Tahun 2013, Kejaksaan Lhoksukon Bidik Korupsi Pendidikan dan Kesehatan

LHOKSUKON – Tahun 2012 Kejaksaan Negeri Lhoksukon Aceh Utara mengklaim berhasil menyelamatkan uang Negara senilai Rp471.477.430 yang telah disetor ke kas daerah dan Negara. Tahun 2013, kejaksaan ini akan membidik kasus korupsi di sektor pendidikan dan kesehatan.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, T Rahmatsyah SH MHum dalam konferensi pers yang di ruang kerjanya, Selasa, 8 Januari 2012. Kajari Rahmatsyah didampingi Kepala Seksi Intel M Kadafi SH, Kasi Pidana Umum Dahnir SH, Kasi Datun Zul Helmi SH. Sedangkan Kasi Pidana Khusus Hendra Busrian SH tidak terlihat.

“Dari total uang negara yang berhasil diselamatkan, Rp125.280.000 telah disetor ke kas daerah, sedangkan sisanya Rp346.197.430 disetor ke kas negara,” kata Rahmatsyah.

Selain sejumlah perkara korupsi yang telah dilimpahkan ke pengadilan, menurut Rahmatsyah, ada tiga terdakwa perkara pidana khusus yang ditangani hingga tahap penyidikan. Namun dua di antaranya dihentikan yakni kasus dugaan korupsi dana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Aceh XI di Bireun tahun 2010 lalu dengan tersangka Hafnalisa dan Abdullah.

Perkara tersangka Hafnalisa mantan Bendahara KONI Aceh Utara dengan kerugian negara Rp785ribu dan terdakwa Abdullah mantan Bendahara Persiapan Pelaksanaan Porprov XI dengan kerugian negara Rp9 juta.

“Dalam perkara itu, hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyatakan, kerugian negara yang menjerat dua tersangka terlalu sedikit, sehingga kita hentikan penyidikan dan kita selamatkan keuangan negara,” kata Rahmatsyah.

Satu kasus dugaan korupsi lainnya, tambah Rahmatsyah, masih menunggu hasil audit BPKP Perwakilan Aceh, yaitu perkara melibatkan Ummi Khadijah, mantan istri Ilyas Pase yang merupakan mantan Bupati Aceh Utara.

“Hingga saat ini kita masih menunggu hasil audit BPKP dalam perkara dugaan korupsi dana pembinaan Sanggar Meuligoe Cut Mutia, di mana Ummi Khadijah menjabat sebagai ketua sanggar pada tahun 2010,” kata  Rahmatsyah.

Kajari Lhoksukon menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja pada tahun 2013 ini dengan membidik kasus korupsi di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Untuk itu kita mohon dukungan dari semua pihak, termasuk rekan-rekan media. Saya akan membangun kinerja yang baik, dimulai dari masyarakat, hukum dan pemerintah,” katanya.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply