Tag: turki

F16 Turki Usir Jet Tempur Rusia di Perbatasan Syria

F16 Turki Usir Jet Tempur Rusia di Perbatasan Syria

ANKARA – Pemerintah Turki mendadak memanggil Duta Besar Rusia di Ankara, Senin (5/10), menyusul insiden pelanggaran wilayah udara yang dilakukan sebuah jet tempur Rusia akhir pekan lalu.

Turki memprotes keras insiden tersebut. Ketika itu, jet tempur Rusia masuk ke wilayah Turki di dekat perbatasan Syria. Jet Rusia itu melanggar wilayah udara Turki pada Sabtu sekitar pukul 12.08 (waktu setempat) di wilayah Yayladagi, Provinsi Hatay, Turki selatan.

Militer Turki tak tinggal diam, sejumlah jet F-16 mencegat dan memaksa jet Rusia keluar dari wilayah tersebut.

Dilansir dari AFP, Senin (5/10), Kementerian Luar Negeri Turki telah menuntut Rusia agar tidak mengulangi pelanggaran sejenis. Turki juga meminta Rusia bertanggung jawab.

“Jet Rusia itu keluar dari wilayah udara Turki menuju Syria setelah dicegat dua F-16 dari Angkatan Udara Turki (Turkish Air Force) yang berpatroli di wilayah tersebut,” bunyi pernyataan Kemenlu Turki.

Turki dikabarkan serius menyikapi pelanggaran ini. Menteri Luar Negeri Turki Feridun Sinirlioglu bahkan disebut melakukan percakapan via telepon dengan sejumlah menteri luar negeri dari sekutu-sekutu NATO, serta Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendiskusikan insiden ini.

Rusia dan Turki memang sudah lama berseteru terkait perang di Syria. Pemerintah Rusia dikenal sebagai pendukung utama Presiden Syria Bashar al-Assad, sementara Ankara mendesak penggulingannya sebagai satu-satunya solusi perang.[] sumber: JPNN.com

Massa Serang Markas Partai Pro Kurdi di Turki

Massa Serang Markas Partai Pro Kurdi di Turki

ISTANBUL – Kerumunan massa telah menyerang kantor pusat Partai HDP di Turki yang pro-Kurdi, di tengah meningkatnya aksi kekerasan antara pasukan Turki dan militan Kurdi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan gedung HDP di Ibu Kota Ankara, terbakar.
Perdana Menteri Ahmet Davutoglu telah meminta masyarakat untuk tenang.

Sebelumnya, pasukan Turki menyeberang ke Irak untuk mengejar militan Kurdi untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dengan PKK pada dua tahun lalu.

Pesawat perang Turki juga meluncurkan gelombang serangan udara terhadap basis PKK di bagian utara Irak.

Aksi itu diyakini sebagai balasan setelah 14 polisi tewas dalam serangan bom yang dilakukan oleh PKK pada sebuah minibus di bagian timur negara tersebut.

Anggota parlemen dari Partai Rakyat Demokratik HDP, Garo Paylan, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ratusan demonstran telah menyerang bangunan di Ankara.

“Polisi hanya menonton saja,” kata dia. “Apa yang hancur adalah harapan kita untuk hidup bersama.”

Setidaknya enam kantor HDP di kota lain di Turki dilaporkan telah diserang.

Di Istanbul, demonstran anti-pemerintah kembali menyerang kantor redaksi koran Hurriyet dengan memecah kaca jendelanya.

Massa yang marah telah menyerbu bangunan media tersebut pada Minggu (06/09) karena menuduh koran ini telah salah mengutip pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah wawancara televisi.

Davutoglu mencela serangan tersebut melalui Twitter.

“Ini tidak dapat diterima dan dapat membahayakan institusi media, bangunan partai politik dan properti milik masyarakat sipil,” kata dia.

“Saya mengundang seluruh warga negara saya dengan hati penuh cinta untuk tanah air agar tenang, merangkul satu sama lain, dan percaya penuh kepada negara.”

Pemimpin HDP menuduh partai pimpinan Davotoglu, Partai AK, berada di belakang kerusuhan untuk meraih dukungan dari kelompok nasionalis dalam pemilu pada 1 November.

HDP meraih kursi parlemen untuk pertama kali pada pemilu Juni, dan merebut 14% suara dari partai mayoritas di parlemen.

Presiden Erdogan mengatakan PKK telah mengalami “kehancuran yang serius” di dalam dan di luar Turki dan berada dalam “kepanikan”.

Setidaknya 35 pemberontak tewas dalam serangan udara di basis PKK di Qandil, Basyan, Avashin dan Zap, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Kelompok militan menewaskan 14 polisi ketika menyerang minibus milik aparat di pos perbatasan yang dekat Azerbaijani, Nakhchivan.

Beberapa jam setelah peristiwa tersebut, seorang polisi ditembak oleh militan PKK di bagian timur Negara Bagian Kunceli.

Serangan bom oleh PKK terhadap dua kendaraan militer di Desa Daglica dekat perbatasan Irak.

Lebih dari 40.000 orang tewas sejak PKK meluncurkan kampanye bersenjata pada 1984, menyerukan kemerdekaan negara Kurdi dari Turki.[] sumber: bbc.co.uk

Jenazah Bocah Alan Kurdi Dimakamkan di Kobane

Jenazah Bocah Alan Kurdi Dimakamkan di Kobane

KOBANE – Jenazah bocah Suriah, Alan Kurdi dan keluarganya yang meninggal dunia akibat kapal yang ditumpanginya tenggelam di pantai Turki telah dimakamkan di Kobane, Suriah.

Sang ayah, Abdullah Kurdi, terlibat langsung dalam proses pemakaman dua anak dan istrinya di wilayah kota Kobane, Suriah, yang dikuasai oleh kelompok Kurdi.

Dalam sambutan singkatnya, Abdullah Kurdi dengan agak terisak berkata: “Saya tidak lagi mempunyai masa depan. Masa depan saya telah sirna.”

Alan Kurdi, yang berusia tiga tahun, kakaknya Galip (berusia lima tahun) serta ibunya Rehan meninggal dunia saat kapal yang ditumpangi para migran asal Suriah tenggelam di dekat Pulau Kos, Yunani.

Menurut petugas penjaga pantai Turki, sekelompok migran meninggalkan Turki melalui Semenanjung Bodrum menuju Pulau Kos di Yunani pada Rabu dini hari (02/09), namun dua perahu yang mereka tumpangi karam tidak lama kemudian.

Dua belas jenazah, termasuk lima anak-anak, ditemukan oleh aparat keamanan Turki.

Aylan Kurdi-ibtimesKemarahan internasional

Foto jasad Alan Kurdi, dalam kondisi meninggal dan tergeletak di pinggir pantai, menjadi trending topic di seluruh dunia dan memicu kemarahan masyarakat internasional.

Kemarahan itu kemudian menjelma menjadi semacam desakan agar Uni Eropa melakukan tindakan darurat untuk menampung para migran.

Para pejabat Turki mengatakan, konvoi kendaraan yang membawa jenazah Alan Kurdi dan keluarganya menyeberang ke kota Kobane, Suriah, di dekat perbatasan Turki.

Setelah insiden kematian Alan beredar luas, polisi Turki menahan empat tersangka penyelundup manusia yang diduga menyelundupkan keluarga Kurdi dan puluhan orang lainnya.

Keempat tersangka merupakan warga negara Suriah, berusia antara 30 sampai 41 tahun, menurut kantor berita Turki, Dogan.

Ribuan orang pengungsi dan pendatang dari Timur Tengah dan Afrika tewas pada tahun ini setelah berusaha mencapai benua Eropa melalui laut.[] sumber: bbc.co.uk

Cerita Sang Ayah yang Anaknya Ditemukan Tewas di Pantai Turki

Cerita Sang Ayah yang Anaknya Ditemukan Tewas di Pantai Turki

BAPAK seorang bocah berusia tiga tahun asal Suriah, yang ditemukan meninggal di sebuah pantai di Turki, menceritakan kisah seputar kematian putranya kepada BBC.

Abdullah Kurdi mengatakan, kapal yang ditumpangi keluarganya diterjang ombak tinggi setelah bertolak dari Turki menuju Pulau Kos, Yunani. Kapten kapal kemudian memutuskan untuk menceburkan diri ke laut dan berenang.

“Saya mencoba mengemudikan kapal, tetapi ombak tinggi mendorong kapal hingga terbalik. Itulah ketika kejadian berlangsung. Saya mencoba menangkap anak dan istri saya, tetapi tiada harapan. Satu per satu mereka meninggal,” kata Abdullah.

Menurut petugas penjaga pantai Turki, sekelompok migran meninggalkan Turki melalui Semenanjung Bodrum menuju Pulau Kos di Yunani pada Rabu (2/9/2015) dini hari. Namun, dua perahu yang mereka tumpangi karam tidak lama kemudian.

Aylan Kurdi-ibtimes
Jenazah Aylan Kurdi ditemukan di pantai Turki. @Ibtimes.co.uk

Dua belas jenazah, termasuk lima anak-anak, ditemukan oleh aparat keamanan Turki.

Salah satu anak adalah Aylan Kurdi, putra Abdullah. Foto Aylan yang meninggal dan tersapu ombak ke pantai di dekat Bodrum diterbitkan begitu beberapa jenazah ditemukan pada sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Foto Aylan menjadi trending topic di seluruh dunia dan memicu kemarahan masyarakat internasional yang mendesak Uni Eropa melakoni tindakan darurat untuk menampung para migran.

Abdullah begitu emosional ketika mengetahui bahwa tidak hanya Aylan yang meninggal, tetapi juga putranya, Galip, yang berumur lima tahun, dan istrinya, Rihan.

“Saya ingin duduk di sebelah makam keluarga saya dan menyembuhkan luka yang saya rasakan,” kata Abdullah.

Penyelundup manusia

Setelah insiden kematian Aylan beredar luas, polisi Turki menahan empat tersangka penyelundup manusia yang diduga menyelundupkan keluarga Kurdi dan puluhan orang lainnya.

Keempat tersangka merupakan warga negara Suriah, berusia antara 30 sampai 41 tahun, menurut kantor berita Turki, Dogan.

Aylan dan keluarganya diyakini bertolak dari kota Kobane di Suriah ke Turki, tahun lalu, untuk menghindari milisi kelompok ISIS.

Seorang petugas rumah sakit mengatakan, jenazah Aylan, kakak, dan ibunya akan diterbangkan ke Istanbul, dibawa ke Suruc di dekat perbatasan Suriah, lalu ke Kobane.[] sumber: kompas.com

Mengapa Masyarakat Internasional Marah Pada Foto Bocah Suriah Ini?

Mengapa Masyarakat Internasional Marah Pada Foto Bocah Suriah Ini?

Foto yang diterbitkan pertama kali oleh satu kantor berita Turki ini menjadi trending topic di seluruh dunia.

Setidaknya 12 warga Suriah yang mencoba masuk ke Yunani tewas tenggelam di perairan Turki ketika kapal yang mereka tumpangi karam.

Salah satu korban adalah seorang bocah laki-laki yang ditemukan polisi Turki di pantai dan foto bocah tersebut memicu kemarahan masyarakat internasional.

Foto yang diterbitkan pertama kali oleh satu kantor berita Turki ini menjadi trending topic di seluruh dunia.

Ribuan migran tewas sejak awal tahun ini dalam upaya memasuki Eropa melalui laut.

Menurut petugas penjaga pantai Turki, sekelompok migran meninggalkan Turki melalui Semenanjung Bodrum menuju Pulau Kos di Yunani pada Rabu (2/9) dini hari. Namun, dua perahu yang mereka tumpangi karam tidak lama kemudian.

Dua belas jenazah, termasuk lima anak-anak, ditemukan oleh aparat keamanan Turki.

Dari sekitar 23 orang yang berangkat ke Yunani, diperkirakan hanya sembilan yang selamat, beberapa di antaranya mengenakan pelampung dan berenang menuju pantai.

Harapan untuk menemukan korban selamat kini makin tipis.

Foto bocah yang meninggal dan tersapu ombak ke pantai di dekat Bodrum diterbitkan begitu beberapa jenazah ditemukan pada sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Bocah yang meninggal ini diketahui bernama Aylan.

Saudara laki-lakinya, Galip yang berumur lima tahun, dan ibunya, Rihan, meninggal dalam peristiwa ini.[] sumber: National Geographic

Modernisme Arsitektur Masjid Turki

Modernisme Arsitektur Masjid Turki

Sebuah masjid ultramodern pertama di Turki. Begitulah media menjuluki Masjid Ahmet Hamdi Akseki, sebuah masjid yang lumayan baru di salah satu sudut Kota Ankara. Sebuah masjid yang dilengkapi dengan sistem pemurnian udara modern, alarm, dan respons elektronik terhadap gerakan di dalam gedung.

Selama berabad-abad, Turki memiliki banyak masjid terbaik yang menjadi contoh bagi pembangunan masjid di Asia dan Eropa. Gaya arsitektur Utsmaninyah yang sangat kental menjadikan masjid tradisional Turki memang memiliki kekhasan tersendiri.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, pembangunan masjid di negeri ini ternyata cenderung menggunakan gaya arsitektur yang berbeda. Lebih modern kontemporer dibandingkan gaya masjid khas Turki Utsmani pada umumnya.

Salah satu bangunan masjid dengan gaya arsitektur kontemporer tersebut adalah Masjid Ahmet Hamdi Akseki di Ankara. Masjid Ahmet Hamdi Akseki dibangun pada November 2008, setelah mengalami masa pembangunan lebih dari 4,5 tahun masjid ini resmi dibuka pada Mei 2013.

Nama masjid ini diambil dari salah satu ulama modern sekaligus mantan kepala urusan agama di pemerintahan Turki, Ahmet Hamdi Akseki. Masjid Ahmet Hamdi Akseki berdiri di atas luas lahan delapan hektare, yang merupakan bagian dari kompleks Kementerian Urusan Agama Turki.

Luas bangunan masjid ini mencapai 11 ribu meter persegi. Masjid yang terletak di Jalan Eskisehir ini dapat menampung lebih dari 6.000 jamaah ini dirancang dengan mengedepankan gaya arsitektur neoklasik kontemporer dengan pola Seljuk Anatolia sebagai unsur ornamennya. Masjid ini menarik perhatian bagi banyak kalangan Muslim karena kesederhanaan eksteriornya. Meski begitu, masjid ini tetap kental dengan detail tradisional yang indah.

Melibatkan perempuan Masjid Ahmet Hamdi Akseski tercatat memiliki salah satu kubah terbesar dengan diameter 33 meter.  Kubah sebesar itu ditopang dengan empat pilar lengkung yang besar. Tujuh kolom lain pun menopang tiga bagian serambi dalam masjid.

Selain ciri khas kubah yang besar dengan lengkungan atapnya, masjid ini juga memiliki empat menara yang menjulang setinggi 33 meter. Di bagian utara masjid terdapat dua pintu utama masjid yang dilengkapi kaligrafi arab dan ukiran geometri khas Islam. Sedangkan, empat pintu lain berada di samping kanan dan kiri masjid. | sumber : republika

Angkatan Udara Turki Sepakat Gabung dengan Koalisi anti-ISIS

Angkatan Udara Turki Sepakat Gabung dengan Koalisi anti-ISIS

ISTANBUL – Turki sepakat untuk melibatkan pesawat-pesawat tempurnya dalam operasi penggempuran kelompok milisi ISIS.

Kesanggupan Turki disambut gembira Amerika Serikat yang menyebut langkah itu sebagai ‘kemajuan signifikan’ dalam pertempuran melawan ISIS.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, Peter Cook, mengatakan perlu beberapa hari untuk menerapkan kesepakatan tersebut.

“Kerja sama dengan Turki dan perluasan kerja sama itu terus berlanjut,” kata Cook, seraya menambahkan bahwa perundingan juga meliputi masalah perbatasan.

Sebelumnya, Turki telah mengijinkan pesawat-pesawat tempur AS untuk menggunakan dua pangkalan militer dekat perbatasan Suriah guna melancarkan serangan udara terhadap ISIS.

Turki juga telah melakoni serangkaian gempuran ke sejumlah lokasi yang diduga kantung kekuatan ISIS. Bulan lalu, misalnya, Angkatan Udara Turki melancarkan serangan ke Suriah dan bagian utara Irak.

Namun, melalui kesepakatan dengan AS, Angkatan Udara Turki akan dimasukkan dalam strategi besar koalisi anti-ISIS.

Selain Turki, AS juga telah meminta Australia untuk meluaskan operasi militer melawan kelompok milisi ISIS di Suriah.

Pesawat-pesawat Angkatan Udara Australia selama 12 bulan terakhir terlibat operasi pengeboman target-target ISIS di Irak.[] sumber: bbc.co.uk

Dua Orang Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata Populer Turki

Dua Orang Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata Populer Turki

ISTANBUL – Suara tembakan terdengar di sekitar Istana Dolmabahce, Istanbul yang merupakan tempat wisata populer di Turki, kata sejumlah laporan.

Seorang saksi mata mengatakan dirinya mendengar ledakan dan tembakan.

Dua orang bersenjata ditangkap terkait dengan serangan itu.

Sebuah laporan menyebutkan mereka ditangkap di tempat kejadian.

Ambulans dikirim ke tempat tersebut dan jalan-jalan ditutup polisi, lapor beberapa media.

Sampai sejauh ini belum didapat laporan korban.

Istana Dolmabahce adalah pusat pemerintahan utama Kekaisaran Ottoman selama beberapa tahun pada abad ke-19 dan permulaan abad ke-20.

Pendiri Turki modern, Mustapha Kemal Ataturk, meninggal disana pada tahun 1938.[] sumber: bbc.co.uk

Hendak Ditangkap, Dua Jaksa Anti Erdogan Kabur ke Georgia

Hendak Ditangkap, Dua Jaksa Anti Erdogan Kabur ke Georgia

ISTANBUL – Dua orang jaksa yang terlibat dalam penyelidikan suap terhadap orang-orang dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kabur ke Georgia, beberapa jam setelah surat penahanan mereka diterbitkan. Demikian dikabarkan media pemerintah, Selasa (11/8/2015).

Kantor kejaksaan Istanbul, Senin (10/8/2015), memerintahkan penangkapan Zekeriya Oz, Celal Kara dan Mehmet Yuzgec dengan tuduhan membentuk organisasi kejahatan dan mencoba menggulingkan pemerintah dengan kekerasan.

Namun, polisi kemudian menemukan Zekeriya Oz dan Celal Kara telah kabur ke Georgia karena diduga sudah mendapatkan informasi soal surat penahanan itu. Demikian dikabarkan kantor berita Anatolia.

Sementara harian Hurriyet mengabarkan pemerintah Turki sudah menghubungi pemerintah Georgia untuk membicarakan ekstradisi keduanya. Sedangkan polisi masih mencari keberadaan Mehmet Yuzgec.

Sebelumnya, ketiga jaksa itu sudah dinonaktifkan sejak Mei lalu karena dianggap menyalahgunakan wewenang dengan memimpin penyelidikan dugaan suap pada Desember 2013 yang sempat mengguncang pemerintahan Erdogan yang saat itu masih menjabat sebagai perdana menteri.

Saat itu, penyelidikan kasus suap tersebut sempat menyeret sejumlah pejabat tinggi Turki, termasuk empat orang menteri dalam kabinet Erdogan. Akhirnya, kasus tersebut ditutup karena dianggap “kurang barang bukti”.

Erdogan mengklaim investigasi kasus dugaan suap dan korupsi itu adalah sebuah upaya “kudeta yudisial” yang didalangi Fethullah Gulen seorang ulama yang kini berdomisili di AS.[] sumber: kompas.com

PuKAT Kembali Kirim Mahasiswa ke Harman Program di Istanbul

PuKAT Kembali Kirim Mahasiswa ke Harman Program di Istanbul

BANDA ACEH – Lembaga antarabangsa PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki) kembali mengirimkan seorang mahasiswa untuk mengikuti program Harman selama satu bulan di Istanbul, Turki.

Ketua PuKAT, Thayeb Loh Angen, mengatakan, Harman Internship Program merupakan sebuah kegiatan magang untuk mahasiswa seluruh dunia yang dibuat oleh sekelompok intelektual Turki di Istanbul.

“Tahun 2014 kita mengirim Ariful Azmi Usman, seorang mahasiswa komunikasi di FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Unsyiah. Tahun ini kita mengirim Muhammad Iqbal, seorang mahasiswa pascasarjana jurusan pertanian berbasis budaya (aigriculture), Institut Pertanian Bogor (IPB) yang merupakan asisten dosen di Fakultas Pertanian Unsyiah,” kata Thayed, melalui siaran persnya, Rabu 5 Agustus 2015.

Thayeb mengatakan, panitia Harman dan PuKAT merupakan organisasi yang terpisah. Dalam hal peserta Harman dari Aceh, kata Thayeb, PuKAT hanya memfasilitasi peserta selama beberapa bulan sampai hari keberangkatan pada awal Agustus.

“Harman adalah program magang berdasarkan keahlian dan jurusan akademik peserta. Ariful yang merupakan mahasiswa komunikasi, diberikan kesempatan magang oleh Nazif Koca, direktur Harman di Istanbul, untuk magang di TRT (Televisi and Radio Turki), sebuah stasuin Negara Turki yang memiliki cabang di beberapa Negara, semacam CCN Australia, BBC Inggeris, dan Xinhua Cina,” kata Thayeb.

Thayeb mengatakan, setelah selesai mengikuti program Harman, Ariful telah menulis buku berjudul “Istanbul Warna Ibukota Dunia” yang kampanyenya berupa empat kali seminar di Banda Aceh dan Lhokseumawe. Itu adalah program PuKAT yang terpisah dari panitia Harman.

“Penerbitan buku catatan perjalanan Ariful adalah hasil kerja sama antara PuKAT dengan pihak YTB, sebuah departemen beasiswa bagi pelajar di seluruh dunia yang ditangani oleh kantor Perdana Mentri Turki, saai itu masih Tuan Recep Tayyip Erdogan. Semoga Iqbal juga bisa menulis perjalanannya dan mampu kita terbitkan sebagai buku. Hanya Allah Ta’ala penentu segala sesuatu,” kata penulis buku Aceh 2025 ini. [] (mal)