Tak Ada Tanggul, 11 Desa di Matangkuli Direndam Banjir

MATANGKULI – 11 Desa di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, terendam banjir kiriman karena meluapnya air sungai, Kamis (5/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Musibah itu diperparah akibat tidak adanya tanggul penahan di sayap kanan Krueng Keuretoe.

Pantauan The Atjeh Post di lokasi, desa yang terendam meliputi Desa Cibreik, Lawang, Alue Thoe, Hagu, Siren, Meuria, Teumpok Barat, Meunasah Mee, Desa Cibrek Pirak dan sebagian Desa Alue Entok di Kecamatan Matangkuli. Ketinggian air bervariasi antara lutut hingga pinggang orang dewasa.

Puluhan siswa yang baru pulang sekolah terlihat  bermain di genangan banjir yang merendam pemukiman warga dan badan jalan. Mereka nekat menceburkan diri ke air dengan mengenakan seragam sekolah.

Ishak, 67 tahun, asal Desa Lawang, menyebutkan, air naik ke pemukiman warga sekitar pukul 06.00 WIB dengan ketinggian 1 meter atau sepinggang orang dewasa. “Sebenarnya kami sudah bosan dengan kehadiran banjir. Selama Desember 2011 lalu saja, Matangkuli sudah empat kali dilanda banjir. Rasanya sudah jenuh, tapi mau bagaimana lagi,”keluhnya.

“Saat ini yang menjadi kekhawatiran terbesar kami adalah padi di sawah yang sedang dalam tahap pembuahan. Jika terus digenangi air, bisa-bisa kami gagal panen. Jika pun berhasil panen, maka hasilnya pasti tidak maksimal,” timpal Mansur, 43, warga desa lainnya.

Selain berharap pemerintah segera membangun tanggul penahan di sayap kanan Krueng Keuretoe, mereka juga berharap pemerintah segera mencanangkan program penanggulangan banjir, khususnya untuk kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keureto dan Krueng Petoe.

Menurut mereka, selama tanggul sungai belum dibangun, maka tidak ada istilah ‘tidak ada banjir’. “Seluruh program penanggulangan banjir akan sia-sia jika tanggul tidak diselesaikan, khususnya di bagian sayap kanan Krueng Keureto, yang hingga kini belum ada tanggul sungainya,” pungkas Mansur yang dibenarkan tokoh masyarakat lainnya.

Mansur mengaku mengaku permasalahan itu telah disampaikan kepada pemerintah kabupaten Aceh Utara beberapa tahun lalu.[]
 

  • Uncategorized

Leave a Reply