Tag: wna thailand

Terkait Temuan WNA Thailand di Lhoksukon, Polisi Serahkan ke Imigrasi

Terkait Temuan WNA Thailand di Lhoksukon, Polisi Serahkan ke Imigrasi

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi membenarkan adanya Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand yang diamankan di areal tambak Desa Arongan, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu 19 September 2015 sekitar pukul 00.30 WIB.

“Ya, kami menerima informasi dari masyarakat ada WNA asal Thailand atas nama Udom Saosungyang, 41 tahun, diamankan warga di areal tambak Desa Arongan. Setelah kami lakukan pengecekan ke lokasi, ternyata benar,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Razali kepada portalsatu.com.

Dalam kasus ini, pihaknya mengaku hanya sebatas mengamankan dan memintai keterangan. Sedangkan untuk pemeriksaan lanjutan merupakan tugas pihak Imigrasi Lhokseumawe.

“Kami hanya sebatas mengamankan sesaat. Tadinya hendak memintai keterangan, namun kami kesulitan karena laki-laki itu tidak bisa berbahasa Inggris. Makanya tadi pagi langsung kami serahkan ke pihak Imigrasi Lhokseumawe,” katanya.

Bersama WNA itu, turut diserahkan sejumlah dokumen dan barang bawaannya. Di antaranya passport, kartu identitas, tas berisi pakaian, patung budha ukuran kecil, serta sebuah tempat berisi abu yang diduga dari jasad orangtua atau keluarganya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengawas dan Penindakan Imigrasi (Kawasdaskim) Kota Lhokseumawe, Albert Djalius mengatakan, dirinya belum menerima informasi tersebut karena sedang di Jakarta.

“Coba saja datang ke kantor, di sana ada petugas jaga. Saya tidak menerima informasi karena sedang bebas tugas,” ujarnya via telepon seluler.[] (bna)

Dikira Maling, Warga Lhoksukon Amankan WNA Asal Thailand

Dikira Maling, Warga Lhoksukon Amankan WNA Asal Thailand

LHOKSUKON – Udom Saosungyang, 41 tahun, Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand diamankan warga di areal tambak Desa Arongan, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu 19 September 2015 sekitar pukul 00.30 WIB.

WNA Thailand itu pertama kali diamankan oleh Nurdin Jalil, 30 tahun, penjaga tambak asal Desa Trieng Pantang, Lhoksukon. Ia sempat ragu untuk mendekat karena mengira laki-laki asing itu menenteng senjata. Padahal setelah diamankan, diketahui yang ditenteng laki-laki itu adalah sepasang sandal.

“Penjaga tambak saya melihat ada orang yang berjalan sambil mengendap-ngendap. Ia sempat mengira itu maling yang menenteng senjata, mengingat suasana di lokasi cukup gelap. Karena takut ia menelfon saya. Setelah tiba di tambak, kami mengejar laki-laki itu hingga tertangkap. Tak lama kemudian warga mulai berdatangan,” kata mantan Geuchik Desa Arongan, Mansur kepada portalsatu.com.

Kepada Mansur, WNA asal Thailand itu mengaku ia bersama empat teman lainnya asal Thailand ditangkap oleh polisi air Indonesia. Kala itu mereka menumpang boat tekong asal Malaysia. Dalam penangkapan itu, ia mengaku berhasil melarikan diri dengan cara berenang hingga tiba di pesisir pantai Lapang.

“Dari Lapang ia mengaku berjalan kaki menyusuri areal pertambakan, hingga akhirnya tiba ke lokasi tambak saya. Sebelum saya serahkan ke polisi, ia sempat saya beri makan karena mengaku sangat lapar dan haus dengan bahasa isyarat,” ujarnya.

Dikatakan Mansur, laki-laki itu sempat memohon dan melarangnya untuk menghubungi polisi dengan terus berkata, ‘No Police, No Police’. Bahkan ia sempat meminta agar Mansur menghubungi bos (toke-red)-nya di Malaysia.

“Saya tetap menghubungi polisi dengan langsung mengabari Waka Polres Aceh Utara. Saat polisi datang, laki-laki itu langsung mengeluarkan keringat dingin. Ia terlihat sangat ketakutan. Setelah itu ia dibawa oleh pihak Polres Aceh Utara,” ujar Geuchik Mansur.[](bna)