Tag: unimal

Suaidi Berharap Mahasiswa KKN-PPM Beri Pencerahan tentang UU Desa

Suaidi Berharap Mahasiswa KKN-PPM Beri Pencerahan tentang UU Desa

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya berharap mahasiswa Unimal peserta KKN-PPM memberikan pencerahan kepada masyarakat dan aparat gampong (desa) terkait penerapan Undang-Undang tentang Desa.

Suaidi menyampaikan harapan itu saat melepas 534 mahasiswa KKN-PPM di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Kita berharap seluruh mahasiswa ikut andil memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah ini dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suaidi.

Menurut Suaidi, dana desa harus direalisasikan sebagaimana ketentuan berlaku agar terhindar dari penyimpangan. Itu sebabnya, kata dia, dibutuhkan kematangan pemahaman bagi pihak-pihak yang akan mengelola dana tersebut.

Suaidi menambahkan, perguruan tinggi dan pemerintah memegang peranan penting untuk mempercepat proses pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

“Kegiatan mahasiswa KKN ini merupakan salah satu upaya yang dapat diarahkan pada penyelesaian masalah yang langsung bermanfaat kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap kegiatan mahasiswa KKN-PPM berjalan lancar dan tidak ternodai oleh hal-hal yang bertentangan dengan adat istiadat Aceh. “Lakukan yang terbaik demi membangun daerah kita ini,” kata Suaidi Yahya.[] (*sar)

534 Mahasiswa KKN-PPM, Rektor Unimal: Dana Desa Jangan Sia-Sia

534 Mahasiswa KKN-PPM, Rektor Unimal: Dana Desa Jangan Sia-Sia

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 534 mahasiswa Universitas Malikussaleh mengikuti kegiatan pelepasan di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis, 8 Oktober 2015 dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Amatan portalsatu.com, acara pelepasan mahasiswa KKN-PPM Unimal dipimpin Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya. Turut hadir anggota Komisi IX DPR RI asal Aceh Khaidir, Wakil Komisi I DPR Aceh Azhari alias Cage, Rektor Unimal Prof. Dr. Apridar, Sekda Lhokseumawe Dasni Yuzar, dan kalangan lainnya.

Rektor  Apridar berharap mahasiswa KKN-PPM mampu memberikan pemahaman tentang Undang-Undang tentang Desa kepada masyarakat dan aparat gampong (desa). Sebab, kata dia, KKN-PPM tahun ini bertema “Implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dalam Upaya Merevitalisasi Gampong sebagai Pusat Pembangunan Menuju Indonesia Berdikari dan Berkemajuan”.

“Seluruh mahasiswa harus memahami Undang-Undang tentang Desa dengan baik agar nantinya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Undang-undang itu tidak akan bermakna apabila kita semua tidak mendukung dan mensosialisasikan dengan baik,” kata Apridar.

Apridar menyebutkan, dana desa yang terealisasi dengan baik tentu akan lebih menyejahterakan masyarakat dan memajukan desa. “Jangan sampai dana dengan jumlah besar yang dikucurkan Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah terbuang dengan sia-sia. Karena itu, mahasiswa harus mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN-PPM Angkatan XVIII Unimal, Anwar Puteh, S.E., M.E., menyebutkan, jumlah peserta KKN sebanyak 534, terbagi 246 laki-laki dan 288 perempuan.

“Tahun ini kita lepaskan mereka ke tiga kecamatan di Kota Lhokseumawe, yakni Muara Satu lima gampong, Muara Dua sembilan gampong dan Blang Mangat sebanyak 21 gampong,” kata Anwar.

Anwar menambahkan, mahasiswa tersebut masing-masing dari Fakultas Hukum 38 orang, Fakultas Teknik 58 orang, Fakultas Pertanian sebanyak 107 orang, FISIP 145 orang dan Fakultas Ekonomi 186 orang.[] (idg/*sar)

Unimal Sembelih 16 Hewan Kurban

Unimal Sembelih 16 Hewan Kurban

LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) menyembelih 16 sapi kurban di Reuleut, Aceh Utara, Sabtu, 26 September 2015. Pengadaan hewan kurban itu berasal dari dana sumbangan pegawai dan dosen kampus tersebut.

Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, daging hewan kurban itu dibagikan kepada masyarakat desa lingkungan kampus Unimal, yaitu Desa Releut Timu, Reuleut Barat, Paya Gaboh, dan Cot Keumuneng, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Selain itu,  untuk masyarakat Desa Lancang Garam, Blang Pulo dan Desa Uteunkot, Kota Lhokseumawe.

Rektor Unimal Prof. Dr. Apridar menyebut kegiatan kurban itu rutin setiap tahun di kampus tersebut. “Selain untuk masyarakat sekitar kampus daging kurban juga diberikan keluarga kurang mampu di Aceh Utara dan Lhokseumawe,” ujarnya.[]

Foto ilustrasi

Unimal Yudisium 10 Dokter

Unimal Yudisium 10 Dokter

LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) meyudisium 10 dokter dan sembilan sarjana kedokteran, di gedung ACC Unimal, Lhokseumawe, Selasa, 22 September 2015. Ini merupakan yudisium pertama dokter sejak Fakultas Kedokteran Unimal berdiri tujuh tahun lalu.

Rektor Unimal, Prof. Apridar dalam sambutanya menyebutkan sejak berdiri Fakultas Kedokteran Unimal, pihaknya telah meluluskan 80 sarjana kedokteran. Seluruh sarjana kedokteran itu sedang mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior (KKS) di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe. Setelah itu mereka akan mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPD). Jika lulus uji kompetensi itu baru diyudisium untuk dokter.

“Untuk fakultas kedokteran yang baru berusia tujuh tahun, kami apresiasi ada 10 dokter yang lulus uji kompetensi ini. Kami harap, mereka bisa bekerja dan mendedikasikan dirinya untuk perbaikan kesehatan masyarakat di Aceh dan Indonesia,” ujar Apridar, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Apridar berharap seluruh lulusan sarjana kedokteran mengikuti uji kompetensi agar bisa menjadi dokter.

Pada kesempatan tersebut juga diberi penghargaan kepada Prof. Fazil Ounzil. PhD., (Universitas Andalas Padang) yang telah berjasa mengembangkan kedokteran Unimal sejak tahun 2008-2012.

Apridar menambahkan, pihaknya sedang membangun Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unimal senilai Rp400 miliar di Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara. Rumah sakit itu untuk melengkapi fakultas kedokteran dan didedikasikan kepada masyarakat Aceh. “Sehingga ke depan, masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.[]

Foto Rektor Unimal Apridar

 

Unimal Terima Pendaftaran TPBI

Unimal Terima Pendaftaran TPBI

LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh kembali membuka jalur pendaftaran Tes Penjajakan Bidang Ilmu (TPBI) tahun 2015 sejak 2-20 November 2015. Sementara ujian tulis dilakukan pada 22 November 2015.

Rektor Unimal Prof Dr Apridar kepada wartawan, Minggu (13/9/2015) menyebutkan TPBI bukanlah jalur masuk ke Unimal. Namun, tes tersebut digunakan untuk uji kemampuan untuk masuk perguruan tinggi negeri.

“Setelah ujian, kita akan berikan nilai prediktif kemampuan siswa secara individual dan nilai perbandingan dengan skor peserta lainnya pada tingkat kabupaten, provinsi dan nasional beradasarkan materi ujian yang sama,” kata Prof Apridar.

Soal ujian TPBI, sambung Prof Apridar juga dapat dijadikan gambaran awal dan dapat digunakan sebagai indikator kemampuan intelektual, minat dan bakat siswa. Hasil ujian TBPI akan diberikan berupa sertifikat kepada peserta sesuai dengan pilihan perguruan tinggi negeri (PTN).

Peserta yang bisa mengikuti TPBI yaitu khusus siswa semester satu pada kelas 12 SMA sederajat se-Indonesia. Ditambahkan, peserta TPBI bisa mendaftar secara online melalui laman www.penerimaan.spmb.or.id dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 325.000 melaui Bank BNI 45.

“Tidak ada pembatasan berapa orang yang bisa ikut TPBI ini. Kami imbau seluruh siswa 12 dan semester satu silakan mendaftar. Unimal menggunakan nilai ujian TPBI sebagai salah satu kriteria penilaian pada jalur masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Biasanya, yang mengikuti TPBI itu lulus melalui jalur SNMPTN,” kata Prof Apridar.

Berdasarkan pengalaman, sambung Prof Apridar, ribuan siswa tidak lulus SNMPTN ke Unimal karena tidak memiliki nilai TPBI. Oleh karena itu, lanjut Prof Apridar, perolehan nilai TPBI akan mempengaruhi kelulusan di Unimal melalui jalur SNMPTN tahun depan.

“Siswa boleh memilih seluruh universitas negeri di Indonesia. Ujian bisa dilakukan di Unimal, ini salah satu kemudahan untuk siswa mengikuti ujian TPBI. Jadi bisa ikut ujian di kampus negeri terdekat dengan lokasi mereka,”  Ujarnya. [] (mal)

Unimal Bangun Rumah Sakit Senilai Rp400 Miliar

Unimal Bangun Rumah Sakit Senilai Rp400 Miliar

LHOKSEUMAWE – Rumah Sakit Pendidikan Universitas Malikussaleh (Unimal) senilai Rp400 miliar mulai dibangun di Kampus Utama Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Rektor Unimal Prof. Dr. Apridar, Kamis, 3 Agustus 2015.

Apridar melalui siaran pers diterima portalsatu.com, mengatakan, rumah sakit itu merupakan rumah sakit pertama yang dibangun kampus. Rumah sakit tersebut akan dibangun dengan sistem multi years. Tahap awal menggunakan dana Rp20 miliar dan satu gedung ruang kuliah umum untuk Fakultas Kedokteran Rp9 miliar.

“Kita harapkan pembangunan ini selesai dalam tiga tahun. Kita harap pemerintah pusat, pemerintah Aceh dan pemerintah Aceh Utara mendukung pembangunan ini dengan membantu sarana dan prasarana pendukungnya,” ujar Apridar.

Apridari menyebut rumah sakit itu nantinya akan menjadi rujukan utama di Aceh. Selain melayani perawatan masyarakat, rumah sakit itu juga menjadi pusat riset berbagai penyakit di Aceh. Pusat riset itu, kata Apridar akan memberikan dampak positif terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

“Jika rumah sakit ini sudah beroperasi, maka biayanya tentu bisa lebih murah untuk pengobatan rakyat. Karena misi utama rumah sakit ini memang misi sosial untuk masyarakat,” ujar Apridar.

Apridar menambahkan, tahun ini pihaknya sedang membangun gedung pusat administrasi di Kampus Bukit Indah Lhokseumawe Rp25 miliar dan satu gedung kuliah umum di Bukit Indah Rp11 miliar.

“Jadi total dana pembangunan kita yang bersumber dari APBN tahun ini sebesar Rp90 miliar,” ujar Apridar.

Rektor Apridar juga mengajak seluruh masyarakat terus mendukung pembangunan kampus Unimal, sehingga bisa lebih cepat berkembang dan berkontribusi untuk pembangunan Indonesia.[]

Foto: Rektor Unimal Prof. Apridar.@Ist

Himatansi Unimal Akan Gelar Seminar NAC ke IV

Himatansi Unimal Akan Gelar Seminar NAC ke IV

LHOKSEUMAWE – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi) akan menggelar Nasional Accounting Clinic (NAC) yang ke IV di Gor ACC Cunda. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada 14 -17 September 2015 mendatang.

Acara tersebut merupakan agenda tahunan di Himatansi akan menghadirkan tiga narasumber, seperti perwakilan dari Direktorat Jendral Pajak (Dirjen Pajak), pewakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan perwakilan dari Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan (BPKP).

Seminar ini mengangkat tema “Implementasi Persiapan Tax Amnesty – Manfaat Tantangan dan Solusi.”

“Acara tersebut nantinya akan kami buka untuk mahasiswa dan umum agar semua kalangan dapat belajar bagaimana fungsi tata kelola dan pengawasan yang dilakukan oleh ketiga lembaga tersebut,” kata Ketua Himatansi Unimal, Andra Supriatna.

“Kami mengharapkan agar semua pihak dapat mendukung acara tersebut. Agar nantinya kita dapat mengimplementasikan materi yang disampaikan dalam dunia kerja dan sebagai khasanah keilmuan bagi mahasiswa itu sendiri,” ujarnya lagi. [] (mal)

KPK Sosialisasi Antikorupsi di Unimal

KPK Sosialisasi Antikorupsi di Unimal

LHOKSEUMAWE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar sosialisasi anti korupsi di Universitas Malikussaleh (Unimal), Selasa, 25 Agustus 2015.

Selain itu juga digelar workshop tentang film dokumenter untuk siswa, mahasiswa dan masyarakat umum di Aceh. Sekitar 700 peserta hadir pada
kegian tersebut. Acara diawali dengan pemutaran film pendek tentang anti korupsi.

Rektor Unimal Prof.  Apridar, dalam sambutannya menyebutkan pendidikan
antikorupsi sejak dini perlu dilakukan secara masif di Indonesia. Sehingga generasi masa depan bisa menjadi pempimpin yang jujur, bersih dan berlaku adil.

Selain itu, pendekatan pendidikan anti korupsi untuk generasi muda memang harus disesuaikan dengan selera anak muda. Misalnya melalui film pendek, lagu dan berbagai kegiatan kesenian lainnya. Sehingga doktrin anti korupsi bisa lebih cepat meresap dalam jiwa remaja Aceh dan Indonesia.

Prof Apridar mengapresiasi KPK untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan anti korupsi di Indonesia. Selain itu, Prof Apridar mengajak KPK bersama-sama melakukan upaya pendidikan anti korupsi dan pencegahan di Aceh. Sehingga, Aceh bisa menjadi daerah yang bebas dari korupsi dan pada saat yang sama bisa terus berkembang, maju dengan masyarakat yang sejahtera di dalamnya.

“Pemberantasan korupsi itu harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak,” kata Prof Apridar.

Sosialisasi ini menghadirkan pembicara yaitu Daniel Rifki, sutradara dari Jakarta dan Alexander Wibisono, kepala pemberitaan Kompas TV.[]

Mahasiswa Unimal Kunjungi Gampong Anti Narkoba Ujong Pacu

Mahasiswa Unimal Kunjungi Gampong Anti Narkoba Ujong Pacu

LHOKSEUMAWE – Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himamen) Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh kemarin mengunjungi ‘Gampong Anti Narkoba’ Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Sabtu, 22 Agustus 2015.

Kedatangan para mahasiswa tersebut untuk mengapresiasi kekompakan dan keberanian warga setempat dalam memberantas narkoba.

Ketua Umum Himamen, Ichsan Nanda, kepada portalsatu.com mengatakan, warga Ujong Pacu sangat berani dalam memberantas narkoba. Meskipun mendapat teror dari pihak lain seperti pengeboman pos ronda yang terjadi pada awal Agustus lalu. Hal ini menjadi contoh bagi masyarakat untuk terus menjauhi narkoba.

Dia menambahkan,  Abu Bakar selaku Geuchik Ujung Pacu sempat bercerita berbagai  pengalaman kepada mahasiswa tentang perjuangan seluruh warga untuk memeberantas narkoba di Ujung Pacu, dan juga menceritakan efek positif lainnya dengan mengurangnya angka kriminalitas mencapai 50% dalam tiga bulan terakhir.

Kegiatan yang bertemakan “Manajemen hidup tanpa narkoba” ini diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Dengan kunjungan seperti ini kami mendapat pengetahuan leadership yang baik dalam membangun kekompakan dan kerjasama agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan,”  kata Ichsan.

Dalam kunjungan itu, Ichsan Nanda yang juga Koordinator Daerah (KORDA) Aceh Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (HMMI) turut menyatakan apresiasi kepada Gampong Anti Narkoba Ujung Pacu.

“Kami Himpunan Mahasiswa Manajemen Unimal dan juga mewakili Himpunan Mahasiswa Manajemen lainnya di Provinsi Aceh mengapresiasi inisiatif yang positif warga Ujung Pacu dalam berjuang untuk menciptakan gampong anti narkoba ini,” katanya.

Mahasiswa berharap, keberanian dan kekompakan warga Ujong Pacu menjadi contoh bagi desa lainnya di Aceh, bahkan Indonesia dalam memberantas narkoba. Sehingga tercipta masyarakat sehat yang nantinya akan membangun bangsa ini.[] (ihn)

Korem 011/LW Serahkan 150 Bendera Merah Putih untuk Mahasiswa Unimal

Korem 011/LW Serahkan 150 Bendera Merah Putih untuk Mahasiswa Unimal

LHOKSEUMAWE – Korem 011/Lilawangsa menyerahkan 150 lembar bendera Merah Putih kepada mahasiswa Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Penyerahan secara simbolis berlangsung di ruang kerja Kasrem 011/Lilawangsa pada Selasa, 11 Agustus 2015. Diserahkan langsung oleh Kasrem Letkol Inf Handoko Prasetiyo, dan diterima oleh perwakilan mahasiswa Unimal Darmawansyah.
Letkol Inf Handoko berharap para mahasiswa dan masyarakat memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke-70 dengan memasang bendera Merah Putih di area perkantoran, perumahan maupun di sepanjang jalan.[]