Tag: USAID Prioritas

Dilatih dengan Uang Rakyat, Guru Diminta Kreatif

Dilatih dengan Uang Rakyat, Guru Diminta Kreatif

REDELONG – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Hajairin S.Pd, mengingatkan para guru untuk selalu kreatif dalam mengajar.

“Kreatif adalah kunci utama bagi guru dalam mengajar di kelas. Dalam pelatihan ini pula peserta dituntut untuk lebih kreatif sehingga sekembalinya ke sekolah nanti akan kelihatan perubahan dalam mengajar,” katanya di hadapan 180 guru saat membuka Pelatihan Praktik yang Baik Jenjang SD di Aula SMAN 1 Bukit pekan lalu.

Kegiatan yang bersumber dari dana APBK tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan praktik baik dalam pembelajaran dan manajemen yang telah diterapkan oleh 24 sekolah mitra USAID PRIORITAS di Bener Meriah, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara sekolah mitra dan bukan mitra.

“Kami berharap bukan hanya sekolah mitra USAID PRIORITAS saja yang berubah, tapi semua sekolah di kabupaten ini dapat berubah lebih baik dalam pembelajaran dan manajemen, bahkan sedapat mungkin dapat menjadi contoh untuk daerah lain,” kata Hajairin seraya menegaskan, telah dialokasikannya sejumlah anggaran pada APBK 2015 dan 2016 untuk diseminasi ke sekolah lainnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan para peserta untuk dapat memanfaatkan pelatihan tingkat sekolah tersebut, “pelatihan ini bukan hanya sekadar datang, dengar dan pulang, apa yang didapat dalam pelatihan ini harus diterapkan di sekolah karena sangat bermanfaat bagi siswa, apalagi kita menggunakan uang rakyat untuk ikut pelatihan ini,” katanya mengingatkan.

Para guru yang berada di bawah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Bukit, Bandar dan Timang Gajah itu selama empat hari diberi pemahaman menyeluruh tentang pembelajaran aktif yang diterapkan pada jenjang SD/MI, terutama dengan adanya kebijakan Pemerintah Aceh untuk penerapan Kurikulum 2013.

Selain itu dalam kegiatan pelatihan ini peserta juga akan mendalami tentang mengelola pembelajaran secara efektif, melayani perbedaan individu dalam pembelajaran, pertanyaan tingkat tinggi, penilaian autentik, gender di sekolah, literasi lintas kurikulum dan melakukan praktik langsung pembelajaran selama setengah hari di sekolah.

Kegiatan yang dipandu oleh fasilitator daerah (Fasda) USAID PRIORITAS tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah bukan mitra PRIORITAS.

“Untuk mendiseminasikan modul pelatihan ini, kami membantu menyediakan modul dan tenaga fasilitator, sedangkan biaya lain seperti konsumsi dan transportasi peserta ditanggung oleh pemerintah daerah,” kata Muthmainnah koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Bener Meriah.[]

Pembacaan Cerpen Warnai Pelatihan USAID Prioritas di Calang

Pembacaan Cerpen Warnai Pelatihan USAID Prioritas di Calang

CALANG – Kisah Sulam, seorang pria keterbelakangan mental dalam cerpen Wagon Jatilawang dibacakan dengan sangat menyentuh oleh dua orang fasilitator dalam kegiatan Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah di Aceh Jaya pada 2-3 Oktober 2015.

Sulam yang hidup sebatang kara harus memenuhi kebutuhan hidup dengan berjalan kaki setiap hari antara Kecamatan Wangon dan Kecamatan Jatilawang yang berjarak 7 kilometer untuk mendapatkan belas kasih orang.

“Saya sampai meneteskan airmata dan terharu pada saat fasilitator membacakan cepen tersebut, kami serasa dibawa ke dalam situasi yang sebenarnya,” kata Merahwan, Kepala MTsN Panga, Aceh Jaya dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Senin, 5 Oktober 2015.

“Selain ceritanya yang bagus, cara fasilitator membacakannya juga sangat menjiwai tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen itu,” lanjutnya.

Sepenggal cerita dari cerpen karya Ahmad Tohari tersebut menjadi bagian dari pelatihan yang diikuti 46 peserta yang berasal dari 8 SMP/MTs mitra USAID PRIORITAS di Kabupaten Aceh Jaya.

Para peserta terdiri dari unsur kepala sekolah, guru, komite dan pengawas tersebut dilatih selama dua hari untuk lebih memiliki wawasan berbagai strategi mengembangkan budaya baca di sekolahnya, antara lain dilakukan oleh guru yang membacakan teks bacaan sementara siswa mendengar dengan seksama.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Aceh Jaya mengharapkan sekolah dapat terus bekerja keras untuk mengimplementasikan hasil pelatihan terutama dalam menerapkan budaya baca di sekolah.

“Sekarang sudah tahun ketiga USAID PRIORITAS menjalankan programnya, kita harus terus bekerja keras untuk membuat perubahan di sekolah, terutama dengan adanya program baru di Modul 3 ini tentang pengembangan budaya baca,” ajak Kadis yang diwakili Sekretaris Dinas,  Edwar. “Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga tanggung jawab kepala sekolah dan komite. Peran pengawas juga tinggi, pengawas harus lebih sering ke sekolah untuk melakukan monitoring rutin terutama terhadap manajemen sekolah,”  katanya.

Selama dua hari para peserta memperoleh berbagai materi seperti Kaji Ulang Kemajuan Sekolah, Pengelolaan Program Budaya Baca, Keterampilan Menyimak dalam MBS, Peran Kepsek, Guru, Komite Sekolah dan Pengawas dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran.

“Dalam mengelola program budaya baca, beberapa sekolah sudah menerapkannya lebih dulu seperti sudut baca, wajib baca selama 15 menit sebelum mulai pelajaran, dan kantin baca, apalagi USAID PRIORITAS telah menyumbangkan buku-buku menarik di sekolah-sekolah mitranya untuk mendukung program pemerintah tersebut,” kata Sri Wahyuni Koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Aceh Jaya.[]

Wabup Bener Meriah Blusukan ke Pelatihan Guru

Wabup Bener Meriah Blusukan ke Pelatihan Guru

REDELONG – Wakil Bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh di tengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan secara mendadak (blusukan) ke Pelatihan Tingkat Sekolah Modul 3 Jenjangt SMP/MTs mitra USAID PRIORITAS di SMAN Unggul Binaan Bener Meriah dua hari lalu.

Kegiatan yang akan berlangsung hingga 2 September 2015 tersebut diikuti oleh 5 SMP dan 3 MTs yang masing-masing diwakili oleh 15 orang guru mapel.

Saat meninjau satu persatu kelompok pelatihan, terlihat Wabup terus berdialog dengan peserta dan menanyakan hasil karya yang sedang diselsaikan di setiap meja kelompok.

Wabup kembali mengingatkan bahwa dengan sudah dilatihnya modul 3, maka dapat dikatakan bahwa guru sudah profesional dalam mengajar.

“Dengan pelatihan modul 3 berarti semua guru di delapan sekolah ini sudah dapat membuat RPP yang baik dan benar, intinya mereka sudah lebih profesional dalam mengajar,” kata Rusli.

Wabup berharap apa yang telah didapat dari pelatihan selama ini dapat ditunjukkan saat Unjuk Karya tingkat kabupaten nantinya.

“Harapan saya semua sekolah mitra USAID PRIORITAS dapat memperlihatkan hasil proses pembelajaran di sekolah, mulai dari RPP, media dan hasil karya siswa pada saat unjuk karya nanti, sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah lainnya,” kata Rusli yang telah mengagendakan unjuk karya praktik yang baik bersamaan dengan ulang tahun kabupaten pada Januari 2016.

Sementara itu peserta pelatihan mengakui banyak mendapat manfaat dari pelatihan modul 3 tersebut. Seorang guru MTsN Janarata menyatakan pendekatan literasi siswa merupakan hal yang paling penting dalam pelatihan ini.

“Kami sangat bersyukur pada pelatihan modul 3 ini adanya sesi peningkatan kemampuan literasi pada siswa, ini salah satu yang penting karena kemampuan literasi pada siswa di madrasah kami masih rendah,” kata Lasma Farida.

Senada dengan Lasma, Ismiati guru SMPN 2 Timang Gajah menyatakan perlunya revitalisasi program MGMP untuk melanjutkan praktik yang baik setelah program USAID PRIORITAS berakhir.

“Revitaslisasi program MGMP sangat dibutuhkan untuk kesinambungan dan pengembangan model-model pembelajaran kontekstual yang telah dilatih selama ini, terutama setelah program ini selesai,” kata Ismiati.

Dalam pelatihan ini, selain materi peningkatan kemampuan literasi pada siswa dan revitalisasi pengelolaan program MGMP, peserta juga memperoleh materi mengembangkan perangkat penilaian autentik, penyiapan dokumen portofolio bagi siswa, dan pendampingan guru melalui model lesson study. []

Foto Wabup Bener Meriah memperhatikan dan diskusi dengan peserta dalam kelompok Mapel.@ Istimewa

USAID Latih Modul 3 untuk Guru di Aceh Jaya

USAID Latih Modul 3 untuk Guru di Aceh Jaya

CALANG – Sebanyak 91 orang guru SMP/MTs di Kabupaten Aceh Jaya dilatih Modul 3 USAID Prioritas guna mengembangkan perangkat penilaian autentik, peningkatan kemampuan literasi pada siswa, penyiapan dokumen portofolio bagi siswa, pendampingan guru melalui model lesson study, dan revitalisasi program MGMP.
 
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Aceh Jaya, Edwar Pangga, meminta kepada guru untuk mengimplementasi secara penuh model pembelajaran kontekstual tersebut.
“Dengan dilatihnya Modul 3, berarti sudah selama 3 tahun Usaid Prioritas mengembangkan model pembelajaran di daerah kita, artinya pula Modul 1 dan Modul 2 telah diimplementasikan dengan baik di sekolah,”  kata Edwar, kepada portalsatu.com, Rabu, 29 Juli 2015.
 
Dengan akan dialokasikannya anggaran diseminasi maka sekdis berharap sekolah lain menjadikan sekolah mitra sebagai barometer peningkatan mutu pembelajaran dan manajemen sekolah di kabupaten tersebut,
“Sekolah mitra ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya, terutama dengan akan dilaksanakan diseminasi ke sekolah lainnya di kabupaten kita,” kata sekdis.  
 
Pelatihan yang difasilitasi oleh 12 orang fasilitator dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan di MTsN Panga yang diikuti oleh SMPN 1 Teunom, SMPN 1 Kr Sabe, MTsN Teunom dan MTsN Panga, sementara gelombang kedua dilakasanakan di SMPN 1 Jaya yang diikuti oleh SMPN 1 Jaya, SMPN 1 Sampoinit, MTsN Lamno dan SMPN 1 Indra Jaya.
 
Sri Wahyuni, Koordinator USAID Prioritas Kabupaten Aceh Jaya mengatakan bahwa pemisahan lokasi pelatihan ini lebih dimaksudkan untuk memudahkan peserta  menjangkau lokasi pelatihan.
 “Karena jarak secara geografis kabupaten ini sangat luas, maka kita membagi dua wilayah kegiatan sehingga mempermudah peserta mengjangkau tempat kegiatan,” Kata Sri Wahyuni.
Pelatihan Modul 3 ini akan berlangsung hingga 1 Agustus 2015 mendatang.[] (ihn)
Foto: Istimewa