Tag: un

Hasil UN SMP LB dan Paket B Gayo Sudah Keluar

Hasil UN SMP LB dan Paket B Gayo Sudah Keluar

TAKENGON – Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Zulhamsyah, mengatakan hasil Ujian Nasional SMP LB dan paket telah diterima pihaknya pada Senin malam melalui pesan elektronik miliknya.

Di Aceh Tengah, katanya, terdapat 4 siswa peserta UN SMP LB dan 66 siswa UN peseerta paket b. Mereka diperkirakan semuanya akan lulus, karena mekanisme kelulusan tahun ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing untuk menyatakan seorang siswa layak diluluskan atau tidak. Sementara kriteria kelulusan itu sendiri dinilai pada hasil ujian sekolah, akhlak siswa dan nilai harian siswa.

“Hari ini kita serahkan ke sekolah. Mekanisme bagaimana cara mengumumkan itu, kita serahkan  ke pihak sekolah. Apakah mereka mendatangi orang tua siswa bagi siswa SMP LB atau menngirim pesan singkat SMS kepada paket B. Karena ini sudah masa libur. Seyogyanya 10 Juni 2015 kemarin keluar hasil UN itu,” katanya kepada portalsatu.com, Senin Malam 15 juni 2015.

Sementara penerimaan siswa baru untuk SMA sederajat di Aceh Tengah, kata Zulhamsyah serentak dibuka pada 22 Juni sampai dengan 11 Juli 2015. Aktifitas belajar mengajar mulai efektif pada 27 Juli 2015.

Di tempat terpisah, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bener Meriah, Darwin,SE, juga membenarkan pihaknya telah menerima hasil pengumuman UN SMP LB dan Paket B dari panitia Provinsi Aceh pada waktu bersamaan, Senin malam 15 Juni 2015.

“Semuanya lulus. Apalagi mereka SMP LB dan Paket B. Di kita terdapat 17 peserta SMP LB dan 4 siswa Paket B,” katanya. [] (mal)

Hasil Ujian SMP LB di Bener Meriah dan Aceh Tengah belum Diumumkan

Hasil Ujian SMP LB di Bener Meriah dan Aceh Tengah belum Diumumkan

TAKENGON – Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, hingga Jumat 12 Juni 2015, belum menerima hasil ujian nasional SMP Luar Biasa dan ujian paket B SMP sederajat dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bener Meriah, Darwin SE, kepada portalsatu.com Jumat 12 Juni 2015, mengaku tidak dapat memastikan kapan hasil ujian SMP LB dan paket B akan diumumkan.

Darwin menyebut, jumlah peserta UN 2.597 siswa, meliputi SMP LB 17 siswa, MTs 687 dan SMP 1.893 siswa. Sementara yang mengikuti ujian paket B 4 siswa. Kata dia, hasil UN SMP dan MTSN sudah diumumkan, namun untuk SMP LB dan paket B SMP sederajat belum diterima hasil ujian.

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Zulhamsyah juga membenarkan di kabupaten ini belum dikeluarkan hasil ujian SMP LB dan ujian paket B SMP sederajat. Ia memperkirakan hasil ujian itu akan keluar dalam pekan depan.

Menurut Zulhamsyah, peserta UN SMP sederajat di Aceh Tengah 3.481 siswa. Rinciannya, 2.335 siswa SMP, 1.142 siswa MTs dan 4 siswa SMP LB. “Kita memiliki 66 siswa untuk paket B,” katanya.[]

Foto: Ilustrasi

 

Tingkat Kelulusan UN SMA di Aceh Capai 99,01 Persen

Tingkat Kelulusan UN SMA di Aceh Capai 99,01 Persen

BANDA ACEH – Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) untuk SMA sederajat 2015 ini mencapai angka 99,01 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM di Banda Aceh, 28 Mei 2015.

“UN tahun ini bejalan dengan baik, untuk tingkat kelulusat UN SMA sederajat mencapai 99,01 persen angka kelulusan dengan nilai rata-rata 6,6 dan, angka kelulusan tersebut tidak dipengaruhi oleh hasil UN,” kata Hasanudin.

Menurutnya, hasil UN tersebut hanya bertujuan untuk mendapatkan peta kondisi pendidikan dan sebagai untuk mengukur sejauh mana khualitas pendidikan yang ada di Aceh dan juga untuk melanjutkan jejang yang lebih tinggi.

“Untuk tahun ini juga tidak ada lagi peringkat tingkat nasional,” ujarnya.

Hasanudin menambahkan tingkat kejujuran dalam pelaksanaan UN lah yang menjadi integritas dalam sektor pendidikan.

“Yaitu kejujuran yang dilakukan saat mengikuti ujian, kejujuran itu menjadi penting,” katanya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk terus meningkatkan khualitas pendidikan yang ada di Aceh sehingga nantinya tidak ada lagi yang namanya remaja usia sekolah yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan karena beberapa factor.

“Perlu dukungan bersama sama untuk mendorong bagaimana khualitas pendidikan lebih baik,” ujarnya. []

Di Lhokseumawe, Jumlah Kelulusan Siswa SMA Mencapai 100 Persen

Di Lhokseumawe, Jumlah Kelulusan Siswa SMA Mencapai 100 Persen

LHOKSEUMAWE – Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat di Kota Lhokseumawe dilaporkan mencapai 100 persen.

“Hasil rekapitulasi dari seluruh sekolah yang ada di Lhokseumawe, alhamdulillah kita lulus semua,” ujar Ketua Panitia UN Lhokseumawe Nasruddin kepada portalsatu.com, Sabtu, 16 Mei 2015.

Nasruddin menyebutkan jumlah peserta UN SMA sederajat di Kota Lhokseumawe  tahun ini 3.538 siswa dari 25 sekolah.

“Hanya saja, ada beberapa peserta UN yang absen dinyatakan tidak lulus sebab mereka tidak mengikuti UN sama sekali,” katanya.

Ia mengatakan untuk tahun ini penentu kelulusan UN sepenuhnya kewenangan pihak sekolah bukan mutlak dari  UN. “Sebab UN hanya merupakan salah satu syarat untuk mendapat kelulusan,” katanya.[](bna)

Laporan: Datuk Haris Molana

Ini Alasan Kemdikbud Tidak Umumkan Peraih Nilai UN Tertinggi

Ini Alasan Kemdikbud Tidak Umumkan Peraih Nilai UN Tertinggi

JAKARTA – Hasil Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA dan sederajat kemarin (15/5) diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. UN, kata Menteri Anies, tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Sehingga, para siswa, kepala sekolah maupun guru diharapkan lebih mengutamakan kejujuran daripada berlomba-lomba mendapatkan nilai UN yang sempurna.

Lantaran itu, Kemendikbud memperkenalkan parameter baru bernama indeks integritas untuk mengukur tingkat kejujuran pelaksanaan UN di sekolah-sekolah tiap kabupaten/kota.

“Jadi ini agak berbeda dengan memberikan upaya meningkatkan angka capaian sebuah mata pelajaran. Meningkatkan angka capaian indeks integritas itu dengan cara tidak mencontek, tidak melakukan kecurangan,” ucap Menteri Anies Baswedan saat jumpa pers di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (15/5).

“Kita sedang mengajak untuk tidak berbuat curang. Nah, ini (indeks integritas) adalah salah satu mekanisme pencegahan,” sambung dia.

Maka dari itu pula, tegas dia, Kemendikbud tidak akan mengumumkan nama-nama sekolah yang siswanya merupakan peraih nilai UN tertinggi se-Indonesia. Ini pun, menurut Menteri Anies, sesuai dengan kebijakan Kemendikbud pada periode sebelumnya.

“Barusan dicek, bahwa mulai tahun lalu pun sudah tidak pernah diumumkan itu. Mulai tahun lalu, sudah tidak diumumkan lagi siapa (peraih nilai UN) yang tertinggi,” ungkap Menteri Anies.

Sebaliknya, ujar Menteri Anies, dalam waku dekat akan diumumkan nama-nama sekolah yang tidak jujur atau memiliki indeks integritas di bawah 20 persen. Namun sebelum diumumkan ke publik, Kemendikbud akan menyurati para gubernur provinsi seluruh Indonesia terkait indeks integritas UN 2015 di daerahnya masing-masing.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini juga menekankan, pemerintah ingin agar indeks integritas melecut semangat introspeksi tiap kepala daerah. Ini agar sekolahh-sekolah di seluruh Indonesia lebih mengutamakan kejujuran daripada pencapaian nilai UN. Maka yang lebih diprioritaskan, kenaikan indeks integritas. Baru kemudian, kenaikan nilai rata-rata UN.

“Lain dengan kalau kita ingin meningkatkan indeks kompetensi, maka kita mendorong untuk berbuat (kecurangan),” kata Anies.[] sumber: republika.co.id

Aceh tak Masuk Tujuh Provinsi Indeks Integritas Tertinggi UN 2015

Aceh tak Masuk Tujuh Provinsi Indeks Integritas Tertinggi UN 2015

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan tujuh provinsi yang mendapat indeks integritas tertinggi dalam pelaksanaan ujian nasional atau UN tingkat SMA/sederajat tahun 2015. Aceh tidak termasuk dari tujuh provinsi tersebut.

Melansir laman resmi kemendikbud, Sabtu, 16 Mei 2015, peringkat pertama indeks integritas tertinggi diperoleh DI Yogyakarta. Peringkat kedua dan selanjutnya secara berurutan diraih Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, hasil indeks integritas setiap provinsi, dari peringkat tertinggi hingga terendah akan dikirimkan ke semua pimpinan daerah, yaitu gubernur, wali kota dan bupati.

“Setiap gubernur akan menerima potret kejujuran sekolah di provinsinya. Setiap bupati akan menerima potret kejujuran sekolah di kabupatennya,” ujar Mendikbud saat jumpa pers di Gedung Ki Hadjar Dewantara, Jakarta, Jumat (kemarin).

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, indikasi kecurangan terdapat pada ujian nasional berbasis kertas atau paper based test (PBT). Sedangkan untuk UN CBT (Computer Based Test) atau ujian berbasis komputer, Mendikbud mengatakan tidak terjadi kecurangan sama sekali. “Tingkat kecurangan UN berbasis komputer adalah nol,” katanya.

Anis Baswedan bahkan menegaskan semakin sebuah daerah berani menggunakan komputer dalam ujian, berarti semakin daerah tersebut jujur dalam ujian nasional.

Menurut Anis Baswedan, usaha dalam perbaikan pelaksanaan UN lebih dari sekadar perbaikan nilai karena menjadi bagian dari revolusi mental dan memperbaiki ekosistem pendidikan, yaitu meliputi peserta didik, guru, kepala sekolah dan orang tua.

“Kita ingin menjadikan indeks integritas sebagai tonggak revolusi mental,” kata Mendikbud Anis Baswedan.

Menurut Kemendikbud, pengumuman hasil UN berupa indeks integritas di tiap provinsi ini akan terus berlangsung pada tahun depan dan selanjutnya. Sehingga diharapkan bagi daerah yang memiliki indeks integritas rendah akan merasa malu dan berusaha memperbaiki diri.

Hasil UN tahun pelajaran 2014/2015 telah diumumkan, Jumat, 15 Mei 2015. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, rerata nilai UN tahun ini naik sebesar 0,29 poin, dari 61,00 pada tahun lalu, menjadi 61,29 pada tahun ini.

Dalam jumpa pers mengenai hasil UN 2015, kemarin, Mendikbud mengatakan data rerata nilai UN yang naik ini menepis anggapan jika UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, maka motivasi belajar para peserta didik menjadi turun.

“Hasil ini membatalkan kecurigaan itu. Kinerja anak-anak tetap baik meskipun ini (UN) tidak dijadikan syarat kelulusan,” kata Anis Baswedan.

Anis Baswedan menyebut ada yang menarik pada hasil UN SMA. Dari tujuh mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMA, mata pelajaran yang mengalami kenaikan nilai secara signifikan adalah Bahasa Indonesia. Untuk jurusan IPA, rerata nilai Bahasa Indonesia naik 3,66. Sedangkan untuk jurusan IPS, rerata nilai Bahasa Indonesia naik 3,16.

“Kita bersyukur nilai Bahasa Indonesia meningkat, karena ini hal yang mendasar,” ujar Mendikbud Anis Baswedan.

UN tingkat SMA/sederajat tahun 2015 diikuti 19.215 sekolah dengan jumlah peserta mencapai 1.661.832 orang. Dari 758.055 peserta UN program studi IPA, 3,12% memiliki rerata nilai lebih dari 85. Sedangkan untuk program studi IPS, dari 852.870 peserta, hanya 0,24% yang memeperoleh nilai di atas 85.[] Sumber: kemdikbud.go.id

Sore Ini, Siswa SMA Lhokseumawe Terima Hasil Kelulusan

Sore Ini, Siswa SMA Lhokseumawe Terima Hasil Kelulusan

LHOKSEUMAWE – Ribuan siswa SMA sederajat di Kota Lhokseumawe akan menerima pengumuman hasil ujian nasional sore nanti, Jumat, 15 Mei 2015. Hasil tersebut akan ditempelkan sekitar pukul 17.00 WIB nanti secara serentak di masing-masing sekolah yang ada di Kota Lhokseumawe.

“Kita telah imbau kepada pihak sekolah agar sebelum mengumumkan terlebih dahulu mengarahkan siswanya,” ujar Ketua Panitia UN Lhokseumawe Drs. Nasruddin, MM kepada portalsatu.com.

Ia mengatakan pihak sekolah harus mengajak siswanya agar tidak berhura-hura merayakan kelulusan tersebut. “Itu bukan budaya kita, tak pantas untuk ditiru,” katanya.

Ia juga meminta siswa tidak mencoret-coret seragam sekolah.

“Itu juga jangan dilakukan. Lebih baik dikumpulkan saja, biar bisa kita sumbangkan nantinya kepada orang-orang yang membutuhkan,” ujarnya.[](bna)

Laporan : Datuk Haris Molana

Besok, Aceh Tengah Umumkan Hasil Ujian Nasional SMA

Besok, Aceh Tengah Umumkan Hasil Ujian Nasional SMA

TAKENGON – Kabid Dikmen Aceh Tengah Zulhamsyah mengatakan hasil UN SMA sederajat akan diumumkan pada Jumat, 15 Mei 2015 pagi besok. Hasil UN tersebut telah diterima dinas terkait pada Senin, 11 Mei 2015.

“Selasa, 12 Mei kemarin sudah kita serahkan ke masing-masing sekolah,” kata Zulhamsyah kepada portalsatu.com, Kamis 14 Mei 2015.

Ia mengatakan pihak dinas juga telah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah untuk menempel hasil UN besok. Sementara enam sekolah yang terisolir seperti SMP 30 Lumut, SMP 26 Jamat, SMP 24 Uak, SMP 29 Pantan Nangka, SMP 28 Pame dan SMP 29 Seurule, Aceh Tengah, juga telah menerima hasil UN tersebut. Keenam sekolah ini telah siap mengumumkan hasil UN secara bersamaan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 2.662 siswa SMA sederajat menjadi peserta UN tahun anggaran 2014/2015 di Aceh Tengah. Peserta itu meliputi 1.509 siswa SMA, 455 siswa SMK dan 726 siswa Madrasah Aliyah. Jumlah tersebut berasal dari 37 sekolah yang ada di Aceh Tengah.

Secara terpisah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bener Meriah, Darwin MH, SE, mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan hasil UN akan diumumkan besok.

“Kalau mengacu pada SOP, maka besok pengumuman secara nasional. Tapi kami sebelumnya pernah menerima surat edaran dari Kadis Pendidikan masa pak Anas. Dalam surat itu pengumuman dianjurkan pada Senin 18 Mei 2015. Ini lagi kita koordinasi dengan Dinas Pendidikan Aceh. Besok saya kabari lagi,” katanya.[](bna)

Panitia Serahkan Hasil Ujian Nasional SMP Gayo ke Dinas Pendidikan Aceh

Panitia Serahkan Hasil Ujian Nasional SMP Gayo ke Dinas Pendidikan Aceh

TAKENGON – Lembar Jawaban Komputer (LJK) hasil Ujian Nasional untuk SMP sederajat di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah sudah berada di posko penerimaan UN di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, sekitar pukul 08.00 WIB pada Jumat, 8 Mei 2015.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Ujian Nasional SMP sederajat Aceh Tengah, Zulhamsyah, kepada portalsatu.com.

“Enam sekolah terisolir yang sebelumnya kita laporkan juga telah masuk sore kemarin. Jadi malamnya langsung kita antar ke Banda Aceh dan pagi tadi sudah sampai tujuan. Saat kita bawa LJK juga dikawal pihak kepolisian,” katanya kepada portalsatu.com.

Ia mengatakan total peserta UN di Aceh Tengah berjumlah 3.477 siswa yang terbagi dalam 2.335 siswa tingkat SMP, selebihnya 1.142 siswa madrasah tsanawiyah dan tujuh orang siswa dari SMP Luar Biasa. Sementara siswa yang absen pada ujian nasional 2015 ini adalah 59 orang, meliputi 39 siswa SMP dan 20 dari MTsN.

“Mereka absen tidak ada keterangan,” ujar Zulhamsyah.

Secara terpisah, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bener Meriah, Endang, S.Pd, mengatakan seluruh LJK siswa telah tiba di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. “Ini lagi penyerahan. Jam 03:00 WIB dini hari kami sampai di Banda,” katanya.

Ia mengatakan total jumlah peserta UN di Bener Meriah mencapai 2.603 yang meliputi SMP LB 17 siswa, MTsN 687 siswa dan SMP 1.893 siswa.

“Dari total itu, siswa kita yang gak ikut 26 orang. Mereka tanpa keterangan,” katanya.[](bna)

Enam SMP Terisolir Aceh Tengah Belum Serahkan LJK Ujian Nasional

Enam SMP Terisolir Aceh Tengah Belum Serahkan LJK Ujian Nasional

TAKENGON – Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Zulhamsyah, mengatakan ada enam sekolah yang belum menyerahkan Lembar Jawaban Komputer (LJK) Ujian Nasional siswa SMP sederajat ke Kantor Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Kamis, 7 Mai 2015.

“Hingga siang pukul 14:00 WIB, LJK-nya belum masuk. Ini lagi kita koordinasi agar secepatnya dapat diserahkan,” katanya kepada portalsatu.com, Kamis 7 Mai 2015.

Ke enam sekolah tersebut meliputi SMP 30 Lumut, SMP 26 Jamat, SMP 24 UAK, SMP 39 Pantan Nangka, SMP 28 Pame dan SMP 29 Seurule, Aceh Tengah. Enam sekolah itu dilaporkan sangat terisolir dan jauh dari perkotaan.

“Kalau dari Kota Takengon hendak menuju ke enam sekolah itu sekitar tiga atau empat jam lebih. Kalau gak ada halangan, malam nanti sudah masuk dan langsung kita bawa ke Banda Aceh,” katanya.

Sebelumnya dilaporkan, enam sekolah terisolir tersebut juga tidak mengumpulkan hasil UN harian ke Dinas Pendidikan Aceh Tengah. Mereka diizinkan menyerahkan LJK itu pada hari terakhir UN, Kamis, 7 Mai 2015.

“Meski tidak diserahkan ke kantor dinas kabupaten, LJK di enam sekolah itu tetap aman dengan pengawalan pihak kepolisian. Yang jelas hasil UN dijamin tidak akan berubah,” ujar Zulhamsyah yang juga Wakil Ketua UN SMP sederajat Kabupaten Aceh Tengah.[](bna)