suhartono, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa sebelum ditangkap polisi, Mohamed Khan sudah sepekan berada di rumah istrinya di Krueng Geukuh. Kabarnya, sebelum sampai ke Krueng Geukuh, dia menumpang kapal boat dari Malaysia ke Medan. Setelah dua hari di Medan, menumpang bus ke Lhokseumawe.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply