Tag: unsyiah

Terkait Skorsing Mahasiswa, Ini Komentar Humas Unsyiah

Terkait Skorsing Mahasiswa, Ini Komentar Humas Unsyiah

BANDA ACEH – Beberapa mahasiswa Unsyiah positif diskors oleh rektorat karena mengadakan acara di luar kampus bersama dengan mahasiswa baru tanpa izin rektorat. Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Unsyiah, Ilham Maulana, mengatakan mahasiswa yang diskorsing tersebut berasal dari FISIP dan Psikologi.

“Benar, bahwa ada beberapa mahasiswa Unsyiah yang diskors. Mereka terkena sanksi tersebut karena tidak mengindahkan surat edaran rektorat terkait pelarangan mengadakan acara di luar kampus bersama dengan mahasiswa baru,” kata Ilham saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 7 Oktober 2015.

Ilham mengatakan dalam surat edaran tertulis akan ada sanksi bagi mereka yang melanggar peraturan tersebut. Ia juga mengatakan surat skorsing tersebut telah ditandatangani oleh Rektor Unsyiah, Samsul Rizal.

“Ya, sudah ditandatangi dan bagaimana proses selanjutnya rektor yang lebih berhak menjawab karena untuk saat ini mereka sudah diskors,” kata Ilham.

Ilham mengharapkan mahasiswa lebih memperhatikan aturan dalam bertindak, agar hal serupa tak lagi terjadi dan merugikan banyak pihak.

“Mereka kan mahasiswa, pasti tahulah aturan menjadi mahasiswa dan saya harap aturan-aturan tersebut lebih diperhatikan,” kata Ilham.[](bna)

Skorsing Mahasiswa, Tindakan Rektor Unsyiah Dinilai Cacat Hukum

Skorsing Mahasiswa, Tindakan Rektor Unsyiah Dinilai Cacat Hukum

BANDA ACEH – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah,  Iwan Sunaria, mengaku sangat menyesalkan keputusan rektor yang sepihak dalam memberhentikan sementara beberapa mahasiswa dari beberapa jurusan. Ia juga mengatakan bahwa keputusan rektor tersebut cacat hukum.

“Saya sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Pasalnya tidak ada peringatan terlebih dahulu atau pemanggilan, bahkan saya tahu informasi skorsing ini dari ketua himpunan lain,” ucap Iwan selaku Ketua Himpunan Mahasiswa FISIP Unsyiah, kepada portalsatu.com.

Ia mengatakan bahwa acara temu ramah seluruh mahassiswa ilmu komunikasi itu sudah menjadi agenda rutin dan tidak menyalahi prosedur.

“Ini kan acara silaturahmi, tidak ada unsur perpeloncoannya kalau mau rundown acara kami kasih kok,” kata Iwan.

Ia juga menilai bahwa keputusan rektor tersebut cacat hukum dan bisa digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Keputusan seperti ini kan cacat hukum, seharusnya ada surat peringatan dulu. Paling tidak rektor memanggil kami untuk mendengar bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya,” ucap Iwan.

Tak hanya Iwan, ada beberapa nama yang sudah diberhentikan sementara oleh Rektor Unsyiah karena menyelenggarakan acara silaturahmi. Seperti mahasiswa Psikologi dan beberapa mahasiswa lainya yang masih dalam tahap proses lebih lanjut.

“Saya harap janganlah asal skor, karena secara pribadi ini merugikan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir,” kata Iwan.[] (mal)

 

Tak Hanya FISIP, Mahasiswa Psikologi juga Diskors Rektor

Tak Hanya FISIP, Mahasiswa Psikologi juga Diskors Rektor

BANDA ACEH – Salah seorang mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran  Universitas Syiah Kuala Ichwan Azmi mengaku juga terkena sanksi skorsing akibat mengadakan acara temu ramah antara mahasiswa lama dengan mahasiswa baru. Ketua himpunan mahasiswa psikologi ini mengaku terkena sanksi tersebut setelah mengadakan acara temu ramah dengan mahasiswa baru angkatan 2015 pada 19 September silam.

“Saya awalnya terkejut kok bisa diskor, padahal ini bukan hanya acara untuk mahasiswa baru saja, tapi acara untuk seluruh mahasiswa psikologi, istilahnya seperti temu ramah begitu,” ucap Ichwan kepada portalsatu.com.

Ia mengaku kecewa dengan tindakan rektorat tersebut. Pasalnya ia telah mengantongi izin dari pihak dekanan dan keputusan tersebut dinilai diputuskan secara sepihak tanpa mendengar klarifikasi dari mahasiswa.

“Izin dari pihak dekanan sudah ada dan jika ingin ditelusuri bagaimana acara tersebut seharusnya mahasiswa barunya dipanggil dan ditanyai keterangan terkait acara, karena kami terbukti tidak melakukan hal-hal yang berbau perpeloncoan, kalau mau tata acaranya akan kami kasih, jangan asal skorsing begini,” ucap Ichwan.

Tak hanya Ichwan, dari prodi psikologi juga ada Muhammad Ayita Bahar selaku ketua panitia acara yang juga terkena sanksi skorsing karena mengadakan acara temu ramah tersebut.[] (mal)

 

Hashtag #SkorsingRektorUnsyiah Hebohkan Twitter

Hashtag #SkorsingRektorUnsyiah Hebohkan Twitter

BANDA ACEH- Pengguna media social Twitter dihebohkan dengan munculnya hashtaq #SkorsingRektorUnsyiah sejak Senin 5 Oktober 2015. Hashtaq ini bahkan sempat menempati peringat 3 teratas Indonesia.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com, munculnya hashtaq ini sebagai bentuk perlawanan terkait kebijakan rector Unsyiah yang memberi skorsing terhadap 8 petinggi mahasiswa Fakultas FISIP Unsyiah.

“Skorsing ini dikarenakan perihal ospek jurusan, sudah dikasih surat dari rektor. Delapan mahasiswa FISIP diskor selama satu semester akibat ospek tersebut,” kata Teuku Romy Syahputra, salah satu mahasiswa FISIP ke portalsatu.com pagi tadi.

Skorsing yang diberikan ini karena mahasiswa FISIP dianggap melanggar aturan rector. Akibat dari skorsing itu membuat sejumlah mahasiswa FISIP kecewa dengan keputusan rektor yang sepihak.

“Makanya kami bersuara kenapa seperti diskriminasi begini. Selain delapan mahasiswa FISIP, juga ada dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Jurusan Psikologi yang kena skor,” kata Romy.

Kini kicauan dengan hashtag #SkorsingRektorUnsyiah sedang ramai dibicarakan di media sosial twitter tersebut, terutama kalangan mahasiswa.

 

Direktur: Mahasiswa Unsyiah yang Berobat di Prince Nayef Cukup Bawa KTM

Direktur: Mahasiswa Unsyiah yang Berobat di Prince Nayef Cukup Bawa KTM

BANDA ACEH – Direktur Rumah Sakit Prince Nayef milik Universitas Syiah Kuala, dr. Beni menyebutkan pihaknya tidak mengutip biaya berobat untuk mahasiswa.

“Bagi mahasiswa Unsyiah yang berobat ke poliklinik rumah sakit Unsyiah, yaitu Prince Nayef cukup membawa KTM saja dan biayanya gratis,” kata Beni.

Namun dia mengatakan layanan tersebut tidak termasuk rawat inap dan biaya infus. Pengobatan gratis tersebut hanya berlaku untuk rawat jalan saja dan dalam rentang jam kerja, yaitu mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Yang rawat inap atau memakai infus harus bayar karena itu di luar pelayanan poliklinik,” kata Beni.

Sebelumnya pihak BEM Unsyiah dan DPM Unsyiah mempertanyakan pelayanan rumah sakit yang dinilai ‘aneh’ dan terindikasi ada pengutipan liar.

“Banyak mahasiswa yang melapor ke BEM bahwa ada pungutan biaya saat berobat ke rumah sakit milik Unsyiah itu. Makanya kita ingin informasi yang jelas terkait dengan ini,” kata Menteri Dalam Negeri BEM Unsyiah, Syakir Daulay, setelah diskusi antara pihak rumah sakit, rektorat, dan mahasiswa di gedung rektorat lantai tiga pada Jumat, 2 Oktober 2015 kemarin.[](bna)

Berobat ke RS Nayef, Mahasiswa Unsyiah Mengaku Diminta Bayaran

Berobat ke RS Nayef, Mahasiswa Unsyiah Mengaku Diminta Bayaran

BANDA ACEH – Salah satu mahasiswa FKIP Unsyiah mengaku diminta bayaran saat berobat ke RS Prince Nayef, Darussalam, Banda Aceh. Padahal, berdasarkan keterangan pihak rektorat dan manajemen Rumah Sakit Prince Nayef, berobat di tempat tersebut gratis untuk mahasiswa.

“Ya, ada diminta Rp 50 ribu pas berobat kemarin tu. Katanya sih tergantung jenis obat yang kita butuh,” kata Ulan, mahasiswa Unsyiah yang pernah berobat di RS Prince Nayef kepada portalsatu.com, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Ia mengaku diminta bayaran. Padahal Ulan hanya menjalani rawat inap dan tidak menggunakan infus.

Sementara Menteri Dalam Negeri BEM Unsyiah, Syakir Daulay, mengatakan ada oknum-oknum tertentu yang melakukan pungutan tidak sah di RS Nayef.

“Kita ingin informasi yang jernih dan ada saling keterbukaan informasi, karena kita takutkan ada oknum-oknum yang bermain di rumah sakit,” ujar Syakir.[](bna)

Foto: Ilustrasi

BEM Unsyiah Pertanyakan Kinerja Rumah Sakit Nayef

BEM Unsyiah Pertanyakan Kinerja Rumah Sakit Nayef

Banda Aceh – Badan Eksekutif Mawasiswa (BEM) Unsyiah mempertanyakan kinerja rumah sakit Prince of Nayef atau rumah sakit milik universitas Syiah Kuala. Diskusi tersebut dihelat di salah satu ruang di gedung rektorat lantai tiga Jumat petang, 2 Oktober 2015.

Tatap muka tersebut diadakan untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait dengan pengutipan uang liar di rumah sakit dan pelayanan di rumah sakit yang dianggap tidak memuaskan dan pasalnya juga menggunakan dana yang berasal dari potongan SPP mahasiswa.

“Terkait dengan pengutipan uang tersebut, laporannya masuk bukan cuma ke BEM Unsyiah saja tapi juga ke BEM fakultas dan ke DPM juga ada, berarti ini kan ada oknum yang bermain,” ucap Syakir Daulay saat ditemui portalsatu.com seusai diskusi.

Pihak rumah sakit membantah telah mengutip uang mahasiswa secara liar. Hal tersebut dikatakan dr. Beni selaku direktur rumah sakit Prince of Nayef.

“Kalau pelayanan poliklinik cukup bawa KTM dan dan biayanya gratis dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 jika tidak rawat inap dan tidak pakai infus,” ucap Beni.

Beni mengatakan bahwa menggunakan infus dan rawat inap harus bayar sebagaimana mestinya.

Diskusi tersebut dihadiri direktur rumah sakit Prince of Nayef, BEM Unsyiah, DPM, kepala biro kemahasiswaan Nasir Ibrahim dan Alfiansyah Yulianur selaku pembantu rektor bidang kemahasiswaan.[] (mal)

Mahasiswi Unsyiah Teliti Cara Menanam Selada Tanpa Media Tanah

Mahasiswi Unsyiah Teliti Cara Menanam Selada Tanpa Media Tanah

BANDA ACEH – Rina Ulviana, mahasiswi Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala meneliti tanaman selada model hidroponik di Kebun Pertanian Unsyiah. Tanaman hidroponik merupakan budidaya tanpa tanah tergantung media.

“Dikatakan media tanam, karena tempat tumbuhnya tanaman dalam air dengan bantuan rockwol atau busa-busa dengan agregat,” kata Rina saat dihubungi portalsatu.com, Jumat, 2 Oktober 2015.

selada hidroponik1

Rina mengatakan tanaman jenis ini bisa menggunakan media kultur air maupun kultur agregat. Agregat merupakan tanaman yang menggunakan benda lain pengganti tanah berupa arang, sekam maupun pasir.

“Kalau dalam air butuh 28 hari setelah tanam baru bisa panen dan lebih cepat untuk masa panennya,” kata mahasiswi semester akhir ini.

Sementara Rina meneliti menggunakan media tanam dengan konsentrasi serta menggunakan air dan agregat.

“Kemarin saya pakai air dan agregat, yang air cuma air dengan nutrisi, untuk medianya rockwol. Sedangkan agregat menggunakan air sama nutrisi juga media yang dipakai arang, pasir maupun sekam,” ujarnya.

selada hidroponik2

Menurut Rina, jika menggunakan konsentrasi misalnya berapa ppm yang mau diberikan nutrisi ke tanaman. “Misalnya 500 ppm, 1000 ppm dan sebagaianya,” ujar mahasiswi angkatan 2011 ini.

Masa untuk penanaman selada hidroponik tersebut butuh waktu dua bulan.

“Kemarin saya mulai semainya siap lebaran Idul Fitri, 21 hari setelah semai baru pindah tanam dan hari Rabu kemarin (30 September 2015) baru panen, tetapi kalau untuk hasil belum teliti karena belum mengolah datanya. Kalau hal yang ingin saya capai pastinya ingin melihat apakah tanaman selada ini bisa tumbuh tanpa harus menggunakan tanah dan apa bisa diterapkan sistem budidaya hidroponik wick ini,” ujar Rina.[] (bna)

“Prodi Berakreditasi Kadaluarsa Seharusnya Tak Luluskan Sarjana”

“Prodi Berakreditasi Kadaluarsa Seharusnya Tak Luluskan Sarjana”

BANDA ACEH – Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Unsyiah, Ilham Maulana, mengatakan program studi (Prodi) yang sedang dalam proses reakreditasi tidak boleh meluluskan sarjana ataupun ahli madya.

“Belum boleh meluluskan lulusannya sampai mendapatkan akreditasi baru dari BAN-PT,” kata Ilham saat dihubungi oleh portalsatu.com, Senin, 28 September 2015.

Ia mengatakan pihaknya sedang mempelajari dan mengadvokasi kasus lulusan Unsyiah pemakai ijazah dari program studi yang akreditasinya sudah kadaluarsa ataupun sedang melakukan reakreditasi. Pasalnya ijazah yang tidak terakreditasi BAN-PT, tidak diakui oleh beberapa instansi.

“Ada beberapa program studi yang sedang melakukan reakreditasi dan semua itu sudah divisitasi oleh BAN-PT, jadi tinggal tunggu hasil saja,” katanya.

Menurutnya Unsyiah akan mengambil langkah cepat untuk mengatasinya.

“Kita sudah berdiskusi untuk mengatasi dan mengadvokasi kasus-kasus tersebut, kita juga sudah mengirim surat ke BAN-PT untuk hal ini,” ujarnya.[](bna)

Rektor Unsyiah: Bangsa Kita Tidak Kompak Lagi

Rektor Unsyiah: Bangsa Kita Tidak Kompak Lagi

BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Dr Samsul Rizal MEng mengatakan bangsa Indonesia tidak kompak lagi.

“Bangsa kita tidak kompak lagi, tidak seperti orang salat, tidak seperti Tari Saman lagi sesama kita,” kata Samsul Rizal saat memberikan orasi pembangunan dalam acara peluncurak kapsul waktu 2085 di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh, Senin 22 September 2015.

Ia juga mengatakan bahwa Indonesia akan krisis energi. Selain itu ia juga mengakat masyarakat Aceh untuk mempunyai mimpi. “Anda harus bermimpi hari ini,” ujarnya.

Samsul mencontohkan orang Amerika bermimpin, dan diwujudkan dalam film-film. Seperti film Avatar, kartoon dan lain sebagainya.

Dikatakannya, untuk mewujudkan Indonesia yang maju, diperlukan sifat ikhlas, jujur dan bersama dalam membangun Indonesia. [] (mal)