Tag: un aceh

Dinas Pendidikan Aceh: Kepala Sekolah Aktor Utama Peningkatan Mutu

Dinas Pendidikan Aceh: Kepala Sekolah Aktor Utama Peningkatan Mutu

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo, mengatakan kepala sekolah merupakan actor utama dari meningkatnya mutu pendidikan di sekolah.

Menurutnya, peran kepala sekolah sangatlah penting dalam membina peserta didik dan para guru.

“Sekolah yang baik akan sangat tergantung dengan kepeminpinan kepala sekolah yang baik. Di sinilah perlu peran kepala sekolah dalam menjamin mutu pendidikan di sekolahnya,” kata Hasanuddin, Kamis, 28 Mei 2015.

Hasanuddin menjelaskan peran kepala sekolah, dewan guru, serta pengawas adalah awal dari menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik.

“Peran pengawas sangat dibutuhkan untuk membina anak-anak termasuk juga pembinaan terhadap guru dan Kepala Sekolah,” ujarnya. [] (mal)

Dosen USM: Kebocoran Soal UN Nodai Pendidikan Aceh

Dosen USM: Kebocoran Soal UN Nodai Pendidikan Aceh

BANDA ACEH – Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Univesitas Serambi Mekkah, Martahadi, meminta kepada pihak terkait untuk menindak tegas pembocor soal Ujian Nasional (UN) yg diduga terjadi di beberapa daerah.

Hal itu disampaikan Martahadi kepada portalsatu.com di Banda Aceh, 19 April 2015.

Menurutnya, bocoran soal melalui data yang diunggah di Google Drive itu sudah menodai pendidikan, khususnya di Aceh. Apalagi dikatakannya, bocoran soal yang terjadi diduga hanya Aceh dan Djogjakarta.

“Tidak mungkin soal UN bocor sendiri, kalau tidak ada orang yang membocorkan, ini mustahil,” ujar Martahadi.

Martahadi meMinta kepada pihak terkait untuk mengusut tuntas bocoran soal UN tersebut, dan ia meyakini pasti ada pihak yang bermain dan mendapat keuntungan dibalik kebocoran Soal UN.

Selain itu, ia juga meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan apabila dilakukan pengulangan, cukup dilakukan pada sekolah-sekolah yang ada kebocoran saja.

Ia mencontohkan, seperti di kampung-kampung yang sangat terbatas akses informasi melalui internet, tidak mungkin mereka mendapatkan soal dari google drive tersebut.

“Apabila semua sekolah diulang, ini bisa menjadi beban psikoligis bagi siswa, dan bisa mengakibatkan trauma apabila terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya,” ujarnya lagi. [] (mal)

UN Aceh Berpotensi Diulang, Kadis Pendidikan: Mendikbud Arif dan Bijaksana

UN Aceh Berpotensi Diulang, Kadis Pendidikan: Mendikbud Arif dan Bijaksana

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo, mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, sangat arif dan bijaksana dalam mengambil sikap terkait isu kebocoran soal UN SMA sederajat di Aceh.

“Saya kira pak menteri itu arif dan bijaksana. Tak mungkin UN di Aceh diulang,” kata Hasanuddin Darjo melalui sambungan telepon kepada portalsatu.com, Minggu 19 April 2015.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan belum memanggil Dinas Pendidikan Aceh terkait kebocoran soal UN.

“Saya pikir kementerian pasti ada kroscek terlebih dahulu terkait hal ini. Dan hasil pantauan, siswa di Aceh juga tidak memanfaatkan soal UN yang diunggah di Google Drive itu,” ujar Hasanuddin Darjo.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengumumkan bahwa soal Ujian Nasional (UN) 2015 yang diunggah ke Google Drive adalah paket UN IPA SMA yang diperuntukkan untuk Aceh dan Yogyakarta.

Hal itu dapat mudah diketahui karena adanya barcode di bagian pojok kanan. Barcode tersebut menunjukkan provinsi dan kode soal. Kemudian, di pojok bawah kiri terdapat kode U-N-2014/2015 yang merupakan kode soal untuk daerah Nangroe Aceh Darussalam.

“Dari kode yang tertera pada lembar soal yang diunggah, kami telah dapat mengidentifikasi buklet soal tersebut adalah set soal SMA program IPA untuk daerah Aceh, di mana set buklet untuk Aceh identik dengan Yogyakarta,” kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam, seperti dikutip CNN Indonesia, di gedung Kemendikbud, Jakarta Selatan, Jumat 17 April. [] (mal)

Soal UN Aceh Bocor, Ini Kata Kadis Pendidikan

Soal UN Aceh Bocor, Ini Kata Kadis Pendidikan

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo, mengaku belum menerima laporan apapun terkait kebocoran soal UN SMA sederajat di Aceh. Baik laporan dari masyarakat, siswa, guru dan para pengawas.

Hal ini diungkapkan Hasanuddin Darjo kepada portalsatu.com, Minggu 19 April 2015. “Saya sendiri isu bocornya soal UN baru saya ketahui satu hari pasca UN,” kata Hasanuddin.

Namun, katanya, pemantauan di lapangan, justru tidak ditemukan apapun yang berhubungan dengan kebocoran soal UN.

“Siswa kita mungkin tidak tahu ada soal UN yang diunggah di internet. Sehingga hasilnya murni,” kata Hasanuddin.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengumumkan bahwa soal Ujian Nasional (UN) 2015 yang diunggah ke Google Drive adalah paket UN IPA SMA yang diperuntukkan untuk Aceh dan Yogyakarta.

Hal itu dapat mudah diketahui karena adanya barcode di bagian pojok kanan. Barcode tersebut menunjukkan provinsi dan kode soal. Kemudian, di pojok bawah kiri terdapat kode U-N-2014/2015 yang merupakan kode soal untuk daerah Nangroe Aceh Darussalam.

“Dari kode yang tertera pada lembar soal yang diunggah, kami telah dapat mengidentifikasi buklet soal tersebut adalah set soal SMA program IPA untuk daerah Aceh, di mana set buklet untuk Aceh identik dengan Yogyakarta,” kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam, seperti dikutip CNN Indonesia, di gedung Kemendikbud, Jakarta Selatan, Jumat 17 April. [] (mal)

Hanya Satu Siswa di SMALB YPAC Banda Aceh yang Ikut UN

Hanya Satu Siswa di SMALB YPAC Banda Aceh yang Ikut UN

BANDA ACEH – Peserta Ujian Nasional (UN) di SMALB Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) hanya berjumlah satu orang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh portalsatu.com, siswa kelas tiga di SMALB YPAC sebenarnya berjumlah dua orang, yaitu Nazardi dan Sastra Putra Alas.

“Peserta satu lagi namanya Sastra Putra Alas, tapi tidak bisa ikut ujian karena pulang kampung, orang tuanya meninggal,” ujar fitri, yang merupakan guru Pendidikan Kebudayaan sekaligus pengawas ujian.

Katanya, total keseluruhan siswa di SMALB adalah 28 orang, dan semua siswanya adalah tuna rungu. Siswa di SMALB ditempatkan di asrama yang terletak di Santan.

“Dan untuk transportasi dari Santan menuju ke sekolah, mereka menggunakan labi-labi yang sudah disewakan oleh pihak sekolah,” katanya. [] (mal)

Rutan Lhoknga Tak Miliki Tahanan Anak yang Ikut UN SMA

Rutan Lhoknga Tak Miliki Tahanan Anak yang Ikut UN SMA

LHOKNGA – Rutan Lhoknga saat ini tidak memiliki tahanan anak tingkat SMA yang sedang mengikuti UN.

Rutan Lhoknga adalah rumah tahanan wanita dan anak yang berada di jalan Banda Aceh-Meulaboh, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

“Hanya 3 anak tingkat SMP yang berada di Rutan Lhoknga Aceh Besar. Mereka sudah putus sekolah dan tidak melanjutkan lagi. Dua diantaranya berumur 16 tahun dan satu berusia 17 tahun,” kata Muhammad Nasir, SH, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Selasa 14 April 2015.

Katanya, tahanan anak ini tidak melanjutkan sekolah lagi memang kemauan sendiri.

Pihak Rutan sendiri, kata Muhammad Nasir, mengadakan asimilasi pendidikan. Asimilasi pendidikan adalah tahanan anak tetap sekolah diluar tanpa bayar yang dikawal oleh petugas Rutan.

“Namun itu tergantung pada orangtua atau wali si anak ingin melanjutkan pendidikannya atau tidak. Sementara yang tingkat SMA disini tidak ada,” katanya kepada portal satu.com pagi tadi.

Untuk melanjutkan pendidikan, katanya, anak yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memang harus ada jaminan dari pihak keluarga karena anak terkait dengan hukum.

Nasir mengatakan tahun 2014 terdapat satu tahanan anak tingkat SMA bernama Maulizar Saputra yang mengikuti asimilasi pendidikan di SMA Al-Misbah. Ini merupakan keinginan individu sendiri dan orangtua untuk melanjutkan pendidikan.

“Tetapi tidak menutup kemungkinan semua anak di Lapas akan mengikuti asimilasi pendidikan, nanti tergantung kasus tahanan, bisa jadi dengan asimilasi pendidikan ia dapat berhubungan lagi dengan kawan-kawan sekelompoknya, meskipun dalam pengawasan,” ujarnya.

Untuk diketahui, cabang Rutan Lhoknga sekarang terdiri dari 61 tahanan wanita berasal dari Aceh serta warga Medan yang menetap di Aceh. 60 persen dari mereka adalah kasus narkoba berjenis sabu-sabu sementara jenis ganja hanya beberapa tahanan saja.

“Iya tahanan kebanyakan kasus sabu-sabu. Sekedar informasi Rutan Lhoknga memang lapas wanita dan anak yang disatukan. Namun setelah selesai Lapas di Sigli nanti akan direncanakan tahanan wanita dipindahkan kesana, sementara di Lhoknga hanya tahanan anak,” katanya. [] (mal)

Anggota DPR Aceh Pantau Pelaksanaan UN di Daerah

Anggota DPR Aceh Pantau Pelaksanaan UN di Daerah

LANGSA – Anggota Komisi V DPR Aceh turut memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Senin 13 April 2015. Pantauan ini, seperti di Nagan Raya, Lhokseumawe, Pidie, Bireuen kota Langsa, dan Tamiang.

Wakil Ketua Komisi V DPR Aceh, Adam Mukhlis Arifin, yang berkunjung ke Kota Langsa dan Tamiang, mengatakan, kunjungan komisi V ke SMAN 1 Langsa untuk melihat langsung 259  siswa yang mengikuti UN.

“Kebetulan mata pelajaran dipantau dari Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan agama Islam  (USBN PAI). Di sekolah itu ada 14 orang siswa beragama Budha, 2 orang beragama Kristen Protestan dan 1 orang Kristen Katolik,” kata Adam Mukhlis.

Adam Mukhlis turut didampingi dua anggota Komisi V Sjech Ahmaddin, Zulfikar ZB Lidan dan  Satu orang staf Muhammad Saleh.

Sebelum mengunjungi SMAN 1 Langsa, anggota komisi DPR Aceh juga melakukan kunjungan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Langsa. Namun karena sedang berlangsung ujian akhir sekolah, dewan lalu berkunjung ke SMAN 1 Langsa, dan SMAN  3 Langsa yang diikuti perserta UN 413 siswa dengan  jumlah penggunaan lokal sebanyak 22 lokal.

Kunjungan ke IV dilakukan di SMKN 3 Langsa dengan siswa yang mengikuti UN sebanyak 140 siswa. Namun ada 2 siswa yang absen ikut ujian.  Selanjutnya, kunjungan ke V berlangsung di  MAN Kampung Teungoh dengan jumlah peserta UN 197 siswa, yang terdiri dari 19 siswa dari MAS Darul Huda dan 37 dari MAS Bustanul Fakri.

Anggota Komisi V yang melakukan kunjungan ke daerah adalah Ketua Komisi V DPRA Mohammad Alfatah, Hj Siti Nahziah dan HT Hamdani  bertugas ke Nagan dan sekitarnya, Pidie dan Pidie Jaya Hj Nurlelawati, Makrum Thahir dan Tgk H Makhyaruddin Yusuf. Sedangkan dewan yang ke  Lhokseumawe diwakili oleh Ermiadi Abdurrahman dan HT Hasdarsyah. Sementara yang ke Kota Langsa dan Aceh Tamiang, wakil Ketua Komisi, Adam Mukhlis Arifin, Sjech Ahmaddin, dan Zulfikar ZB Lidan. [] (mal)

Ini Kendala Pelaksanaan UN di Banda Aceh

Ini Kendala Pelaksanaan UN di Banda Aceh

BANDA ACEH- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Banda Aceh berjalan lancar, Banda Aceh, Senin 13 April 2015.

Di MAN Model Banda Aceh, misalnya. Peserta UN di sana terdiri dari 250 siswa dan hadir semua.

“Alhamdulillah hadir semua, dan ini sedang berlangsung sesi kedua,” kata Razali Yunus, Ketua Pelaksana UN di MAN Model Banda Aceh kepada portalsatu.com.

Menurutnya, yang menjadi kendala adalah pelaksanaan UN yang terlalu cepat di Aceh. Sejak pukul 07.10 WIB, siswa sudah harus berada dalam ruangan. Meskipun dapat diatasi, tetapi siswa terlihat terburu-buru.

“Maunya jangan disamakan waktu di Aceh dengan Jakarta. Karena waktu kita kan WIB. Di Jakarta biasa jam 07.10. Sedangkan kita itu terlalu cepat. Pengisian Lembar Jawaban Komputer (LJK) dimulai pukul 07.30 WIB,” katanya. [] (mal)

 

UN SMA Sederajat di Banda Aceh Berjalan Lancar

UN SMA Sederajat di Banda Aceh Berjalan Lancar

BANDA ACEH – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Banda Aceh berjalan lancar, Senin 13 April 2015.

Pantauan portalsatu.com, di MAN Model Banda Aceh misalnya, para siswa terlihat antusias mengikuti UN.

“Alhamdulillah hadir semua, dan ini sedang berlangsung sesi kedua,” kata Razali Yunus, ketua pelaksana UN di MAN Model Banda Aceh, kepada portalsatu.com.

Begitu pula dengan SMA Darul Imarah, Lampeunerut. UN di sana berjalan lancar dan tidak mengalami kendala. Siswa yang mengikuti UN disekolah ini berjumlah 268 siswa.

“Alhamdulillah mulai pagi tadi berjalan normal, tidak ada kendala dan siswapun hadir seratus persen,” kata Akamil, sekretaris panitia UN di SMA tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh guru bidang kesiswaan SMA Negeri 1 Banda Aceh. Di sekolahnya, UN aman dan berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Hanya saja, tahun lalu ada siswa LB yang ikut UN di SMA 1 Banda Aceh. Namun tahun ini tidak.

“Tahun lalu ada siswa LB yang mengikuti UN disekolah kita. Namun kali ini tidak ada lagi karena setiap sekolah yang sudah memiliki akreditasi sekarang bisa melaksanakan UN di tempatnya masing-masing,” ujarnya.

Begitu juga dengan SMA Negeri 3 Banda Aceh, UN nya berjalan mulus seperti yang diharapkan.

“Tahun lalu sempat keterlambatan soal, tidak cukup, tapi kali ini tidak, Alhamdulillah tercover semua, semuanya berjalan lancar,” kata Arman, S. Ag, salah satu anggota panitia UN di sekolah tersebut.

Terakhir, SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kondisi pelaksanaan UN lancar-lancar saja dan normal.

“Pelaksanaannya aman ya, baik dari pihak siswa yang datang tepat waktu maupun pengawas semuanya ontime, tidak ada yang terlambat,” kata Kepsek SMA 12 Banda Aceh. [] (mal)