Tahukah Anda Karakteristik Sapi Aceh?

HAMPIR semua ibu rumah tangga di Aceh hari ini maguen sie leumo (memasak  daging lembu/sapi). Bahkan sebagian masyarakat sudah makan daging sapi sejak kemarin, hari meugang pertama. Ini sudah menjadi tradisi warga nanggroe menyambut bulan puasa. Namun, tahukah Anda bagaimana karakteristik sapi Aceh

Dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2907/KPTS/OT.140/6/2011 tentang Penetapan Rumpun Sapi Aceh, dijelaskan bahwa Sapi Aceh merupakan salah satu rumpun sapi lokalIndonesia, yang mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan.

Sapi Aceh mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun sapi asli atau sapi lokal lainnya dan merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

Berikut deskripsi Rumpun Sapi Aceh:

1. Nama Rumpun Sapi: Sapi Aceh

2. Karakteristik Sapi Aceh

a. Sifat kualitatif

1) Warna:

a) Tubuh dominan: merah kecokelatan pada yang jantan dan merah bata pada yang betina;

b) Kepala: sekeliling mata, telinga bagian dalam dan bibir atas berwarna keputihputihan;

c) Leher: lebih gelap pada yang jantan;

d) Garis punggung: cokelat kehitaman;

e) Paha belakang: merah bata;

f) Pantat: cokelat muda;

g) Kaki: keputih-putihan;

h) Ekor: bagian ujung berwarna hitam;

i) Rambut: merah bata sampai cokelat;

j) Bentuk muka: pada umumnya cekung;

k) Bentuk punggung: pada umumnya cekung;

2) Bentuk tanduk: mengarah ke samping dan melengkung ke atas;

3) Bentuk telinga: kecil, mengarah ke samping, tidak terkulai.

b. Sifat kuantitatif (dewasa)

1) Ukuran permukaan tubuh:

a. Tinggi gumba: 116 ± 24 cm (jantan) dan 102 ± 21 cm (betina)

b. Panjang badan: 121 ± 26 cm (jantan) dan 105 ± 22 cm (betina)

c. Lingkar dada: 153 ± 32 cm (jantan) dan 127 ± 27 cm (betina)

2) Bobot badan: 253 ± 65 kg (jantan) dan 148 ± 37 kg (betina)

3) Persentase karkas: 49 – 51%

c. Sifat reproduksi:

1) Kesuburan induk: 86 – 90%

2) Angka kelahiran: 65 – 85%

3) Umur pubertas: 300 – 390 hari

4) Siklus berahi: 18 – 20 hari

5) Lama bunting: 275 – 282 hari

d. Sifat produksi:

1) Daya adaptasi: baik

2) Kemampuan kerja: baik

3. Wilayah sebaran: Provinsi Aceh

e. Daya tahan penyakit: cukup baik []

  • Uncategorized

Leave a Reply