Tag: uin ar-raniry

Besok, BAN PT Visitasi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry

Besok, BAN PT Visitasi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry

BANDA ACEH- Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) besok, Jumat, 9 Oktober 2015, akan melakukan visitasi terhadap Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Darussalam, Banda Aceh.

Sebelumnya Prodi yang muncul sejak 2008 ini memiliki akreditasi C saat masih di gedung lama, sementara sekarang sudah berpindah ke gedung baru di Fakultas Adab kampus setempat.

“Iya benar, Ilmu Perpustakaan akan divisitasi besok oleh BAN PT. Sebelumnya kami telah mengirimkan data beberapa bulan lalu dalam tahun ini, antara bulan Juni dan Juli,” kata Nurhayati, Kepala Prodi Ilmu Perpustakaan saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh portalsatu.com, Kamis, 8 Oktober 2015.

Nurhayati mengatakan, Prodi Perpustakaan sekarang sudah memiliki laboratorium, yaitu perpustakaan yang dijadikan laboratoriom sebagai tempat simulasi perpustakaan yang real dengan tujuan sebagai wadah praktek mahasiswa.

“Pengolahannya di perpustakaan fakultas yang merupakan laboratorium prodi, kemudian difungsikan juga untuk mahasiswa semua prodi sebagai pelayanan dan ini merupakan bagian dari simulasi. Artinya dapat dipergunakan multifungsi,” katanya.

Sementara tim asesor akan tiba nanti sore dan besok seharian penuh melakukan visitasi. Tim asesor yang diutuskan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

“Dari kedua tim asesor ini ketibaannya beda-beda, tetapi saat melakukan visitasi sama-sama pada hari Jumat dan besoknya, Sabtu mereka kembali ke Jakarta,” ujar Nurhayati. [] (mal)

UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Manajemen Percetakan

UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Manajemen Percetakan

BANDA ACEH – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Percetakan UIN Ar-Raniry menggelar workshop penguatan manajeman kelembagaan percetakan di Aula Pascasarjana UIN, Banda Aceh, Jumat, 2 Oktober 2015.

“Percetakan penerbitan yang berkualitas adalah bagian dari peningkatan status akreditasi Universitas. Selain itu akan merangsang para akademisi untuk menuangkan pemikiran dalam sebuah jurnal yang berkualitas,” kata Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, M.A., dalam sambutannya.

Menurut Farid, mutu kemasan buku hasil percetakan dan penerbitan menjadi tolak ukur para akademisi, baik lokal ataupun internasional untuk menerbitkan pemikirannya.

“Ini bukan hanya berguna secara kelembagaan UIN Ar-Raniry, tapi Aceh secara umum jika pemikiran akademisi dalam jurnalnya menyinggung soal peningkatan perekonomian, pertanian, dan sektor lainnya,” ujar Farid.

Kegiatan dua hari, 2-3 Oktober 2015, itu diperuntukan bagi jajaran akademisi, perwakilan penerbitan, dan mahasiswa. Workshop tersebut menghadirkan Direktur Institut Pertanian Bogor Press, Dr. Ir. H. Elang Ilik Martawijaya, M.M., dengan materi “Pola Manajemen Modern Percetakan Universitas dan Standar Mutu dan Teknik Pengelolaan Percetakan Berkualitas”, Direktur Utama PT Balai Pusaka, Saiful Bahri, S.E., M.M., yang memaparkan materi “Pemasaran Hasil Produk Penerbitan dan Percetakan secara Nasional”.

Berikutnya, Eka Saputra, S.Sos.I., menyampaikan materi “Disain Grafis dan Layout untuk Penerbitan dan Percetakan”, dan Muliadi Kurdi dengan materi “Standar Mutu Karya Ilmiah untuk Penerbitan dan Percetakan”.

Ketua panitia, Dr. Anton Widyanto, M.Ag., mengatakan, workshop yang menghadirkan para pemateri pelaku penerbitan nasional itu untuk merangsang penulis berkarya. Kata dia, pihak penerbit juga membuka diri kepada peserta untuk mengirimkan karya-karya terbaiknya.[]

Besok, Ada Diskusi Tentang Polemik Keagamaan di UIN Ar Raniry Banda Aceh

Besok, Ada Diskusi Tentang Polemik Keagamaan di UIN Ar Raniry Banda Aceh

BANDA ACEH – Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan Aceh Development Wacht (ADW) akan melaksanakan diskusi dengan tema Polemik Keagamaan di Aceh. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Aula Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry pukul 09.00 WIB sampai selesai, pada Selasa, 29 September 2015.

Diskusi ini mengadirkan tiga narasumber seperti Samsul Bahri, MA (Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry), Muhammad Sahlan, MSI (ketua Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry) dan Tgk. Tarmizi Daud (Ulama muda).

Ketiga narasumber yang dihadirkan masing-masing akan memaparkan materi, Perbedaan pendapat dalam Islam dan bagaimana penyelesaiannya, Dinamika kehidupan keagamaan di Aceh saat ini ditinjau dari persepektif resolusi konflik, dan Gerakan Aswaja serta Mazhab-mazhab dalam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Direktur ADW, Khairun Zikri, mengatakan diskusi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang keadaan keagamaan mutakhir di Aceh. Diskusi ini juga diharapkan memberikan kesadaran bahwa perbedaan pendapat dalam ilmu pengetahuan adalah hikmah.

“Dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini di kampus, diharapkan ke depan perbedaan-perbedaan pendapat di kalangan tokoh agama tidak berdampak pada konflik horizontal di masyarakat,” kata Khairun Zikri.

Menurutnya dinamika perkembangan keagamaan akhir-akhir ini di Aceh sangat berpotensi menimbulkan perpecahan dalam masyarakat jika pemerintah tidak segera mengambil langkah-langkah bijak untuk mengatasinya.

“Semua ini tidak kondusif bagi perkembangan Islam, dan pelaksanaan Syariat Islam itu sendiri di Aceh,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Sahlan, MSI, Ketua Prodi Sosiologi Agama menyatakan kegiatan diskusi seperti ini memang seharusnya dilaksanakan di kampus.

“Apalagi ini menyangkut dengan isu keagamaan yang sensitif dalam masyarakat, dengan pelaksanaan di kampus maka perdebatan mengenai perbedaan pandangan akan terlokalisir dan menjadi konstruktif bagi perkembangan Islam di Aceh. bukan malah sebaliknya, menimbulkan perpecahan sesama masyarakat,” katanya.

Muhammad Sahlan, MSI, menambahkan prodi Sosiologi Agama akan aktif berkontribusi terutama terkait dengan isu ini. Menurutnya hal ini menjadi salah satu inspirasi dari pendirian Prodi Sosiologi Agama di UIN Ar-Raniry.[](bna)

UIN Ar-Raniry Siapkan Konselor

BANDA ACEH – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry siapkan konselor dengan mengadakan pelatihan keterampilan konseling bagi dosen dan mahasiswa.

Dr. A Rani Usman, M.Si., Dekan FDK UIN Ar-Raniry, Kamis, 17 September 2015, mengatakan konseling bagian dari proses membantu terapi kejiwaan seseorang supaya bertindak wajar sesuai norma agama dan adat istiadat dalam masyarakat.

“Proses konseling ini juga memberikan nilai positif bagi penyembuhan traumatik,” kata A. Rani Usman di Banda Aceh.

Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam FDK, Jarnawi, M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut untuk memberikan pengetahuan dan pertukaran ilmu dengan konselor agar sesama pegiat sosial nantinya bisa mengembangkan diri secara optimal mungkin mengatur dan pemberi solusi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Konselor ini bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. secara individu kita punya potensi untuk jadi konselor bagi kita sendiri, semua manusia punya permasalahan hidup. Dan peran kita sebagai konselor bagi diri sendiri juga akan membantu,” ujar Jarnawi.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua psikolog sebagai pemateri yakni Yulia Direzkia, yang juga staf Rumah Sakit Jiwa Aceh dan Nurjannah Nitura.[] (idg)

Owner Danish Berikan Kiat-kiat Sukses Berwirausaha pada Mahasiswa

Owner Danish Berikan Kiat-kiat Sukses Berwirausaha pada Mahasiswa

BANDA ACEH – Selain dari akademisi, panitia pelatihan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Ar-Raniry Banda Aceh menghadirkan langsung owner DANISH car interior Banda Aceh sebagai narasumber sekaligus pemateri pada acara pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa Fakultas ekonomi dan bisnis Islam Universitas itu pada Minggu, 13 September 2015.

Acara sehari penuh itu mengambil tema “Dengan Pelatihan Kewirausahaan Kita Rubah Pola Pikir Mahasiswa Terhadap Dunia Kerja.”.

Kegiatan itu berlangsung di aula lantai tiga Paska Sarjana UIN Ar-Raniry yang dibuka oleh Dr. H, Syamsul Rizal, M.Ag selaku Wakil Rector UIN.

Wakil Dekan III, Syahminan, M. Ag selaku panitia pelaksana kegiatan itu mengatakan, Afifuddin sebagai CEO DANISH merupakan alumni UIN Ar-Raniry yang berwira usaha setelah menamatkan kuliahnya sehingga sangat cocok untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa dalam membangun usaha dan meniti karir dalam berbisnis.

“Dia merupakan alumni Fakultas Tarbiyah yang dididik menjadi guru, namun usahanya selama ini jauh menyimpang dari apa yang dia pelajari dulu di bangku kuliah sehingga sangat menarik dan cocok untuk berbagi dengan kami,” katanya.

Pelatihan wirausaha itu diikuti oleh 62 mahasiswa sebagai peserta dari empat prodi di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Owner Danish dalam penyampaian materinya banyak membahas tentang bagaimana menemukan peluang usaha serta merintisnya dan berbagi pengalaman dengan peserta tentang strategi pemasaran yang harus di jalankan untuk suksesnya sebuah usaha. [] (mal)

Syarifuddin Abe: Gerakan Reformasi di Aceh Dimulai dari IAIN Ar-Raniry

Syarifuddin Abe: Gerakan Reformasi di Aceh Dimulai dari IAIN Ar-Raniry

BANDA ACEH – Syarifuddin Abe, mantan ketua Senat Mahasiswa Islam (SMI) pada 1998 menyebutkan bahwa awal gerakan reformasi di Aceh bergerak dari IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN Ar-Raniry).

Hal ini disampaikan Syarifuddin, dalam reuni dan silaturrahmi Front Aksi Reformasi Mahasiswa Islam Daerah Istimewa Aceh (FARMIDIA) di Fakultas Ushuluddin, UIN Ar-Raniry, Sabtu 12 September 2015.

Bersama timnya di SMI, Syarifuddin mengaku menggalang agar terbentuknya organisasi buffer aksi seperti FARMIDIA, Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR), FAIKADA, Ceasefire Watch dan sebagainya.

“Kami juga mencoba mengajak senat-senat mahasiswa lainnya untuk bergabung. Akhirnya terbentuklah sebuah organisasi seperti KARMA,” jelas Syarifuddin Abe, yang juga dosen di Fakultas Ushuluddin saat ini.

Menurut Syarifuddin, banyak tokoh-tokoh yang lahir dari gerakan di IAIN Ar-Raniry. Untuk itu diperlukan kerja keras untuk menyatukan para tokoh-tokoh gerakan ini agar dapat memikirkan kembali kondisi masa depan Aceh secara serius.

Dalam kegiatan ini, FARMIDIA juga melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk memikirkan format organisasi dan gerakan FARMIDIA di masa yang akan datang. Radhi Darmansyah, Sekjen FARMIDIA pada tahun 1998-2000 ditunjuk sebagai Koordinator untuk memimpin reformulasi organisasi FARMIDIA ini.

“Kami belum putuskan, apakah FARMIDIA akan kami jadikan organisasi politik atau kemasyarakatan. Yang jelas kami akan melakukan kajian serius agar organisasi ini bisa terus berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya di Aceh, tapi juga untuk kemakmuran masyarakat dunia,” kata Radhi, yang aktif sebagai dosen politik di Universitas Syiah Kuala ini. [] (mal)

FISIP UIN Ar-Raniry Buka Pendaftaran Dosen Tetap Non-PNS

FISIP UIN Ar-Raniry Buka Pendaftaran Dosen Tetap Non-PNS

BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menerima pendaftaran dosen tetap non-PNS. Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan I, Muji Mulia, S.Ag., M.Ag. dalam website resmi UIN Ar-Raniry di ar-raniry.ac.id, Jumat, 11 September 2015.

Adapun formasi bidang yang disediakan adalah untuk dosen Ilmu Administrasi Negara konsentrasi bidang Kebijakan Publik sebanyak 2 orang dan Ilmu Politik konsentrasi bidang Teori Politik sebanyak 2 orang.

Yang berminat dapat mengajukan surat permohonan dengan melampirkan fotokopi ijazah dan transkrip nilai S1, S2, dan S3 jika ada. Syarat lainnya adalah Curiculum Vitae (CV) dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Permohonan diterima paling lambat 16 September 2015. Seleksi administrasi diumumkan pada 18 September 2015. Tes wawancara dilaksanakan pada 21 September 2015 dan pengumuman kelulusan pada 28 September 2015. Bagi yang telah mengajukan permohonan, dapat menunggu pengumuman seleksi administrasi,” ujar Muji Mulia.[](bna/sar*)

Mahasiswa Arsitektur UIN Dilatih Menggambar Bangunan

Mahasiswa Arsitektur UIN Dilatih Menggambar Bangunan

BANDA ACEH – Sebanyak 19 mahasiswa Arsitektur Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Konstruksi Aceh (BPKON). Kegiatan tersebut berlangsung selama 21 hari. Ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prodi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi UIN dengan BPKON yang ditandatangani pada tanggal 27 Mei yang lalu.

Ketua Prodi Arsitektur, Dr. Anton Widyanto, M.Pd, mengatakan dalam pelatihan itu mahasiswa Arsitektur akan dilatih bidang juru gambar. Mahasiswa akan diberikan materi seputar etika profesi, kewirausahaan, teknik menggambar bangunan, pengenalan aplikasi komputer, serta beberapa hal terkait dengan disiplin ilmu mereka.

Anton menjelaskan, bahwa pelatihan ini merupakan tahap pertama dan akan dilanjutkan dengan gelombang-gelombang pelatihan selanjutnya. Hal ini dilakukan kerena keterbatasan tempat karena keterbatasan tempat di BPKON, pelatihan hanya bisa mengakomodir 19 peserta pada setiap gelombang.

“Para mahasiswa Prodi Arsitektur dituntut untuk serius mengikuti kegiatan pelatihan karena tantangan yang dihadapi profesi arsitek ke depan semakin berat, khususnya ketika diberlakukan MEA tahun 2016 mendatang,” kata Anton, Rabu 9 September 2015.

Anton menambahkan, selain dari kegiatan pelatihan hasil kerjasama dengan BPKON, saat ini Prodi Arsitektur sedang menjajaki kerjasama-kerjasama lain dengan pihak SES dan DAAD dari Jerman serta Universiti Sains Malaysia (USM). [] (mal)

Dosen UIN Ar-Raniry Lolos Program IVLP 2015 di Amerika

Dosen UIN Ar-Raniry Lolos Program IVLP 2015 di Amerika

BANDA ACEH – Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Syarifuddin, MA, Ph.D, menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) 2015 pada 08 – 26 September 2015 di Washington DC, Amerika Serikat.

IVLP merupakan program tahunan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang di danai langsung oleh Biro Kebudayaan dan Pendidikan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

“IVLP merupakan program pertukaran professional yang dibuat untuk membangun saling pengertian antara Amerika Serikat dan negara-negara lain, lewat kunjungan yang diwakili oleh orang-orang pilihan dari banyak negara yang berhasil pada lolos pada seleksi program IVLP 2015,” kata Syarifuddin melalui surat elektronik saat berada di Hongkong menuju Washington DC, Sabtu, 5 September 2015.

Lebih lanjut ia menjelaskan program ini akan memperkenalkan peserta yang terlibat dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia kepada masyarakat, pendidikan, dan pemerintah Amerika. Melalui kunjungan ke sekolah negeri dan swasta, rumah ibadah, univeristas dan organisasi sipil, dan kantor-kantor pemerintah di beberapa kota.

“Peserta akan belajar bagaimana lembaga pendidikan keagamaan yang di arus utamakan di Amerika Serikat dan bagaimana agama dan sekolah sekuler serta berbasis keyakinan dan organisasi masyarakat sipil lainnya bekerja sama sebagai kekuatan untuk menciptakan harmoni sosial,”kata Syarifuddin yang saat ini menjabat Wakil Dekan I FAH UIN Ar-Raniry.

Dalam kesempatan tersebut peserta juga memiliki kesempatan untuk mengajar rekan-rekan AS tentang sistem pendidikan Islam di Indonesia yang unik dan perannya dalam memperkuat tradisi toleransi dan pluralisme di Indonesia. Pada akhir program, peserta akan mengeksplorasi kemungkinan untuk meningkatkan kerjasama AS-Indonesia.[]

Mahasiswa FSH Ar-Raniry Tandatangani Petisi Tolak Perpeloncoan

Mahasiswa FSH Ar-Raniry Tandatangani Petisi Tolak Perpeloncoan

BANDA ACEH – Sebanyak 960 mahasiswa baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani petisi penolakan perpeloncoan dalam kegiatan orientasi dan pengenalan akademik kampus.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Dewan Mahasoswa Fakultas Syariah dan Hukum (DEMA FAH) UIN Ar-Raniry berbarengan dengan agenda orientasi mahasiswa baru di kampus itu pada Selasa, 1 September 2015.

Penandatanganan petisi diawali oleh Dekan Fakultas Syariah & Hukum Dr. Khairuddin, diikuti seluruh wakil dekan di FSH.

Khairuddin menjelaskan, perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan untuk membentuk karakter dan moral mahasiswa.

“Sudah saatnya kampus meninggalkan sistem perpeloncoan yang tidak mendidik, mengintimidasi, melakukan kekerasan mental dan fisik,” ujar Khairuddin di sela-sela kegiatan.

Ia juga mengapresiasi kegiatan orientasi yang dilakukan DEMA FSH tahun ini yang menurutnya amat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya apa yang dilakukan oleh DEMA FSH sesuai dengan instruksi pemerintah melalui Mendikbud beberapa waktu yang melarang memberlakukan sistem perpeloncoan di kampus.

Sementara itu, ketua panitia Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) FSH, Saifunnur, menjelaskan jika konsep pengenalan kampus yang dilakukan pihaknya memang jauh dari budaya kekerasan dan intimadasi.

Penandatanganan petisi ini menurutnya dimaksudkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa di UIN Ar-Raniry sistem perpeloncoan sudah ditinggalkan khususnya Fakultas Syariah dan Hukum.

Selain itu, penandatanganan hal tersebut juga bertujuan untuk mengkampanyekan kepada dunia bahwasanya Aceh telah meninggalkan contoh tidak baik ini.

“Kita ingin menjadi orang pertama yang meninggalkan budaya tidak baik yang membudaya di dunia kampus. Tugas mahasiswa adalah membawa perubahan dan menunjukkan jalan yang baik bagi seluruh masyarakat,” kata mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga ini.

Hal yang sama disampaikan Pjs Ketua DEMA FSH, Imran Zulfitri. Menurutnya mahasiswa generasi baru ini harus diberikan contoh yang baik dari sejak awal mereka memasuki dunia kampus. Lebih lanjut ia menuturkan apa yang dilakukan oleh pihaknya yakni ingin mengembalikan fungsi utama lembaga pendidikan yakni melahirkan agen penerus dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Zaman ini bukan lagi saatnya mahasiswa dibodoh-bodohi, dilucutkan moralnya. Jika kita mau maju, maka kita harus meninggalkan budaya tidak baik terutama di perguruan tinggi tempat dimana para intelektual dilahirkan,” kata Imran.[] (ihn)