Tag: ujong pacu

Ujong Pacu Kini Punya ‘Teman’, Rancong Baro Antinarkoba

Ujong Pacu Kini Punya ‘Teman’, Rancong Baro Antinarkoba

“Narkoba itu sangat berbahaya, terutama bagi generasi muda. Ekses narkoba bukan hanya merusak masa depan pribadi anak-anak muda itu sendiri, tapi kompor gas, tabung gas, bahkan ayam pun disikat habis,” ujar Marzuki dengan aksen Aceh yang kental.

Marzuki adalah mantan Kepala Dusun Rancong Baro, Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Rancong Baro, salah satu dari empat dusun di Gampong Blang Naleung Mameh. Tiga lainnya: Dusun Barat, Timur, dan Utara.

Masyarakat Rancong Baro sejak empat malam terakhir menghidupkan “jaga malam” atau ronda malam di Pos Siskamling dusun itu. “Fokus utama untuk mencegah (peredaran) narkoba, selain untuk menjaga keamanan di dusun ini,” kata Marzuki kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Rabu, 9 September 2015.

Marzuki mengakui tokoh masyarakat dan pemuda Rancong Baro termotivasi dengan program antinarkoba yang sudah berjalan beberapa bulan di Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Menurut Marzuki, kegiatan ronda malam tersebut merupakan hasil keputusan rapat umum masyarakat Rancong Baro. Rapat umum itu digelar di meunasah Gampong Blang Naleung Mameh sekitar enam hari lalu.

“Sebelumnya, di kalangan tokoh masyarakat dan pemuda Rancong Baro sudah ada saling tukar pikiran (diskusi) tentang pentingnya mencegah narkoba. Hasil tukar pikiran itu kemudian dibawa dalam rapat umum masyarakat di meunasah gampong, sehingga lahirlah keputusan, dan sudah berjalan empat malam di Rancong Baro,” ujar Marzuki.

Program “pageu gampong” untuk menghalau gempuran narkoba itu, menurut Marzuki, mendapat dukungan dari pihak Polsek Muara Satu dan Polres Lhokseumawe. Sebab, kata dia, masyarakat berkomitmen mengedepankan pola persuasif dalam membangun “benteng” Rancong Baro antinarkoba.

“Kalau ada warga dusun ini atau orang dari luar masuk kemari diduga mengedarkan narkoba, jika ditemukan barang bukti oleh masyarakat maka akan diserahkan kepada polisi. Jadi tidak boleh ‘main hakim sendiri’ atau melakukan tindakan kekerasan,” kata Marzuki.

Itu sebabnya, kata Marzuki, setiap regu ronda malam beranggotakan sekitar 12 warga berusia 18 hingga 45 tahun, turut dipantau dua atau tiga tokoh masyarakat. “Penting peran serta tokoh masyarakat agar anggota jaga malam yang masih muda-muda lebih mengedepankan kesabaran dalam bertugas,” ujarnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kapolsek Muara Satu AKP M. Nasir, S.H., menyatakan mendukung kegiatan ronda malam masyarakat Dusun Rancong Baro, Gampong Blang Naleung Mameh untuk mencegah peredaran narkoba.

“Ada diberitahukan kepada kita, tentu kita mendukung jika masyarakat mengedepankan cara-cara persuasif untuk mencegah narkoba maupun kriminal lainnya seperti pencurian. Kita imbau masyarakat tidak bertindak anarkis, jika ada orang yang diduga mengedar narkoba, mohon segera dilaporkan agar dapat kita tindaklanjuti secepatnya,” ujar M. Nasir.

Menurut Kapolsek Nasir, sejauh ini di wilayah hukum Polsek Muara Satu hanya Gampong Ujong Pacu dan Dusun Rancong Baro, Gampong Blang Naleung Mameh yang menghidupkan ronda malam mencegah peredaran narkoba.

Hasil swadaya masyarakat, kini di dusun itu juga sudah dipajang dua spanduk bertuliskan, “Masyarakat Rancong Baro Antinarkoba”. Spanduk tersebut, kata Marzuki, sebagai bentuk sosialisasi baik untuk masyarakat setempat maupun warga dari luar yang bertamu ke dusun itu.

“Memang sejak aktifnya kegiatan jaga malam masyarakat Ujong Pacu mencegah narkoba, bias dibilang saat ini sudah 90 persen berkurang narkoba di tempat kami. Mudah-mudahan dengan aktifnya jaga malam di dusun ini, ke depan tidak ada lagi narkoba yang masuk ke Rancong Baro,” kata Marzuki.

Rancong Baro kini menjadi “teman” Ujong Pacu dalam program masyarakat antinarkoba. Bagaimana dengan dusun-dusun atau gampong-gampong lainnya di Aceh?[]

Foto ilustrasi. @okezone.com

 

Polda Aceh Tangkap Pelaku Teror Bom di Lhokseumawe, 2 Pucuk Senpi Disita

Polda Aceh Tangkap Pelaku Teror Bom di Lhokseumawe, 2 Pucuk Senpi Disita

LHOKSEUMAWE – Tim khusus Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe berhasil membekuk pelaku peneror bom rakitan yang selama ini meresahkan warga Desa Ujung Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Dari tangannya, polisi menyita 2 pucuk senjata api dan ratusan amunisi.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, pelaku terungkap bernama Fauzi (30) warga Desa Ujung Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Ia ditangkap pada Kamis (27/8/2015) sekitar pukul 01.00 WIB di rumah mertuanya di Desa Darul Aman, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen.

Dari pengembangan itu sekitar pukul 02.30 WIB, tim berhasil menemukan 1 pucuk senjata api laras panjang jenis AK-47 beserta ratusan butir amunisi dan magasin terbungkus dengan plastik hitam yang disembunyikan pelaku di atas pohon kelapa yang berada di belakang rumah mertuanya.

Kemudian sekitar pukul 03.45 WIB,  polisi terus melakukan pengembangan dan kembali berhasil menemukan 1 pucuk senpi laras pendek jenis colt kaliber 45 mm, 1 buah magasin dan 6 butir amunisi. Saat ini barang bukti tersebut diamankan di Mapolres Lhoskeumawe

“Petugas masih terus melakukan pengembangan di lapangan. Kalau polisi sudah selesai melakukan pengembangan besok mungkin Kapolda akan menggelar konferensi pers,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol T Saladin kepada detikcom, Kamis (27/8/2015).

Fauzi merupakan pelaku utama peletakan bom rakitan yang meresahkan warga Desa Ujung Pacu. Dalam terornya itu, dari enam bom rakitan yang dipasang pelaku, dua diantaranya meledak dan melukai delapan orang warga sekitar yang berada di pos jaga desa setempat.

Selama ini warga Desa Ujung Pacu sedang melawan narkoba, sehingga aksi warga itu membuat pelaku marah karena menghambat bisnis narkobanya di desa tersebut.| sumber : detik

Polisi: Bom di Ujong Pacu Terkait Narkoba

Polisi: Bom di Ujong Pacu Terkait Narkoba

LHOKSEUMAWE -Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Lhokseuamawe, Kompol  Isharyadi, membenarkan adanya penemuan bom rakitan di Desa Ujong Pacu, Rabu pagi, sekitar pukul  08.00 WIB.

Wakapolres  Kompol Isharyadi, mengatakan  bom rakitan tersebut jenis pipa ukuran diameter 4 inci dengan panjang  40 cm yang  ditemukan oleh seorang warga pada tambak milik Abubakar, yang saat ini menjabat sebagai keuchik desa setempat.

“Saat ini benda yang diduga bom rakitan tersebut sudah diamankan tim Gegana detasemen B Jeulikat untuk diurai kembali agar diketahui jenis apa dalam benda yang diduga bom tersebut. Sejak dua bulan terakhir desa ini melakukan pemberantasan terhadap pemakai dan pengedar narkoba sudah lima kali dikejutkan dengan bom rakitan,” kata Kompol Isharyadi.

Diberitakan sebelumnya, warga Ujong Pacu berulang kali mendapat terror bom pasca giat memberantas narkoba.

Berdasarkan data portalsatu.com, terror bom pertama pada Kamis 23 Juli lalu, dimana lokasi bom-nya ditanam dekat tambak.  Pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Selanjutnya, Sabtu 8 Agustus 2015 sekitar pukul 22.00 WIB, dua bom rakitan kembali meledak dan lokasinya tepat di pos ronda desa setempat.

Dalam insiden kedua ini, delapan warga luka-luka hingga harus dibawa lari ke Rumah Sakit milik PT Arun dan kemarin warga juga menemukan sebuah bom rakitan yang masih aktif di sekitar areal tambak. [] (mal)

Teror Bom Kembali Hantui Warga Ujong Pacu

Teror Bom Kembali Hantui Warga Ujong Pacu

LHOKSEUMAWE – Satu buah bom rakitan kembali ditemukan di Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Rabu, 26 Agustus 2015 sekitar pukul 08.00 WIB tadi. Kali ini bom tersebut ditemukan oleh warga di tambak milik Keuchik Ujong Pacu, Abu Bakar.

Abu Bakar saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan bom tersebut pertama kali dilihat oleh Abdurrahman, 35 tahun, warga setempat. Abdurrahman mengetahui adanya bom tersebut saat keluar dari rumahnya yang tak jauh dari lokasi. Saat itu dia melihat seekor burung berdiri tepat di atas benda aneh yang ada di tambak milik Abu Bakar.

“Melihat benda tersebut, Abdurrahman memberitahukan kepada saya, dan sewaktu kita lihat ternyata sebuah bom,” ujar Abu Bakar.

Dia lantas menghubungi pihak berwajib untuk mengamankan benda yang diduga bom tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tim penjinak bom dari Detasemen B Jeulikat bersama personil Polres Lhokseumawe sedang mengevakuasi bom tersebut untuk dijinakkan.

Sebelumnya diberitakan, warga Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, juga menemukan satu bom rakitan di desanya pada Selasa, 25 Agustus 2015 sekitar pukul 15.00 WIB. Bom tersebut ditemukan M. Idris, salah satu warga setempat yang hendak memberikan pakan lele di tambak miliknya.

“Hanya berkisar 50 meter dari bom yang meledak sebelumnya. Menurutnya kemungkinan ada dua bom yang diletakkan pelaku kala itu. Namun yang meledak pada bulan lalu hanya satu,” ujar Keuchik Ujong Pacu, Abu Bakar.

Dia mengatakan sebelumnya warga setempat juga digegerkan oleh ledakan bom rakitan di kawasan tersebut. Abu Bakar mengatakan bom rakitan tersebut terbuat dari pipa besi.

“Saat ini (kemarin, Selasa, 25 Agustus 2015-red) sudah datang polisi ke lokasi, dan bom tersebut sudah diamankan,” ujar Abu Bakar.

Seperti diketahui, warga Ujong Pacu mendeklarasikan perang dengan pengedar narkoba di kawasan tersebut. Sikap tegas warga ini berbuntut dengan teror berupa ledakan bom di kawasan Ujong Pacu.

Teror bom pertama terjadi pada dinihari Kamis, 23 Juli 2015 lalu. Saat itu bom yang diletakkan di kawasan tambak warga tersebut tidak menelan korban jiwa. Selanjutnya dua bom rakitan kembali meledak di dekat pos ronda Gampong Ujong Pacu pada Sabtu, 8 Agustus 2015 sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam insiden kedua ini, delapan warga luka-luka hingga harus dirawat di Rumah Sakit milik PT Arun.[](bna)

Tim Gegana Jinakkan Bom Rakitan di Ujong Pacu

Tim Gegana Jinakkan Bom Rakitan di Ujong Pacu

LHOKSEUMAWE – Kepala Kepolisian Resort Kota Lhokseuamawe, AKBP Anang
Triarsono, melalui Kapolsek Muara Satu AKP Muhammad Nasir, membenarkan
adanya penemuan bom rakitan di Gampong Ujong Pacu, Selasa 25 Agustus 2015.

Kapolsek AKP Nasir mengatakan bom rakitan tersebut jenis pipa ukuran
diameter 4 inci dengan panjang LK 40 cm. Bom ini ditemukan di areal
pinggiran tambak milik warga M. Idris, 45 tahun dan Munawar, 45 tahun.

AKP Nasir mengatakan temuan tersebut bermula dari M. Idris warga Gampong Ujong Pacu membersihkan ranting dan daun pisang di kawasan tambak tersebut pada Sabtu, 22 Agustus 2015 sekitar pukul 18.00 WIB. Tumpukan sampah tersebut kemudian dibakar. Dia kemudian bergegas pulang.

M Idris kemudian kembali ke lokasi pada Selasa, 25 Agustus 2015 sekitar pukul 15.00 WIB. Dia kembali membersihkan tumpukan sampah yang sudah terbakar tapi menemukan satu buah benda yang diduga bom rakitan. Pasalnya benda tersebut dibalut dengan lakban kuning dan juga terlihat kabel merah.

Idris kemudian melaporkan temuannya ke Munawar, yang juga pemilik tambak di lokasi tersebut. Mereka lantas sepakat melaporkan hal ini kepada keuchik dan polisi.

“Saat ini (Selasa, 25 Agustus 2015-red) benda yang diduga bom rakitan tersebut sudah diamankan Tim Gegana Detasemen B Jeulikat untuk dilakukan penjinakan,” kata AKP M.Nasir.[](bna)

Merdeka dari Narkoba, Mungkinkah?

Merdeka dari Narkoba, Mungkinkah?

KODIM 0104/Aceh Timur kemarin mendeklarasikan kemerdekaan dari narkoba yang dinyatakan dalam apel gabungan bersama sejumlah komunitas, OKP dan Ormas di Lapangan Merdeka Langsa. Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 dinilai momentum yang tepat untuk menyatakan kemerdekaan dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Seruan serupa sudah sering kita dengar. Bukan hanya ajakan dari kalangan TNI saja, tetapi juga dari pemerintah dan segenap unsur masyarakat. Segala komponen bangsa memang harus bersatu padu dalam menumpas musuh bernama narkoba. Peredaran barang haram itu telah menyusup ke seluruh pembuluh darah bangsa ini. Melumpuhkan organ-organ vital bangsa ini yaitu generasi bangsa. Indonesia kini darurat narkoba!

Tak hanya TNI dan pemerintah saja yang sudah geram dengan semakin bergentayangannya hantu narkoba. Masyarakat juga, seperti halnya yang ditunjukkan oleh warga Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Sejak beberapa bulan lalu warga Ujong Pacu menggalakkan Gampong Anti Narkoba. Mungkin inilah satu-satunya gampong di Aceh yang berani melawan narkoba terang-terangan.

Di desa mereka terpasang spanduk berisikan kesiapan warga dalam memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Bukan hanya itu, warga juga melakukan razia dan telah menangkap beberapa warga setempat dan warga luar desa mereka yang diduga memakai dan memiliki narkoba untuk diserahkan pada pihak berwajib. Mereka juga rutin melakukan pembinaan terhadap para remaja dan pemuda setempat.

‘Perang’ terbuka pada narkoba yang dilakukan warga ternyata membuat sekelompok orang resah. Dua teror bom melanda Gampong Ujong Pacu dalam dua bulan terakhir. Bom kedua yang meletus pada pekan lalu menyebabkan delapan orang luka-luka. Satu di antaranya terpaksa dirawat inap.

Apa yang dilakukan warga Ujong Pacu mendapat apresiasi dari anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil. Nasir menyarankan agar pihak terkait seperti Badan Narkotika Provinsi maupun Badan Narkotika Kota Lhokseumawe menjadikan Ujong Pacu sebagai desa percontohan dalam melawan narkoba. Jika ini berhasil bukan tidak mungkin menjadi contoh positif bagi Indonesia dalam memberantas narkoba.

Bukan hanya itu, keterlibatan lembaga negara akan membuat rakyat merasakan hadirnya negara bersama mereka. Ini sesuai dengan poin pertama Nawa Cita Presiden yang berbunyi “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara”.

Namun, apa yang dipaparkan Nasir berikutnya membuat kita menjadi pesimis. Apakah bangsa ini benar-benar bisa merdeka dari narkoba, seperti yang diinginkan semua pihak? Pasalnya, narkoba justru bisa beredar dengan leluasa karena diduga mendapat dukungan dari oknum aparat penegak hukum. Para mafia narkoba sengaja mendekati oknum-oknum yang dinilai punya kekuatan dan bisa mereka beli.

Apapun ceritanya bisnis narkoba sangatlah menggiurkan bagi sebagian orang. Tidak peduli pada nasib buruk yang akan menimpa bangsa ini, yang penting bagi mereka adalah setoran alias peng tamong.[]

Tim Labfor Polda Sumut Selidiki Lokasi Ledakan Bom Ujong Pacu

Tim Labfor Polda Sumut Selidiki Lokasi Ledakan Bom Ujong Pacu

LHOKSEUMAWE – Tim Laboraturium  Forensik Polisi Daerah (Labfor-Polda) Sumatera Utara melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di  pos jaga, lokasi ledakan bom di Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu. Senin 10 Agustus 2015 sekitar puku 16.00 wib tadi. Hasilnya, polisi temukan sejumlah pecahan bom tersebut yang berupa besi.

Direktur Reskrim Tindak Pidana Umum  Polda Aceh, Komisaris Besar (Kombes) Pol Nurfalah, didampingi jajaran Polres Lhokseumawe, mengatakan pasca ledakan bom rakitan yang melukai delapan warga, tim  Laboratorium Forensik  Polda Sumatera Utara berjumlah tiga orang diterjunkan ke lokasi untuk menyelidiki tempat kejadian perkara. Olah TKP dinilai penting untuk melihat bahan apa yang digunakan oleh pelaku peledakan tersebut.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah pecahan bom  dari besi, dan dapat disimpulkan bom yang diledakan  jenis low eksplosif  atau bom berdaya ledak rendah yang daya ledaknya radius sepuluh meter.

Menurut Nurfalah, bom ini digunakan pelaku hanya untuk menteror warga yang selama ini berjaga-jaga untuk  memberantas pemakai hingga pengedar Narkoba yang telah meresahkan warga setempat selama ini.

Kombes Nurfalah menambahkan, melihat dari maraknya masyarakat yang sedang memberantas narkoba di desa setempat, diduga  pelaku peledakan bom tersebut merupakan   pengedar narkoba yang disinyalir warga  Desa Ujong Pacu.

“Namun Polisi tetap melakukan pengembangan lanjutan, dan sekarang Polda Aceh  sudah membentuk sebuah tim reaksi cepat atau khusus guna memburu pelaku peledakan bom tersebut,” katanya. [] (mal)

[Foto] Dandim Aceh Utara Tinjau Pos Jaga Ujong Pacu

[Foto] Dandim Aceh Utara Tinjau Pos Jaga Ujong Pacu

LHOKSEUMAWE – Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf Eka Oktavianus Wahyu Cahyono menjenguk korban ledakan bom rakitan yang masih dirawat di Rumah Sakit PT Arun, Senin, 10 Agustus 2015. Eka Oktavianus yang baru beberapa hari menjabat Dandim juga mengunjungi lokasi kejadian di Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. [Baca: Dukung Pemberantasan Narkoba, Dandim Bantu Pos Jaga Permanen di Ujong Pacu]

Informasi diperoleh portalsatu.com, pagi tadi, Dandim Eka datang ke RS PT Arun di Batuphat, Muara Satu, Lhokseumawe untuk melihat langsung kondisi Sulaiman Thaib, 21 tahun, korban ledakan bom rakitan yang masih dirawat. Menurut pihak medis, kondisi Sulaiman Thaib yang merupakan warga Desa Ujong Pacu berangsur membaik.

Dari RS PT Arun, Dandim Eka didampingi Danramil dan Camat Muara Satu kemudian mengunjungi pos jaga di Desa Ujong Pacu, lokasi terjadinya ledakan bom rakitan tersebut. Dandim menyatakan pihaknya akan membantu pembangunan pos jaga permanen.

“Kita mendukung pemberantasan narkoba, dan kita akan bantu pembangunan pos jaga di Desa Ujong Pacu ini. Hari Rabu nanti, Babinsa Koramil Muara Satu akan bergotong royong membersihkan lokasi ini agar dapat dibangun pos jaga permanen untuk masyarakat, sedangkan penegakan hukum (terkait bom rakitan itu) ditangani pihak kepolisian,” ujar Dandim Eka kepada wartawan di lokasi itu.

Berikut foto-foto kunjungan Dandim Aceh Utara ke Ujong Pacu:

Dandim 1

Dandim 2

Anggota Komisi Hukum DPR RI Usulkan Ujong Pacu Jadi Desa Sadar Narkoba

Anggota Komisi Hukum DPR RI Usulkan Ujong Pacu Jadi Desa Sadar Narkoba

BANDA ACEH – Anggota Komisi III/Hukum DPR RI, Nasir Djamil mengusulkan agar Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe dijadikan desa percontohan “Sadar Narkoba”.

Nasir Djamil meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh dan BNN Lhokseumawe agar menjadikan Ujong Pacu sebagai “Desa Sadar Narkoba”, sehingga masyarakat terpogram untuk memberantas narkoba.

“Supaya jelas perlawanannya, maka BNN Provinsi (Aceh) dan Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan warga desa, hadirkan bahwa Desa Ujong Pacu merupakan desa percontohan Desa Sadar Narkoba,” kata Nasir Djamil saat berkunjung ke redaksi portalsatu.com, di Banda Aceh, Senin, 10 Agustus 2015.

Menurut Nasir Djamil,  usulan dijadikan Desa Sadar Narkoba itu agar masyarakat tidak sporadis. Akan tetapi, benar-benar terprogram dan mereka tidak merasa sendirian untuk melawan narkoba.

“Kalau sudah ada program, masyarakat merasa negara hadir, pemerintahan hadir. Selama ini negara banyak tidak hadir. “(Program) itu penting!” Nasir Djamil menegaskan.

Diberitakan sebelumnya, di Desa Ujong Pacu sudah dua bulan diberlakukan ronda malam. Tujuannya untuk mencegah keluar masuknya narkoba yang telah meresahkan warga sebab maraknya pemakai hingga pengedar narkoba yang berkeliaran di sekitar gampong itu.

Dalam razia beberapa waktu lalu, mereka menangkap beberapa warga Ujong Pacu dan orang luar gampong itu terkait memakai dan memiliki narkoba. Pelaku narkoba sudah diserahkan ke pihak berwajib di Lhokseumawe.

Pada Sabtu malam lalu, ada pihak diduga melakukan teror dengan meledakkan bom rakitan di pos jaga Desa Ujong Pacu. Akibat ledakan bom itu, delapan warga terluka kena serpihan sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit PT Arun untuk mendapatkan pertolongan medis.[]

Foto: Nasir Djamil di redaksi portalsatu.com.

Kata Geuchik Soal Situasi Ujong Pacu Hari Ini

Kata Geuchik Soal Situasi Ujong Pacu Hari Ini

LHOKSEUMAWE – Setelah meledaknya dua bom rakitan di pos jaga Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Sabtu malam lalu, suasana di gampong tersebut kondusif. Sementara Sulaiman Thaib, 21 tahun, yang terkena serpihan bom masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit PT Arun.

Geuchik Ujong Pacu, Abubakar, kepada portalsatu.com, Senin, 10 Agustus 2015 mengatakan, setelah kejadian tersebut, aktivitas masyarakat sudah mulai normal. Kata dia, ronda atau jaga malam tetap dilakukan seperti biasanya agar para pemakai hingga pengedar narkoba benar-benar tidak ada lagi di Gampong Ujong Pacu.

Geuchik Abubakar menyebutkan, pagi tadi Dandim 0103 Aceh Utara yang baru Letkol Inf Eka Oktavianus Wahyu Cahyono mengunjungi para korban ledakan bom rakitan tersebut, baik yang sudah pulang maupun yang masih dirawat di RS PT Arun. Dandim tuurt mengunjungi lokasi ledakan bom di pos jaga gampong setempat.

Geuchik Abubakar meminta kepada Dandim agar TNI membantu menuntaskan kejadian tersebut sehingga Gampong Ujong Pacu aman dan pemberantasan narkoba tuntas hingga ke akar-akarnya. Kata dia, dalam kunjungan itu, Dandim memberikan bantuan sembako untuk para korban.

Alhamdulillah, Pak Dandim mendukung kegiatan pemberatasan yang kami lakukan selama ini,” ujar Geuchik Abubakar.

Geuchik juga berharap agar pihak penegak hukum terus memburu pelaku agar terungkap dalang di balik kejadian tersebut.

Ia menambahkan, sejumlah warga masih menyisir hutan untuk mencari AM yang diduga pelaku terkait bom rakitan itu. Sejauh ini, kata Abubakar, masyarakat belum mengetahui keberadaan AM.[]

 Foto: Pos jaga Gampong Ujong Pacu, lokasi ledakan bom rakitan.