Tahun politik, Bank Mandiri rem pemberian kredit

TAHUN depan, Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi terjadinya perlambatan porsi penyaluran kredit. Diperkirakan, penyaluran kredit Mandiri hanya 15 persen. Alasannya, 2014 merupakan tahun pemilu sehingga perusahaan harus mengerem pertumbuhan agar dapat menjaga stabilitas dan kesehatan perbankan.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, perlambatan penyaluran kredit sebagai tanda bahwa perekonomian perlu ditenangkan sejenak.

"Mengukur suhu ekonomi. Kredit akan melambat range antara 15-19 persen, pokoknya di bawah 20 persen ya," ujarnya saat Paparan Publik Bank Mandiri di Kantor Pusat Mandiri, Jakarta, Rabu (30/10).

Untuk saat ini saja, pertumbuhan kredit hingga akhir tahun bisa mencapai 19-20 persen. Sehingga pertumbuhan di kuartal IV secara tidak langsung akan lebih lambat ketimbang kuartal III.

"Hingga September 2013 penyaluran kredit masih tumbuh sebesar 23,4 persen menjadi Rp 450,8 triliun dari Rp 365,2 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya, namun secara year on year (yoy) hingga akhir tahun 2013, pertumbuhan kredit akan melambat di kisaran 19-20," jelas dia.

Dia menuturkan, pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen bisnis. Terutama pada sektor mikro, kecil dan menengah. Hingga September 2013, kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh 21,8 persen menjadi Rp 61,6 triliun.

Khusus pada segmen mikro, terjadi peningkatan penyaluran kredit sebesar 48,6 persen dari Rp 16,8 triliun di triwulan ketiga 2012 menjadi Rp 24,9 triliun pada September 2013.

Aktifnya penyaluran kredit membuat struktur permodalan atau CAR mengalami penurunan sebanyak 0,94 persen dari 16,08 persen menjadi 15,14 persen. Meski menurun, tapi bank pelat merah ini menilai wajar jika CAR menurun mengingat penyaluran kredit yang cukup aktif.

"CAR itu tergerus saya rasa wajar. Kan kita memang melihat kredit kita tumbuh cukup tinggi. Wajarlah CAR menjadi 15,14 persen," tutupnya. | sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply