Tag: uni eropa

Uni Eropa Diusulkan Tampung Pengungsi Sesuai Kuota

Uni Eropa Diusulkan Tampung Pengungsi Sesuai Kuota

Komisi Eropa segera menyusun draf aturan yang mengharuskan setiap negara anggota Uni Eropa menampung pengungsi sesuai dengan ketetapan kuota.

Penyusunan draf tersebut mengemuka sebulan setelah sekitar 700 migran tenggelam akibat kapal yang mereka tumpangi karam di Laut Mediterania dalam perjalanan dari Afrika menuju Italia.

Sejak insiden itu, para pemimpin negara anggota Uni Eropa mendapat tekanan untuk mengeluarkan kebijakan imigrasi yang lebih manusiawi sekaligus efektif dalam menekan praktik perdagangan manusia.

Akan tetapi, persetujuan proposal itu memerlukan kesepakatan dari segenap negara anggota UE, khususnya mengenai penetapan kuota jumlah pengungsi yang harus ditampung setiap anggota.

Sebagaimana dilaporkan wartawan BBC, Katya Adler, kuota akan ditentukan menggunakan sejumlah faktor, termasuk populasi negara, kekuatan ekonomi, dan jumlah pengungsi dan pencari suaka yang sebelumnya ditampung.

Sejauh ini, ide itu disambut baik oleh Jerman, yang menerima permohonan suaka dari 200.000 orang tahun lalu.

Menurut rencana, proposal Komisi Eropa tersebut akan menjadi topik bahasan khusus dalam Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa pada akhir Juni mendatang.

Mandat PBB

Soal perdagangan manusia, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini telah meminta ijin kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memakai metode kekerasan untuk melawan orang-orang yang menjalankan bisnis perdagangan manusia di Libia.

Tanpa mandat PBB, aksi militer untuk menghancurkan kapal-kapal yang dipakai untuk memperdagangkan manusia di Libia atau perairan internasional dikategorikan sebagai tindakan ilegal.

Kalaupun PBB memberi mandat, lembaga Amnesty International memperingatkan bahwa konsekuensi aksi penghancuran kapal perdagangan manusia juga bisa berakibat buruk terhadap para migran.

“Menjalankan aksi memerangi penyelundup manusia tanpa menyediakan rute alternatif bagi orang-orang yang ingin melarikan diri dari konflik di Libia tidak akan menyelesaikan masalah pengungsi dan migran,” kata Direktur Amnesty International di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Philip Luther.

Berdasarkan data PBB, lebih dari 1.800 migran tewas sepanjang tahun ini di Laut Mediterania, peningkatan 20 kali lipat dari periode yang sama pada 2014. | sumber : bbc.co.uk

Foto: Imigran gelap asal Myanmar yang terdampar di Aceh Utara pada Minggu, 10 Mei 2015 @portalsatu.com/Zulkifli Anwar

Uni Eropa Siapkan 1700 Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

Uni Eropa Siapkan 1700 Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

JAKARTA – Uni Eropa bekerjasama dengan ASEAN memberikan beasiswa pendidikan ke Eropa kepada seluruh pelajar di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Untuk Indonesia, kedua belah pihak mengakui menyediakan 1700 beasiswa bagi para pelajar.

“Eropa, UE dan negara-negara anggota memberikan lebih dari 1,700 beasiswa kepada para pelajar Indonesia setiap tahunnya,” ujar Kuasa Usaha UE Untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Colin Crooks melalui siaran pers kepada wartawan, Ahad (10/5).

Pernyataan ini diungkapkannya saat membuka pameran info beasiswa EU-Indonesia Scholarships Info Day, Sabtu (9/5) di Jakarta. Sebelumnya, Uni Eropa (UE) telah menyelenggarakan pameran info beasiswa di EU-Indonesia Scholarships Info Day yang kedua.

Pameran diikuti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Delegasi UE serta negara-negara anggota UE seperti Denmark, Perancis, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Spanyol, Swedia dan Inggris.

Crooks mengatakan, “UE dan negara-negara anggotanya memberikan beasiswa untuk studi di Eropa, mendukung kerja sama akademis dan penelitian serta menyelenggarakan pameran pendidikan.”

Guna membantu para pelajar yang menempuh pendidikannya di Eropa, UE dan negara-negara anggotanya memberikan lebih dari 1,700 beasiswa kepada para pelajar Indonesia setiap tahunnya”.

Menurut Crooks, program tersebut merupakan sebuah tanda adanya dukungan kerja sama akademis dan penelitian. Kemudian, lanjutnya, kegiatan ini juga merupakan  salah satu bukti kontribusi pihaknya dalam menyelenggarakan pameran pendidikan. “Semua bantuan itu guna membantu para pelajar yang ingin menempuh pendidikannya di Eropa,” tegas Crooks.

Crooks menambahkan, lebih dari 4000 peserta telah mendaftar secara online untuk dapat hadir di pameran ini.  Ia berpedapat, Eropa merupakan tujuan yang semakin populer bagi pelajar-pelajar Indonesia. Terutama, katanya, bagi mereka yang berencana untuk meneruskan pendidikannya di luar negeri.

Crooks menerangkan, sekitar 4000 pelajar Indonesia berangkat ke Eropa untuk menempuh pendidikan sarjana dan pascasarjana pada 2013.

Jumlah ini, kata dia, meningkat sebesar 20 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, terdapat 7000 mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Eropa. | sumber : republika

Perwakilan Uni Eropa: Aceh Selalu Ada dalam Hati Kami

Perwakilan Uni Eropa: Aceh Selalu Ada dalam Hati Kami

BANDA ACEH – Head of Development Cooperation Uni Eropa, Franck Viault, mengatakan bahwa Aceh sangat dekat dengan Uni Eropa dan juga dengan Masyarakat Eropa.

“Oleh sebab itu saya dan sahabat saya sangat senang berada di Aceh,” kata Franck.

“Kami sangat bangga dengan Aceh yang memiliki sumber daya alam yang masih tersimpan dan dijaga dengan baik. Kita sangat mengetahui bahwa Lauser merupakan ekosistem yang sangat dikenal oleh dunia,” ujarnya lagi.

Menurut Franck, sasaran utama kehadiran mereka ke bumi tanah rencong adalah untuk memberikan dukungan nyata terhadap upaya perlindungan hutan di Aceh dalam proyeksi jangka panjang. Ia juga mengaku kagum dengan kekayaan hutan di Serambi Mekkah ini.

“Dengan kehadiran kami, kami menjadi lebih mengetahui bahwa Aceh sangat kaya dengan flora dan fauna. Kajian tata ruang ini diharapkan bisa memberikan bantuan untuk Aceh dalam merivisi tata ruang sehingga menjadi lebih bermanfaat,” katanya.

UE, kata Franck, telah mengambil bagian dalam tahapan proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca Tsunami, terutama dalam segi perencanaan. Selain itu, Uni Eropa juga akan membantu pembangunan Aceh di sektor lainnya seperti managemen pengelolaan keuangan publik, sector pendidikan, sektor kesehatan, penguatan perdamaian dan lain sebagainya.

“Mungkin bantuan kami saat ini tidak sebesar dulu, namun saat ini Uni Eropa membantu Aceh dalam segi perencanaan yang nantinya akan berguna bagi generasi Aceh mendatang. Menjaga perdamaian dan keharmonisan merupakan tugas pokok pemerintah Aceh, kita akan terus membantu Aceh dalam berbagai hal demi kesejahteraan Aceh dan akan juga memberitahukan kepada dunia,” kata mantan kepala bagian kerjasama Uni Eropa itu.

Menurut Program Manager (Environment, Climate Change, FLEGT-VPA) Operations Section Uni Eropa, Mr Giovanni Serritella, bahwa Aceh dan Uni Eropa sudah lama menjalin kerjasama dan mempererat persabatan. Ia juga menuturkan, keberhasilan studi terkait rencana tata ruang Aceh berkat dukungan dan bantuan semua pihak termasuk dua tenaga ahli yaitu, Prof. Zainal Abidin dan Dr. Abdullah Syahrul.

“Kita mengharapkan Gubernur memberikan dukungan kepada kami untuk menjalankan tugas tugas selanjutnya,” kata Giovanni, yang turut didampingi Deputi of Finance Uni Eropa, Mrs. Marja Daffem. [] (mal)